Perjuangan bayi kembar terkecil, lahir prematur usia 23 minggu dengan berat 500 gram

Perjuangan bayi kembar terkecil, lahir prematur usia 23 minggu dengan berat 500 gram

Dokter sempat menyatakan, kesempatan bayi kembar prematur ini bertahan hidup hanya 10%.

Ketika melihat Rylea dan Robyn Comer saat ini, mereka tampak seperti pasangan bayi kembar lainnya. Sehat dan ceria. Namun, siapa sangka, mereka adalah pasangan bayi kembar prematur yang lahir dengan berat kurang dari satu kilogram.

Ryle dan Robyn lahir saat usia kandungan baru mencapai 23 minggu lebih 3 hari. Mereka dinyatakan sebagai bayi kembar terkecil di Inggris dan berhasil bertahan hidup serta tumbuh secara normal.

Robyn lahir dengan berat 0,5 Kg, dan Rylea lebih kecil lagi, hanya 0,4 Kg. Dokter menyatakan, kesempatan mereka bertahan hidup hanya 10%. Namun, secara ajaib, mereka tumbuh dengan sempurna.

bayi kembar prematur 6

Robyn dan Rylea, bayi kembar prematur yang lahir dengan berat kurang dari 1Kg.

Kini, Robyn dan Rylea berusia 9 bulan. Sang ibu, Claire Cunliffe mengaku dirinya sangat beruntung karena bisa menyaksikan keajaiban dari Tuhan dalam wujud kedua putrinya.

“Setiap kali mereka tersenyum padaku, aku harus mencubit diriku sendiri saking tidak percayanya mereka bisa bertahan hidup sampai hari ini. Ini adalah keajaiban, dan sekarang mereka tumbuh dengan sehat,” papar wanita berusia 41 tahun ini.

Jason Comer, pasangan Claire yang berusia 45 tahun juga dengan bangga juga mengatakan ia tidak sabar menyaksikan kedua putrinya tumbuh seperti anak normal lainnya. Hal ini sebelumnya tak pernah mereka bayangkan bisa terjadi.

Lahirnya bayi kembar prematur karena ibu terkena infeksi saluran urin

bayi kembar prematur

Pasangan bayi kembar prematur lahir dengan berat kurang dari 1Kg.

Awalnya, kehamilan Claire berjalan dengan lancar. Hingga ia mengalami infeksi urin pada usia kandungan 23 minggu. Claire pergi ke RS Bolton untuk memeriksakan diri. Saat itu dia sudah merasakan sakit di bagian punggung.

Sesampainya di rumah sakit, Claire justru mengalami kontraksi dan dokter tidak bisa menghentikan proses persalinan yang terjadi.

“Aku sangat terkejut saat mengetahui persalinan terjadi. Salah seorang dokter berkata bahwa kedua putriku hanya punya peluang hidup 10%, namun aku dan Jason ingin anak-anak kami diberi kesempatan. Sekecil apapun peluangnya,” kenang Claire.

“Kami hanya sempat melihat si kembar sebentar, sebelum mereka dibawa ke NICU. Mereka sangat sempurna, meski sangat kecil,” tambahnya.

Perjuangan bayi kembar prematur untuk bertahan hidup

bayi kembar prematur 3

Bayi kembar prematur yang lahir di usia kehamilan 23 minggu.

Setelah lima hari di rumah sakit, Claire diizinkan pulang, namun si kembar tetap harus dirawat di rumah sakit. Berat bagi Claire untuk pulang tanpa membawa kedua putrinya. Selama sebulan penuh, Jason dan Claire tidak bisa memeluk bayi mereka sama sekali.

“Rylea sempat mengalami penurunan berat badan, hingga badannya terlalu kecil untuk dipindahkan dari Inkubator. Sedangkan Robyn mengalami penurunan fungsi paru-paru juga mengalami penyakit bayi kuning.”

Di usia 3 bulan, Robyn berjuang menghadapi penyakit sepsis. Dokter mengatakan saluran pernapasannya menurun. Claire dan Jason sudah bersiap untuk hal terburuk yang bisa terjadi, namun untungnya kondisi Robyn kembali stabil berkat usaha keras dari dokter.

bayi kembar prematur 4

Pulang ke rumah

Akhirnya, pada tanggal 18 April, saat usia si kembar 4 bulan, mereka diperbolehkan pulang ke rumah. Namun masih harus menerima bantuan oksigen untuk bernapas. Perlahan-lahan kondisi mereka semakin membaik.

“Dokter percaya mereka akan tumbuh dengan sehat. Mereka menjalani tahapan tumbuh kembang yang normal seperti bayi lainnya. Mereka sudah bisa belajar duduk, bahkan tertawa,” kata Claire dengan bangga.

Kini, Robyn dan Rylea masing-masing memiliki berat 4 kg, dan sering menarik perhatian banyak orang. Kedua bayi itu begitu murah senyum, meski ukuran tubuh mereka tergolong kecil dibandingkan anak-anak seusianya. Semoga mereka sehat terus, ya…

bayi kembar prematur 6

Cara merawat bayi yang lahir prematur

Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, bayi yang lahir prematur tetap membutuhkan perawatan yang ekstra hati-hati setelah dibawa pulang ke rumah. Berikut adalah tips bagi Parents yang memiliki bayi prematur, agar si kecil tetap bisa tumbuh dengan sehat.

1. Metode kangguru

Metode ini dilakukan dengan cara skin-to-skin antara bayi dan orangtua. Berguna untuk menjaga panas tubuh bayi, meningkatkan kesehatan bayi dan ikatan dengan orangtua. Ayah dan Bunda dianjurkan untuk melakukannya sesering mungkin.

2. Memberi ASI

Bayi prematur sangat membutuhkan asupan nutrisi yang ada dalam ASI. Antibodi untuk menguatkan tubuhnya juga melindungi tubuh si kecil dari infeksi. Karena itu, usahakan untuk tetap menyusui bayi prematur.

Bila ASI susah keluar, atau si kecil susah melakukan pelekatan, cobalah untuk memompa ASI Anda dan berikan ASI dalam botol khusus untuk bayi prematur. Yang penting, jangan pernah menyerah untuk menyusui bayi prematur.

3. Menjauhkan bayi dari infeksi

Bayi prematur memiliki tubuh yang lebih rapuh dari bayi yang lahir genap bulan. Iapun lebih rentan terhadap infeksi. Sebab itulah, penting sekali menjaga kebersihan dan higienitas di sekitar bayi. Cuci tangan sebelum memegang bayi berlaku bagi siapapun yang ingin menggendongnya.

4. Waktu tidur

Bayi prematur membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur, namun biasanya ia hanya tidur dalam waktu singkat. Tempatkan ia dalam posisi telentang untuk menghindari risiko bayi mati mendadak.

5. Rutin memeriksakan bayi ke dokter

Hal ini dilakukan untuk memantau tumbuh kembang si kecil. Termasuk semua organ tubuh dan pancaindera. Dengan pemeriksaan rutin, apapun masalah yang terjadi dalam tumbuh kembang si kecil bisa diketahui sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera.

Jangan lupa, konsultasikan juga kemungkinan vaksin untuk bayi. Dan jenis vaksin apa saja yang perlu diberikan pada si kecil.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Mirror, Hellosehat

Baca juga:

Bayi kembar berpegangan tangan di dalam rahim untuk bertahan hidup

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner