Berbagai penyebab kematian bayi di trimester ketiga yang perlu Bunda ketahui

Berbagai penyebab kematian bayi di trimester ketiga yang perlu Bunda ketahui

Waspadai beberapa hal berikut ini yang dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.

Dilansir dari WebMD, 80% janin meninggal dalam kandungan pada tiga bulan pertama kehamilan. Sangat kecil kemungkinan janin meninggal dalam kandungan bila telah berusia lebih dari 20 minggu kehamilan. Meski begitu, tak dapat dipungkiri pula bila dalam beberapa kasus bayi meninggal dalam kandungan usia 9 bulan.

Lantas apakah yang menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan usia 9 bulan?

bayi meninggal dalam kandungan usia 9 bulan 1

Bayi yang meninggal setelah 20 minggu kehamilan disebut dengan stillbirth. Umumnya, kondisi ini terjadi sebelum seorang wanita melahirkan. Namun dalam beberapa kasus kecil, kondisi ini terjadi selama persalinan dan kelahiran.

Stillbirth mempengaruhi sekitar 1 dari 100 kehamilan setiap tahun di Amerika Serikat. Ini mempengaruhi sekitar 1 persen dari semua kehamilan dan sekitar 24.000 bayi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) beserta ahli lainnya, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan stillbirth.

1. Kondisi medis yang bisa menjadi faktor risiko stillbirth

Berbagai penyebab kematian bayi di trimester ketiga yang perlu Bunda ketahui

a. Kelebihan berat badan atau obesitas

Jika Anda mengalami obesitas, Anda memiliki jumlah lemak tubuh dan indeks massa tubuh yang berlebih. BMI adalah ukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan Anda. Untuk mengetahui BMI Anda, cari tahu di sini.

b. Diabetes

Diabetes adalah suatu kondisi di mana tubuh Anda memiliki terlalu banyak gula (disebut glukosa) dalam darah. Kondisi ini cukup berbahaya jika dialami selama kehamilan.

Artikel terkait: Mengenal Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

c. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah adalah kekuatan darah yang menekan dinding arteri Anda. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lainnya.

d. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri adalah infeksi yang paling sering menyebabkan janin meninggal dalam kandungan. Ini terjadi ketika ibu hamil terinfeksi dan tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Akibatnya, infeksi menyebar dari vagina ke rahim dan kemudian menginfeksi janin.

Artikel terkait: Gejala infeksi ovarium kadang tak disadari, komplikasinya bisa berbahaya!

2. Kondisi kehamilan dan riwayat kehamilan

bayi meninggal dalam kandungan usia 9 bulan 2

a. Kehamilan kembar bisa meningkatkan risiko stillbirth. Untuk itu, pastikan Anda selalu melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan.

b. Komplikasi kehamilan juga bisa meningkatan risiko stillbirth. Adapun komplikasi kehamilan yang dimaksud ialah:

  • Kelahiran prematur: Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi terlalu dini, sebelum 37 minggu kehamilan.
  • Preeklampsia : Preeklampsia adalah suatu kondisi yang dapat terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan atau tepat setelah kehamilan. Itu terjadi ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi dan tanda-tanda bahwa beberapa organnya, seperti ginjal dan hatinya, mungkin tidak berfungsi dengan baik.
  • Hambatan pertumbuhan janin : Ketika bayi tidak mendapatkan cukup berat di dalam rahim sebelum lahir.
  • Masalah plasenta : Gangguan atau masalah pada plasenta dapat menghambat penyaluran nutrisi penting yang dibutuhkan janin selama dalam kandungan. Misalnya seperti aliran darah dan oksigen.
  • Cacat genetik : Cacat genetik atau kelainan kromosom dapat menyebabkan organ vital janin, seperti otak dan jantung tidak berkembang dengan baik.

c. Anda belum pernah melahirkan sebelumnya.

d. Anda pernah mengalami keguguran atau stillbirth di kehamilan sebelumnya. Keguguran adalah ketika bayi meninggal dalam kandungan sebelum 20 minggu kehamilan.

3. Faktor usia, ras dan sosial juga bisa menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan usia 9 bulan

Berbagai penyebab kematian bayi di trimester ketiga yang perlu Bunda ketahui

  • Anda berusia lebih muda dari 20 atau lebih tua dari 35.
  • Memiliki warna kulit hitam. Wanita kulit hitam memiliki risiko lebih tinggi untuk lahir mati dibandingkan dengan wanita lain.
  • Anda merokok, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan jalanan atau obat penghilang rasa sakit yang diresepkan, seperti opioid.
  • Anda belum menikah. Tekanan sosial bagi perempuan yang hamil di luar nikah bisa membuat ibu stres dan memengaruhi kehamilan dan janin.

4. Faktor risiko lain yang mungkin terjadi

Sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa terpapar polusi udara jenis tertentu (terutama ozon) dapat meningkatkan risiko stillbirth. Ozon adalah gas yang berasal dari knalpot mobil, bensin dan asap dari pabrik dan bahan kimia.

Kita perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana ozon dan polusi udara lainnya mempengaruhi kehamilan dan stillbirth. Namun tak ada salahnya bila Anda lebih berhati-hati dengan salah satu jenis polusi udara tersebut.

Tandatanda stillbirth yang perlu diwaspadai

Tanda stillbirth yang paling umum ialah ketika Anda merasakan janin berhenti bergerak dan menendang. Selain itu Anda juga mulai merasakan tanda-tanda lainnya seperti:

  • Kram
  • Sakit
  • Perdarahan dari vagina
  • Batuk
  • Ruam di tubuh

Segera hubungi dokter kandungan atau ke ruang gawat darurat bila Anda mengalami salah satu dari beberapa tanda ini. Mereka akan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk melihat apakah jantung janin Anda masih berdetak atau tidak.

Smeoga informasi ini bermanfaat.

***

Referensi: WebMD, March of Dimes, Alo Dokter

Baca juga

10 Hal yang Hanya Dipahami Ibu Hamil Setelah Pernah Keguguran

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner