TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Balita di Semarang alami gangguan mata dan telinga akibat virus rubella

Bacaan 4 menit
Balita di Semarang alami gangguan mata dan telinga akibat virus rubella

Virus rubella memang termasuk ke dalam salah satu penyakit yang memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan rubella dapat terjadi kepada siapa saja, terutama anak-anak.

Virus rubella juga sering dikenal dengan istilah campak Jerman yakni sebuah infeksi virus akut yang dapat menular pada siapa saja. Meskipun penyakit jenis ini tergolong ke dalam penyakit yang ringan, namun tetap saja harus diwaspadai.

balita terkena virus rubella

Ayni dengan ditemani ibunya saat bermain mobil-mobilan. (foto: detikcom)

Seperti yang terjadi pada seorang balita di Semarang, Ayni Tiya Rahmadani berusia 2 tahun 3 bulan terserang virus rubella. Dampak virus tersebut, sekarang dia mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan.

Saat ditemui di rumahnya Dusun Krajan RT 02/RW 01, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Ayni tengah bermain di teras bersama ayahnya, Suryadi (33). Ketika itu, Ayni baru saja pulang dari terapi wicara di RSUP Dr Kariadi Semarang. Sekilas bila dilihat dari kejauhan, Ayni sama seperti anak pada umumnya yang seusianya.

Ibu Ayni, Siti Zakiyah (35), menuturkan, pada saat usianya baru satu bulan di retina mata sebelah kiri ada bintik-bintik putih. Untuk itu, kemudian diperiksakan di puskesmas dan disarankan agar memeriksakan di rumah sakit mata.

“Saat di rumah sakit mata, kami diberitahu kalau Ayni katarak. Kami dikasih tahu seperti itu, kaget dan disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di RS Kariadi Semarang,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa siang.

Untuk katarak, salah satu harus penangannya dilakukan operasi. Namun karena masih bayi, harus menunggu usianya bertambah. Sebelum menjalankan operasi katarak, dilakukan pemeriksaan laboratorium dan ketika Ayni berusia 3 bulan diketahui terserang virus rubella.

Semenjak diketahui terkena virus rubella tersebut, Ayni pun harus mendapatkan perawatan yang intensif. Selain itu, dilakukan pemeriksaan THT (Telinga Hidung dan Tenggorokan). Setelah memasuki usia 5 bulan dilakukan operasi katarak untuk mata sebelah kiri, kemudian pada usia 6 bulan dilakukan operasi katarak di mata sebelah kanan.

Dampak lainnya pun diketahui, saluran pembuluh darah yang menuju jantung bocor. Untuk itu, semenjak usia 6 bulan, Ayni harus minum obat untuk kesembuhan jantungnya. Selain itu, semenjak usia 8 bulan setiap Selasa dan Kamis, Ayni pun harus menjalani terapi di RSUP Dr Kariadi Semarang.

Adapun terapi yang dijalani meliputi fisioterapi, okupasi terapi dan terapi wicara. Untuk terapi ini pun masih berlangsung hingga sekarang. Sedangkan sekarang hanya terapi wicara setiap hari Selasa.

“Dulunya seminggu dua kali terapi pada Selasa dan Kamis. Sekarang tinggal seminggu sekali tiap Selasa terapi wicara,” katanya. Mereka berangkat terapi dari rumahnya pukul 05.00 WIB.

Selanjutnya, pada Agustus 2018 lalu, Ayni menjalani operasi kateterisasi jantung di RSUP Dr Kariadi Semarang. Dalam operasi ini sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Pada Agustus lalu, pemasangan kateterisasi jantung melalui selangkangan. Alhamdulillah operasinya berhasil, nanti 6 bulan tepatnya April 2019 harus kontrol lagi,” kata dia sambil matanya berkaca-kaca.

Virus rubella inipun berdampak pada pendengaran Ayni. Untuk itu, membeli sepasang alat bantu pendengaran sebesar Rp17 juta. Alat bantu pendengaran inipun setiap mandi dan tidur dilepas, kemudian setiap seminggu sekali harus diganti baterainya. Selain memakai alat bantu pendengaran, kini Ayni memakai kaca mata plus.

Dokter pun sempat menyarankan untuk memasang alat bantu pendengaran dengan implan dipasang dalam telinga. Namun hal tersebut tidak dilakukan karena biaya sampai Rp200 juta. Untuk itu, memilih membeli alat bantu pendengaran.

“Sepasang alat bantu pendengaran ini harganya Rp17 juta, BPJS sebesar Rp1 juta,” tuturnya.

Siti mengakui, jika sebelumnya sempat berjualan sembako. Namun seiring berjalannya waktu kini praktis hanya merawat putri keduanya. Bahkan saat musim kemarau kemarin, sempat berjualan es di depan rumahnya. Sedangkan, suaminya dulu bekerja sebagai sopir, namun sekarang bekerja serabutan.

Adapun untuk setiap harinya, Ayni susah makan. Untuk itu, tiap harinya minum susu sekitar 7-8 botol ukuran 150 mili liter. Selain itu, hingga sekarang setiap seminggu sekali tepatnya tiap Selasa harus menjalani terapi di RSUP Dr Kariadi Semarang.

“Kalau susu 800 gram itu hanya cukup untuk 4 hari,” kata dia.

“Harapan kami Ayni bisa mandiri, sehat, bisa mendengar dan bicara,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Pakde Ayni, Eko Haryanto (40).

“Harapan kami, Ayni diberikan kesembuhan bisa seperti anak-anak lainnya,” tuturnya lirih.

 

Sumber : Detik.com

 

Baca juga :

Rencana liburan ke Jepang? Wabah rubella sedang merebak, Bumil wajib waspada!

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

"Cukup anak saya yang jadi korban!" Pesan ibu terinfeksi Rubella saat hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theresia

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Balita di Semarang alami gangguan mata dan telinga akibat virus rubella
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti