Bayi Meninggal Saat 'Skin to Skin Contact', Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Bayi Meninggal Saat 'Skin to Skin Contact', Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Dokter di Australia mengeluarkan peringatan tentang metoda skin to skin contact. Mengapa? Bukankah metoda ini banyak manfaatnya? Simak ulasannya berikut ini.

Seorang bayi yang lahir di Fiona Stanley Hospital, Australia, meninggal tak lama setelah melakukan skin to skin contact dengan sang ibu. Tak lama para dokter mengeluarkan peringatan tentang metode skin to skin contact yang umum dilakukan sesaat setelah melahirkan.

Apa penyebabnya? Rupanya bayi yang diletakkan di dada ibunya ini tidak diawasi dengan baik. Sang ibu masih dalam pengaruh obat bius dan kelelahan lalu tertidur dan menimpa bayinya hingga meninggal.

Hal ini sangat disayangkan mengingat banyaknya manfaat metode ini bagi bayi dan orangtua. Untuk itu kami berikan ulasan tentang skin to skin contact dan bagaimana mencegah risiko buruk terjadi saat melakukannya.

Apa itu skin to skin contact?

Skin to skin contact adalah kondisi di mana bayi yang hanya menggunakan popok atau diaper, ataupun telanjang total, diletakkan di atas dada ibu atau ayah yang telanjang dada. Bila diperlukan, selembar selimut tipis diletakkan di atas tubuh bayi agar tidak kedinginan.

Selama proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bayi yang melakukan kontak kulit dengan ibu secara alami akan mencari puting payudara ibu dan belajar menyusu.

Metode ini umum digunakan untuk bayi baru lahir maupun hingga usia satu tahun karena membawa banyak manfaat.

Berikut beberapa manfaat skin to skin contact bagi bayi baru lahir dan ibu:

1. Menciptakan ikatan emosional yang lebih baik antara ibu dan anak.
2. Menstabilkan detak jantung, pernafasan serta kadar gula darah bayi setelah dilahirkan
3. Memberikan kehangatan pada bayi melalui suhu tubuh ibu
4. Menenangkan ibu setelah melahirkan
5. Mempermudah proses menyusui dan memperlancar ASI

Baca juga: Bayi Kembali Bernafas Setelah Mendapat Sentuhan Ibu

Manfaatnya untuk bayi prematur

Metode kangaroo care yang terkenal untuk menjaga kondisi bayi lahir prematur juga memanfaatkan metode ini.

Dalam kondisi ini ibu menggendong bayi, kemanapun ibu pergi, di dada ibu sambil disanggah oleh gendongan yang erat namun nyaman, seperti baby wrap. Metoda ini ampuh menstabilkan suhu tubuh bayi prematur, membuat bayi lebih tahan infeksi, cepat pulih tanpa menggunakan inkubator.

Skin to skin contact untuk bayi hingga satu tahun

Metode ini juga bisa menciptakan ikatan emosional antara anak dan ayah. Metoda ini bisa dilakukan oleh bayi dan ayah saat bayi tertidur. Detak jantung ayah yang terdengar oleh bayi akan membuat bayi tidur lebih lama.

Selain itu jika bayi demam ringan misalnya karena imunisasi, skin to skin contact dengan ayah juga bisa meredakan demam. Hal ini karena terjadi transfer suhu tubuh antara ayah dan bayi sehingga suhu tubuh ayah akan lebih hangat dan suhu tubuh bayi menjadi lebih stabil.

Namun tentu saja Parents, dalam kondisi apapun skin to skin harus dalam pengawasan ketat. Jangan sampai kejadian di rumah sakit Australia tersebut terjadi pada Anda. Jika Anda masih berada di rumah sakit pastikan jumlah perawat cukup dan tidak dalam keadaan mengantuk untuk mengawasi Anda dan bayi.

Namun jika Anda melakukannya di rumah jangan sampai Anda tertidur saat bayi berada di dada Anda. Jika perlu minta anggota keluarga lain ikut mengawasi Anda dan si bayi.

Parents, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Referensi: ph.theasianparent.com

Bayi Meninggal Saat 'Skin to Skin Contact', Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner