Ibu ini berbagi kisah suka duka merawat bayinya yang lahir prematur

lead image

Merawat bayi prematur memang perlu penanganan khusus. Terutama selama dua tahun pertama kehidupan bayi, dan bila berat badannya kurang dari 1,4 kg.

Sebuah perjuangan tersendiri ketika ibu diharuskan melahirkan bayinya sebelum waktunya, atau secara prematur. Bayi yang kelahirannya sebelum mencapai usia kehamilan ke-37 mempunyai penanganan khusus untuk merawat bayi prematur. Hal ini karena ia lahir sebelum beberapa organnya tumbuh secara optimal.

Seperti halnya Yunriska Rona, seorang ibu yang setahun lalu melahirkan Lala, buah hatinya di usia kehamilan 36 minggu, lebih awal dari hari perkiraan lahir seharusnya.

“Hari Selasa, 5 September 2017 pukul 13.16, lahirlah bayi istimewa kami dengan tangisan melengking menandakan kuatnya dirinya, beratnya 1250 gram dan panjang 40 cm. Bayi prematur yang segera dilarikan ke ruang perawatan tanpa sempat saya lihat, tanpa sempat saya dekap,” tutur ibu yang akrab disapa Rona.

Rona bercerita, sebelum kelahiran Lala, yaitu di bulan ke-5 kehamilan, ia sempat divonis anemia. Karena hal ini, dokter sudah meresepkan zat besi serta vitamin yang dibutuhkan. Sedihnya, ketika memasuki minggu ke-33, Rona diduga mengalami Intra Uterine Growth Restriction (IUGR).

IUGR adalah sebuah kondisi ketika pertumbuhan bayi terhenti sebelum dilahirkan. Oleh karena hal ini bayi terlihat sangat kecil dan tidak memiliki pertumbuhan yang normal seperti pola pertumbuhan janin normal.

“Saat itu berat janin hanya 1250 gram. Kami dirujuk ke subspesialis fetomaternal dan diagnosa IUGR. Kami disarankan terminasi kehamilan (bayi dilahirkan) secepatnya,” ujar Rona.

Pada minggu ke-35 lebih 6 hari, berat janin hanya bertambah 25 gram walaupun Rona sudah mengkonsumsi makanan yang dianjurkan. Saat itu harapan untuk melahirkan normal dengan kondisi bayi yang sehat terasa semakin mustahil.

Ditambah kondisi detak jantung janin yang semakin melemah dan ditakutkan akan kekurangan oksigen serta jumlah air ketuban yang sudah mulai berkurang. Sehingga tepat pada minggu ke-36 operasi caesar darurat pun dilakukan.

Hari-hari pertama merawat bayi prematur

“Akhirnya tangis saya pecah saat menjenguk Lala pertama kalinya. Ia terlihat kesakitan. Lengannya penuh selang infus,” kata Rona ketika menjenguk Lala yang dirawat di inkubator dengan nasal kanul, selang sonde, selang infus dan alat elektrokardiografi.

Hari berikutnya, infusnya dipindah ke lengan satunya karena bocor. Tetapi, lanjut Rona, muka Lala tidak terlihat kesakitan lagi.

“Malah dia memamerkan senyumnya sambil bergaya seakan-akan berkata, Ibu, jangan lupa senyum, kayak Lala gini senyumnya. Jangan sedih, Lala di sini baik-baik aja, hanya menunggu pematangan organ kok Bu,” kata Rona.

 

Hal yang selalu Rona terapkan adalah sesedih apapun dia, ia tetap ceria saat menjenguk Lala. Ia biasanya menceritakan hal-hal indah dan menyemangati Lala sambil berdiri di samping inkubatornya, menahan rasa pegal di bekas operasi caesar di perutnya.

“Menceritakan aunty-aunty kece yang berdatangan dan memberikan kado untuk Lala. Menceritakan dr. Idham Amir, dokter Lala yang juga adalah dokternya cucu-cucu SBY. Menceritakan nenek yang datang dari kampung dan ingin sekali menggendong Lala. Dan menceritakan banyak cinta yang diterima Lala,” kisahnya.

Keesokan harinya, Lala sudah ditaruh di boks biasa dan pertama kalinya dipakaikan baju. Sebelumnya Lala hanya dipakaikan diapers dan bedong. Hanya baju semacam daster warna putih khas rumah sakit. Tapi itu saja lagi-lagi merupakan kabar bahagia buat Rona.

“Setidaknya anak kami sudah seperti bayi sehat pada umumnya. Karena melihat wajah asli Lala tanpa kabel dan selang itu saaaangat membahagiakan,” kisahnya.

Tips merawat bayi prematur

Merawat bayi prematur memang perlu penanganan khusus. Terutama selama dua tahun pertama kehidupan bayi, dan bila berat badannya kurang dari 1,4 kg.

Merawat bayi prematur tersebut, misalnya saja seperti kisah Rona yang bayinya harus di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan dirawat di rumah.

Bayi prematur biasanya diperbolehkan keluar dari perawatan rumah sakit apabila telah bisa menerima ASI tanpa bantuan pipa nasogastrik, berat badan naik dengan stabil, serta suhu tubuh yang tetap stabil di udara biasa.

Selama lima puluh tiga hari Lala dirawat di rumah sakit. Empat hari di Perina, 27 hari di NICU dan balik lagi 22 hari di Perina. Selama 53 hari itu Rona dan suaminya bolak-balik ke rumah sakit mengantarkan ASI. Sampai akhirnya, semua penantian akan berakhir.

“Setelah 53 hari yang terasa seperti berabad-abad lamanya, Lala pulang ke rumah, ke pelukan saya,” kata Rona.

Kebutuhan nutrisi untuk bayi prematur

Kebutuhan nutrisi pada bayi prematur adalah salah satu yang penting diperhatikan. Bayi prematur biasanya membutuhkan lebih banyak nutrisi agar bisa tumbuh sehat seperti bayi lainnya. Hingga usia bayi mencapai dua tahun, dia mungkin tidak tumbuh secepat bayi dengan berat badan normal.

Masalah medis bayi prematur

Terdapat beberapa masalah medis yang kemungkinan dialami bayi prematur. Berikut daftarnya:

  1. Retinopati Prematuritas. ROP adalah perkembangan abnormal pembuluh darah retina mata yang dijumpai pada bayi prematur akibat organ tubuh yang belum matang sempurna saat dilahirkan.
  2. Masalah pernapasan, sehingga mungkin memerlukan tambahan oksigen atau ventilator mekanik. Apnea tidur, atau jeda bernapas ketika tidur. Bilamana hal ini menimbulkan gangguan laju detak jantung bayi ataupun bayi jadi tampak membiru, bayi kemungkinan harus dirawat di rumah sakit.
  3. Risiko terkena infeksi, terutama akibat virus.

Yang harus dilakukan orangtua dalam merawat bayi prematur

Orangtua berperan penting dalam tumbuh kembang bayi prematur. Berikut yang harus Parents perhatikan:

  • Menjadi orangtua kangguru

Sebutan orangtua kangguru merupakan istilah untuk parents yang selalu/sering menggendong bayinya. Parents  bisa menggendong dengan memasukkan bayi langsung ke dalam bajumu atau menggunakan kain gendongan khusus agar kulitmu bersentuhan secara langsung dengan kulit bayi.

Lakukan dengan bergembira dan jangan takut menyakiti bayimu. Bayi akan mengetahui aroma tubuh, sentuhan, serta irama napas kita, yang pada akhirnya, dia akan selalu menikmati kedekatan denganmu.

  • Jadwal makan bayi

Awalnya, kebanyakan bayi prematur perlu disusui sebanyak 8-10 kali sehari. Hindari pemberian jeda dari waktu menyusui ke waktu menyusui selanjutnya lebih dari empat jam untuk mencegah bayi kekurangan cairan atau dehidrasi. Bila bayi menyusu dengan cukup, salah satu tandanya dapat terlihat dari bayi yang kencing sebanyak 6-8 kali sehari.

Kebanyakan dokter menyarankan untuk memberi asupan makanan padat pada bayi prematur sejak dia berusia 4-6 bulan terhitung setelah waktu lahir yang seharusnya. Jangan memaksakan memberi makanan padat karena bayi prematur membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mampu menelan.

  • Imunisasi atau vaksin

Imunisasi diperlukan untuk melindungi bayi dari serangan penyakit serius. Pada dasarnya, jadwal imunisasi bayi prematur sama dengan jadwal untuk bayi yang terlahir normal. Bedanya hanya pada vaksin hepatitis B.

Dokter juga mungkin menganjurkan pemberian vaksin flu pada bayi prematur ketika mencapai usia enam bulan. Tidak kalah pentingnya, anggota keluarga juga mungkin perlu mendapatkan vaksin flu untuk mencegah penularan flu kepada bayi prematur di rumah.

  • Jauhkan bayi dari orang yang sakit

Hal ini penting dilakukan untuk melindungi bayi dari risiko tertular virus oleh orang-orang di sekitarnya.

  • Jauhkan bayi dari tempat umum

Hal ini diperlukan selama minimal dua tahun pertama. Paparan asap kendaraan bermotor, asap pembakaran sampah, termasuk asap rokok pun wajib untuk dihindari karena paru-paru bayi prematur belum sempurna.

  • Perhatikan posisi tidurnya

Posisi tidur bayi harus dipastikan telentang, tidak miring, atau tengkurap. Hal ini bertujuan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak yang lebih umum terjadi pada bayi prematur dibandingkan pada bayi yang lahir sesuai waktunya.

 

Baca juga: 

Perjuangan bayi kembar terkecil, lahir prematur usia 23 minggu dengan berat 500 gram