Bayi perempuan 9 bulan ini mati lemas setelah jatuh dari tempat tidur

Bayi perempuan 9 bulan ini mati lemas setelah jatuh dari tempat tidur

Inilah mengapa tempat paling aman untuk bayi tidur adalah di boksnya sendiri, bukan di kasur orang dewasa.

Meskipun kesadaran untuk mempraktikkan tidur yang aman bagi bayi sudah sering kami sebutkan, namun masih saja ada orangtua yang membiarkan bayi mereka tidur di tempat tidur orang dewasa. Baru-baru ini terjadi kasus bayi jatuh dari kasur di sebuah apartemen di Tuen Mun, Hong Kong.

Seorang ayah berusia 31 tahun menceritakan kepada polisi bahwa putrinya secara tidak sengaja jatuh dari tempat tidur. Bayi 9 bulan ini ditinggalkan di tempat tidur orang dewasa .

Saat itu yang ada di rumah adalah ayah, kakek, dan seorang pembantu rumah tangga. Tampaknya, sang bayi terjatuh dari tempat tidur dan mendarat dalam posisi menghadap bawah ke kasur yang sengaja diletakkan untuk melindunginya.

Polisi mengira sang bayi mungkin tak bisa bernapas setelah ia gagal berguling. Saat ambulans datang, bayi perempuan itu sudah tidak sadarkan diri.

Bayi tersebut dinyatakan meninggal pada saat tiba di Rumah Sakit Tuen Mun.

Meskipun tak ada tanda-tanda bahwa kejadian ini disengaja, polisi menegaskan bahwa pemeriksaan postmortem masih akan dilakukan. Departemen Kesehatan setempat kemudian merilis sebuah pernyataan di sistus web mereka untuk mengingatkan semua orangtua tentang bagaimana menjaga keselamatan bayi saat tidur.

“Jangan pernah meninggalkan bayi (usia berapa pun) sendirian di atas alas ganti popok, meja, kasur orang dewasa, atau sofa”.

“Bila Anda sedang mengerjakan sesuatu sambil mengurus bayi, letakkkan bayi Anda dalam boksnya atau di playpen“.

Menjaga keamanan bayi saat tidur

bayi jatuh dari kasur 2

  • Selama tahun pertama, tempat paling aman untuk tidur adalah di dalam boks bayi dalam posisi terlentang. Bahkan jika ia berguling, ia tidak akan jatuh dari tempat tidur.
  • Bayi harus tidur di permukaan yang datar dan kokoh. Selalu usahakan tanpa bantal, kasur angin, kasur air, bantal, bahan lembut, atau sprei yang longgar.
  • Car seat dan gendongan tidak boleh menjadi pengganti tempat tidur bayi.
  • Tak perlu memaksa bayi tidur terlentang jika ia sudah bisa membalik badannya sendiri. Benda-benda seperti bantal, guling, selimut, atau gulungan handuk untuk membantu menahan bayi dalam posisi tertentu TIDAK boleh digunakan.
  • Pakaikan baju tidur berbentuk terusan (onesie) sehingga tak perlu menggunakan selimut lagi.
  • Jangan biarkan bayi tidur sendirian di tempat tidur orang dewasa, sofa, atau kursi. Ini untuk mencegah bayi jatuh dari kasur atau dari sofa.
  • Jangan tinggalkan botol susu dalam boks bayi Anda.
  • Pastikan bagian kepala dan kaki tempat tidur tidak memiliki celah terbuka yang dapat membuat kepala bayi terjebak.
  • Kasur harus berukuran pas dengan tempat tidur untuk menghindari kemungkinan anak terjepit di antara kasur dan tempat tidur.
  • Jangan letakkan boks bayi Anda di dekat gorden atau tirai karena berpotensi mencekik bayi Anda.

Apa yang harus dilakukan jika bayi jatuh dari kasur?

Artikel terkait: Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh

Jika bayi Anda secara tidak sengaja berguling dari tempat tidur dan menunjukkan tanda-tanda perdarahan atau tidak sadar, segera cari bantuan. Demikian juga ketika bayi Anda jatuh dengan posisi kepala lebih dahulu ke lantai yang keras, segera bawa bayi Anda ke rumah sakit.

Meski bayi Anda jatuh ke permukaan karpet yang lebih empuk, segera cek tanda-tanda cedera di kepala atau tubuhnya. Hubungi dokter anak jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

  • rewel
  • benjolan di kepala
  • terus mengusap-usap kepala
  • terlalu mengantuk
  • ada cairan berdarah atau kuning yang berasal dari hidung atau telinga
  • menangis menjerit-jerit
  • kehilangan keseimbangan
  • koordinasi yang buruk
  • pupil mata berukuran tidak sama
  • peka terhadap cahaya atau suara berisik
  • muntah

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Ibu ini mengingatkan risiko bayi jatuh dari tempat tidur bisa berakibat pada kerusakan otak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner