Benarkah janin di rahim bisa menangis? Ini jawaban sebenarnya

Benarkah janin di rahim bisa menangis? Ini jawaban sebenarnya

Bayi dalam kandungan ternyata bisa menangis untuk sebuah alasan yang sangat khusus.

Bayi mungil yang dilahirkan ke dunia ini selalu dalam keadaan menangis. Namun pernahkah Parents bertanya-tanya apakah bayi menangis dalam kandungan?

Jawabannya adalah… ya! Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa janin di rahim dapat menangis. Jangan terlalu sedih, Bun, karena yang justru perlu kita ketahui apakah kondisi ini wajar dialami oleh setiap bayi dalam rahim.

Apakah bayi menangis dalam kandungan: Ini jawaban para ahli

bayi menangis dalam kandungan 2

Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Universitas Durham dan Lancaster mengungkap bahwa bayi baru lahir mulai mengembangkan cara untuk berkomunikasi dengan kita sejak dalam kandungan. Bayi tersebut mengawalinya dengan cara menangis.

Penelitian ini menggunakan USG dan mendeteksi wajah meringis janin. Bayi-bayi kecil ini juga menunjukan kerutan pada alis dan hidung mereka.

Studi ini juga mempelajari video scan 4D dari delapan wanita dan tujuh bayi laki-laki dalam rahim.

Menurut Dr. Reissland, seorang dosen senior di Universitas Durham, bayi menangis dalam kandungan lebih berkaitan dengan perkembangan otak ketimbang perasaan. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap pernyataan ini.

“Belum jelas apakah janin benar-benar dapat merasakan rasa sakit, juga tidak tahu apakah ekspresi wajah berhubungan dengan bagaimana perasaan mereka. Sangat penting bagi bayi untuk dapat menunjukkan rasa sakit segera setelah ia lahir sehingga bayi dapat mengkomunikasikan setiap kesulitan atau rasa sakit yang ia rasakan pada orang dewasa di sekitarnya,” ujar Dr. Reissland.

Namun, tetap diperlukan penelitian lanjutan yang mempelajari hubungan antara wajah janin yang menangis dan apakah ia merasakan kesakitan.

Artikel terkait: Ternyata ini 3 alasan bayi dalam kandungan menendang perut Bunda

Bayi menangis dalam rahim: Bagaimana berkomunikasi dengan bayi yang belum lahir?

bayi menangis dalam kandungan 1

Sering berkomunikasi dengan janin di rahim akan membantu Parents menjalin ikatan yang kuat dengan bayi Anda sejak sebelum lahir. Berikut ini beberapa tips bagaimana berkomunikasi dengan bayi dalam kandungan secara efektif.

  1. Membacakan cerita dengan suara keras atau mengobrol dengan bayi adalah cara termudah untuk mengembangkan komunikasi verbal. Bayi Anda dapat mendengar suara Anda sejak usia 18 minggu jika pendengarannya berkembang normal. Saat bayi lahir, kemungkinan besar ia akan langsung mengenali suara Anda.
  2. Permainan menyenangkan yang mencakup respon terhadap rangsangan juga bisa menjadi metode yang bagus untuk mengembangkan komunikasi. Bunda dapat mencoba mengetuk perut dengan perlahan dan menunggu reaksi dari bayi Anda. Ia mungkin akan menendang setelah Bunda mengetuk. Ahli kandungan dari California, Dr. F. Renee Van de Carr mengatakan bahwa bayi dalam rahim belajar merespon berbagai rangsangan, termasuk sentuhan.
  3. Memutar musik yang lembut, lambat, dan menenangkan adalah cara efektif untuk memberitahukan pada bayi dalam kandungan bahwa Bunda ingin bersantai. Para ahli mengatakan bahwa bayi memperlambat gerakannya dalam kandungan sebagai respon terhadap musik lembut, sementara musik keras dapat membuatnya menendang secara aktif dan sering.

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Bahaya stres ibu hamil terhadap janin yang dikandung, Bumil harus waspada!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner