TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

"Nek, jangan beri aku nasi dan pisang, umurku baru 10 hari..."

Bacaan 5 menit
"Nek, jangan beri aku nasi dan pisang, umurku baru 10 hari..."

Selamat jalan, Dek... Semoga banyak orangtua bisa belajar dari kisah tragismu ini.

Masih banyak ibu yang belum menyadari bahayanya memberi makan bayi baru lahir dengan makanan padat. Kisah tragis bayi makan pisang dan akhirnya meninggal ini mungkin akan semakin membuka mata kita.

Kisah tragis bayi makan pisang hingga meninggal

Sebuah akun Facebook bernama Lia Imelda Siregar menuliskan status tentang bayi usia 10 hari yang meninggal setelah diberi makan oleh neneknya. Lia adalah salah satu tim medis di IGD (Instalasi Gawat Darurat) tempat bayi itu mendapatkan perawatan.

bayi makan pisang - status facebook

JANGAN KASIH AKU MAKAN, NEK Ini semua pembelajaran bagi kita. Dulu mungkin bayi baru lahir boleh dikasih bubur nasi pisang. Mungkin karena pisang masih murni tak ada pestisida. Seperti siang ini, kami mendapati bayi umur 10 hari lahir dengan kurang bulan. Baru hari ke sembilan ia diberi bubur nasi pisang sama neneknya.  “Si dedek nangis aja, Bu. Jadi saya giling nasi pake pisang. Dulu nggak apa anak-anak saya semua saya buat seperti ini.” “Tapi ini keluar darah dari duburnya, Bu. Darah segar dan bau amis. Saya menyesal.” “Udah dikasih tau sama Bu Bidan, tapi saya bandel, Bu.” “Waktu lahir beratnya 1,8 kg. Sudah sepuluh hari malah turun 1,3 kg, Bu.” Si nenek terus menangis. Ini cucu pertamanya. Beda dulu beda sekarang.  Selang satu jam si ade pun pergi setelah dilakukan beberapa tindakan. Nek… Jangan kasih makan adek bayi lagi ya. Kasihan ia meregang nyawa, keluar darah dari hidung, mulut, dan anus. Usus mereka tak sekuat kita. Jangan ya, Nek… Kami di IGD pun tak sanggup harus menyedot darahnya hanya karena kelalaian yang kita buat sendiri. Bayi kecil itu tersedak ketika pipa kecil masuk menyedot darah di mulut dan hidungnya.  Selamat jalan, Dek… Foto sudah izin si nenek.  bayi makan pisang meninggal MPASI dini

Reaksi warganet

 

Status tentang bayi makan pisang ini menjadi viral, mendapat 5 ribu komentar dan dibagikan hingga 20 ribu kali. Banyak warganet yang mengucapkan dukacita atas meninggalnya sang bayi.

Beberapa orang juga mengomentari bahwa seharusnya bayi baru lahir hanya diberi ASI atau susu formula saja, tidak boleh diberi makanan padat. Sedihnya, masih banyak ibu yang belum paham bahayanya jika terlalu dini memberi makan bayi.

Beberapa ibu mengatakan bahwa anaknya juga diberi makan saat usianya belum mencapai 6 bulan dan tetap sehat sampai sekarang. Ada juga yang membagikan foto anaknya yang berat badannya bertambah karena sudah diberi makan sejak usia dua minggu.

Para ibu yang memberi MPASI dini ini mengaku hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh orangtua mereka saat mereka masih kecil. Padahal, memberi makanan padat pada bayi baru lahir dapat membahayakan kesehatan bayi.

Artikel terkait: Bayi 1 Bulan Meninggal karena Pemberian MPASI Dini

Jangan beri makanan padat pada bayi sebelum 6 bulan!

Bayi baru lahir hanya membutuhkan ASI (atau sufor), BUKAN pisang atau bubur. Sayangnya, menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Pediatrics pada tahun 2013, banyak ibu melewatkan pemberian ASI dan langsung memberi makanan padat pada bayi tanpa mengetahui risikonya.

Dari sekitar 1300-an ibu yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 40% memberi makanan padat pada bayinya sebelum usia 6 bulan. Setengah dari jumlah bayi ini diberi makan pada usia 4 bulan, dan setengahnya lagi mulai diperkenalkan MPASI sejak usia sebulan!

Benar-benar sebuah idea yang buruk.

Ada alasan penting mengapa Bunda HARUS menunggu sampai bayi berusia 6 bulan untuk mulai diperkenalkan makanan padat.

  • Makanan padat sulit ditelan dan dicerna. Pencernaan bayi belum berkembang dengan sempurna sehingga meski bubur nasi maupun pisang telah dihaluskan sedemikian rupa, lambung dan usus bayi masih belum bisa mencernanya dengan baik.
  • Makanan padat tidak sama gizinya seperti ASI atau sufor. Makanan padat bisa lebih rendah nutrisi namun tinggi kalori yang menyebabkan anak mengalami obesitas.
  • Makanan padat yang diberikan terlalu dini dapat memicu masalah kesehatan, misalnya alergi dan eksim. Para peneliti juga menemukan kaitan antara MPASI dini dengan penyakit kronis saat anak tumbuh dewasa, seperti diabetes dan celiac disease (gangguan pencernaan akibat mengonsumsi gluten).

Bayi menangis belum tentu karena lapar

Ibu yang memberi makanan padat lebih awal pada bayinya merasa bahwa mereka memiliki alasan tepat untuk membiarkan bayi makan pisang. Misalnya, bayi dianggap sudah cukup umur untuk mencerna makanan, bayi membutuhkan tambahan nutrisi selain ASI atau sufor, atau bayi rewel karena kelaparan sehingga butuh makanan.

Beberapa ibu mungkin membayangkan, “Wah, mungkin bayi saya akan tidur lebih nyenyak dan bahagia jika saya beri bubur atau pisang. Mungkin ia menangis karena lapar.”

Tidak selamanya bayi menangis karena lapar, Bun! Para bayi, terutama yang baru lahir, memang sering menangis karena hanya itu satu-satunya cara mereka berkomunikasi dengan orang dewasa dan menyampaikan apa yang ia butuhkan.

Bukan berarti setiap tangisan harus diartikan sebagai rasa lapar. Bisa saja karena popoknya basah, kaget karena suara bising, merasa kedinginan, atau ingin disayang dan digendong.

Bila bayi Anda berusia kurang dari 6 bulan, dan ia menangis terus-menerus meski sudah menyusu sangat banyak, cobalah berkonsultasi dengan dokter anak. Jangan gegabah memberinya makanan padat karena menganggap bayi Anda kelaparan.

Siapa tahu ada masalah kesehatan pada bayi sehingga ia menangis terus.

Bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda agar semakin banyak ibu yang paham mengenai bahayanya memberi makanan padat pada bayi sebelum berusia 6 bulan. Semoga tidak ada lagi kisah tragis bayi makan pisang dan meninggal akibat pencernaannya yang belum sempurna mengolah makanan padat.

 

Referensi: Cleveland Clinic

Baca juga:

Waspada! Ini Bahaya Memberi Makanan pada Bayi Sebelum 6 Bulan

Cerita mitra kami
3 Mitos dan Fakta Tentang Susu Anak yang Wajib Parents Tahu
3 Mitos dan Fakta Tentang Susu Anak yang Wajib Parents Tahu
10 Resep Camilan Sederhana dan Murah, Lengkap Ada Manis serta Gurih
10 Resep Camilan Sederhana dan Murah, Lengkap Ada Manis serta Gurih
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Nutrisi
  • /
  • "Nek, jangan beri aku nasi dan pisang, umurku baru 10 hari..."
Bagikan:
  • Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

    Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

  • 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

    5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

  • Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

    Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

  • 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

    5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti