TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Pilu! Diajak Ibu Menggemis, Anak 2 Tahun Meninggal dalam Gendongan

Bacaan 4 menit
Pilu! Diajak Ibu Menggemis, Anak 2 Tahun Meninggal dalam Gendongan

Tragis, seorang balita meninggal saat diajak ibunya mengemis. Apa yang sesungguhnya terjadi pada bayi malang tersebut?

Balita meninggal saat diajak ibu mengemis menjadi peristiwa memilukan yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu.

Kejadian ini lantas mendapat sorotan, mengapa sang ibu mengajak anaknya meminta-minta? Mengapa pula ia sampai tak menyadari jika anaknya sudah tak bernyawa?

Untuk mengetahui detil peristiwa nahas tersebut, inilah sederet fakta yang berhasil dihimpun theAsianparent dari berbagai sumber. Simak ulasan lengkapnya ya.

Balita Meninggal Saat Diajak Ibu Mengemis Sudah Lama Sakit

balita meninggal saat diajak ibu mengemis

Diwartakan bahwa seorang ibu yang berinisal NA (32) tengah menggendong sang anak sambil meminta- minta di sekitaran pasar Bantar Gebang, pada Kamis (26/11/2020).

Melansir Kompas.com, di tengah aktivitas meminta-minta, Astuti baru sadar bahwa putranya AS (2) sudah tak bergerak sama sekali.

“Jadi dia (sang anak) digendong sama ibunya dalam keadaan sakit. Digendong ibunya lagi minta-minta terus ibunya enggak tahu kalau anaknya sudah meninggal,” kata Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing.

Sadar anaknya tak bergerak lagi, NA sempat membawa ke klinik terdekat. Ketika diperiksa, anak itu dinyatakan meninggal dunia.

Erna mengatakan anak malang ini memang sebelumnya sudah menderita sakit. Namun pihak kepolisian belum memastikan penyakit apa yang diidap sang anak.

“Yang dapat kami pastikan tidak ada tanda-tanda luka kekerasan dari tubuh korban,” tutup Erna.

Artikel terkait: Keluarga Rohingya ini mengemis di Kuala Lumpur demi obati anaknya

Balita Meninggal Saat Diajak Ibu Mengemis, Tidak Pernah Diimunisasi

balita meninggal saat diajak ibu mengemis

NA dan suami diketahui hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Perempuan berusia 32 tahun itu juga tak memperhatikan perawatan dan kondisi kesehatan anak semata wayangnya.

Sudah dua tahun semenjak tinggal di kontrakan kawasan RW 07, Kelurahan Bojong Menteng, Kota Bekasi, anaknya belum juga diimunisasi. Hal tersebut dikatakan Nurlela selaku tetangga NA saat ditemui di kediamannya, Rabu (2/11/2020).

“Enggak pernah diimunisasi. Saya kan kader Posyandu, kalau kita datang ke rumah, ya, langsung ngunci pintu. Sekali pun enggak pernah diimunisasi anaknya,” kata Nurlela.

Nurlela tak tahu pasti alasan NA melakukan hal tersebut. Namun, menurut Nurlela, NA dan suami memang jarang bersosialisasi dengan tetangga.

Masih menurut Nurlela, buah hati NA memang sejak lama sudah sakit. Kondisi fisik sang anak semakin parah sehingga membuatnya tak bisa berjalan walau sudah berusia dua tahun. Namun, penanganan yang kurang baik dari orangtua juga disebut membuat kondisi sang anak terbengkalai dan kian memburuk.

Artikel terkait: Dianggap sebagai ancaman kesehatan global, apa sih bahaya tidak imunisasi anak?

Ibu Alami Gangguan Jiwa

Pilu! Diajak Ibu Menggemis, Anak 2 Tahun Meninggal dalam Gendongan

Belakangan terungkap bahwa NA merupakan orang dengan gangguan jiwa. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Kota Bekasi Veny Dwi saat dikonfirmasi, Selasa (2/12/2020).

“Kemarin hasil assessment (diketahui) dia orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tapi masih taraf ringan. Jadi mau kami rujuk ke RSJ Marzukir Mahdi Kota Bogor,” kata Veny.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Bekasi terungkap bahwa NA sudah mengalami gangguan jiwa sejak kecil. Kondisi itu terus berlanjut hingga NA beranjak dewasa dan berkeluarga.

Dalam kesehariannya, NA hidup bersama seorang suami yang bekerja sebagai juru parkir dan buah hatinya yang kini sudah meninggal.

Saat ini pihak Dinsos tengah melakukan persiapan guna merujuk NA ke RSJ Marzukir Mahdi guna mendapat perhatian lebih lanjut mengenai gangguan kejiwaannya.

“Hari ini kami persiapkan syarat-syaratnya, kami hanya membuat rekomendasi,” kata Devy.

Waspadai Gangguan Mental pada Orang Terdekat

Pilu! Diajak Ibu Menggemis, Anak 2 Tahun Meninggal dalam Gendongan

Parents, perlu disadari bahwa gangguan mental atau psikologis dapat dialami siapapun, bahkan keluarga terdekat. Karena jenis gangguan ini tidak terlihat secara nyata seperti halnya sakit fisik, seringkali gangguan mental tak disadari sehingga orang dengan mental illness tidak mendapatkan penanganan yang semestinya.

Seseorang yang mengalami masalah mental juga tidak serta merta bisa mendapatkan label gila.  Faktanya, masih sering terdapat salah kaprah tentang hal ini. Gangguan mental itu ada bermacam-macam tingkatannya, termasuk di antaranya gangguan kepribadian, gangguan cemas, depresi, hingga yang paling parah.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Pertanyaannya, kapan kita harus bersikap waspada dan mencurigai adanya gangguan mental pada seseorang? Indikator paling kentara dan mudah dideteksi adalah pada perilaku orang bersangkutan. 

Seseorang yang mengalami gangguan jiwa bisa menunjukkan gangguan psikologis yang bervariasi dan dapat memburuk seiring waktu. Tanda psikologisnya, di antaranya rasa pesimis, sikap negatif terhadap orang lain dan kehidupan, sering menyalahkan diri sendiri, merasa menyesal, bahkan adanya keinginan untuk bunuh diri.

Jika Parents menemukan sejumlah gejala masalah mental pada orang terdekat, bantu ia dengan memberikan perhatian lebih dan ajaklah untuk menemui tenaga profesional. Sejumlah puskesmas saat ini sudah dilengkapi dengan psikiater.

Baca juga:

Ibu yang Mempunyai Gangguan Mental Tetap Bisa Punya Anak, Asal …

5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil yang Membahayakan Ibu dan Janin

Anak rentan alami gangguan kesehatan mental, orangtua jadi salah satu pemicunya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Pilu! Diajak Ibu Menggemis, Anak 2 Tahun Meninggal dalam Gendongan
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti