Ocehan bayi bisa tentukan kemampuannya membaca di masa depan

Ocehan bayi bisa tentukan kemampuannya membaca di masa depan

Menggemaskan memang saat mendengarkan bayi ngobrol dan mengoceh dengan bahasanya. Ternyata, ini bisa mengidentifikasi kemampuan ia membaca lho!

Menggemaskan ya Bun, saat mendengar bayi ngobrol atau mengoceh. Walau belum benar-benar bisa mengucapkan kata-kata yang jelas, namun caranya mengoceh tersebut merupakan usahanya untuk berkomunikasi dengan orang sekitar.

Ocehan bayi atau kerap disebut dengan babling bisa beragam. Sesuai usianya, biasanya ocehan dan kosakatanya bisa bertambah dengan proses stimulasi yang tepat.

Nah Parents, rupanya ocehan ini bukan hanya sekadar menggemaskan. Ternyata sebuah studi menunjukkan bahwa semakin banyak ocehan menggemaskan dari bayi ini, ia akan lebih cepat bisa membaca saat tumbuh dewasa.

Bayi ngobrol tanda ia pintar membaca?

bayi ngobrol

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering mengoceh menandakan bahwa ia nantinya akan lebih pintar membaca.

Sekitar 2 bulan setelah kelahiran, bayi mulai bereksperimen dengan membuat bunyi vokal aneh namun menggemaskan. Nah, peneliti menemukan fakta menarik mengenai ocehan pada bayi ini.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak yang paling riang dan ‘ceriwis’ dalam mengoceh, lebih mungkin memiliki kecenderungan pandai dalam membaca, Parents.

Para ilmuwan dari Florida State University menganggap kaitan yang mereka temukan dapat membantu para dokter mendeteksi tingkat kemampuan membaca seorang anak sejak usia bayi.

Artikel Terkait : Perkembangan anak 4 tahun 11 bulan, anak mulai bisa ceritakan pengalamannya sendiri 

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak dengan ocehan yang lebih kompleks saat bayi, atau bayi ngobrol lebih banyak, akan lebih baik ketika mengidentifikasi huruf tertentu pada saat mereka latihan membaca nanti.

Para peneliti menyelidiki mengenai penilaian kemampuan bahasa lebih awal, dengan mengukur kompleksitas bicara pada masa bayi, dapat memprediksi kesulitan membaca di kemudian hari.

Mereka meneliti sembilan bayi dari keluarga di Amerika berbahasa Inggris antara usia 9 dan 30 bulan. Setiap celoteh bayi direkam ketika mereka berinteraksi dengan orang di sekelilingnya.

Para peneliti melihat secara khusus rasio konsonan-vokal (CV), suatu ukuran kompleksitas vokal yang terbukti.

Hubungan antara ocehan bayi dengan kemampuan bahasa di kemudian hari

bayi ngobrol

Para peneliti menemukan fakta menarik mengenai bayi yang sering mengoceh dengan kemampuan bahasanya di kemudian hari.

Mereka kemudian bertemu lagi dengan anak-anak tersebut ketika mereka berusia enam tahun untuk memeriksa kemampuan mereka untuk mengidentifikasi huruf, untuk mengetahui tentang adanya gangguan membaca di kemudian hari.

Tim menemukan bahwa mereka yang memiliki kata-kata rumit atau ocehan yang lebih kompleks saat bayi, akan lebih baik ketika mengidentifikasi huruf-huruf atau bacaan tertentu dalam tes membaca saat ia beranjak besar, Parents.

Meskipun ukuran sampel terbilang relatif kecil dan kesembilan anak berkembang secara normal, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka mungkin menunjukkan hubungan antara ocehan awal dan keterampilan membaca.

Artikel Terkait : Sejauh mana faktor keturunan pengaruhi perkembangan anak? Ini penjelasan para ahli

Saran ahli terkait hasil penelitian

bayi ngobrol

Peneliti berharap hasil dari penelitian ini bisa menjadi indikator atau deteksi awal mengenai gangguan bahasa pada anak.

Mereka menyarankan bahwa di masa depan, makin kompleks bahasa bayi mengoceh mungkin bisa berguna sebagai indikator ada tidaknya gangguan membaca, lebih dini pada anak-anak. Hal ini akan memungkinkan orangtua dan tim profesional untuk mengidentifikasi dan menangani anak-anak lebih dini dalam risiko kesulitan membaca.

Artikel terkait: Penelitian: Bayi senang mendengarkan bayi lain berbicara. Mengapa?

Penulis studi tersebut, Dr. Kelly Farquharson dari Florida State University mengatakan, “Makalah ini memberikan data yang menarik untuk mendukung hubungan awal dan kuat antara ocehan bayi dan keterampilannya mengenali huruf pada masa depan. Hal ini membantu kami mengidentifikasi ketidakmampuan membaca lebih cepat dan lebih dini.”

Dari hasil penelitian tersebut sebaiknya kita sebagai orangtua hendaknya memberikan banyak stimulasi saat usianya masih belia, salah satunya dengan banyak mengobrol. Saat si kecil mengoceh, tanggapi lah dengan suka ria seolah Anda memahami ocehannya tersebut.

Selain bisa menstimulasi perkembangan bahasanya sejak dini, bonding dengan si kecil pun akan tercipta. Jangan lupa untuk mengikutsertakan Ayah dalam kegiatan yang menyenangkan tersebut, ya.

Nah, coba perhatikan bagaimana cara bayi Anda ngobrol. Yuk ajak ia berbicara sesering mungkin Parents.

Referensi: Daily Mail

Baca juga:

Anak Perempuan Lebih Cepat Bicara Daripada Anak Laki-laki, Ini Penjelasannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner