TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Mengharukan, Anak Autis Bertemu Adik Bayi Pertama Kalinya

Bacaan 4 menit
Mengharukan, Anak Autis Bertemu Adik Bayi Pertama Kalinya

Selama 6 bulan, anak autis ini dilatih agar dapat menerima kehadiran adik barunya. Hasilnya sangat mengharukan kedua orangtuanya.

Tyler, 2 tahun, didiagnosis mengalami autisme sejak usia 9 bulan. Seperti yang kita ketahui, anak autis biasanya tidak memiliki interaksi yang baik dengan lingkungan sekitarnya.

Saat tahu akan punya adik, keluarganya melatih anak autis itu untuk dapat menerima kehadiran adik bayinya. Selama 6 bulan, ia dilatih dengan bantuan boneka bayi.

Tyler juga mengidap lambat bicara. Ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang diajarkan neneknya. Menurut informasi di Youtube yang menjelaskan video ini, salah satu ciri autisme terlihat saat Tyler berlari dengan ujung jari kakinya.

Lihatlah bagaimana reaksi Tyler saat pertama kali bertemu adik bayinya. Ternyata ia bisa bereaksi sama dengan anak lainnya. Ia bisa mengungkapkan rasa sayang kepada adiknya. Rasa harupun memenuhi hati orangtua nya saat itu.

 

 

Baca juga:

Seorang ayah ungkapkan 7 tanda anak autis yang wajib Parents ketahui

 

 

Autisme merupakan gangguan perkembangan pada anak, yang menyebabkan kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi anak terganggu. Penyebab anak terlahir autis paling besar karena faktor genetik dan lingkungan. Misalnya paparan asap rokok, efek samping obat-obatan serta gaya hidup tidak sehat si ibu saat hamil. Gejala autisme tiap anak berbeda, biasanya dicirikan 3 hal utama yaitu kesulitan komunikasi, gangguan sosial dan gangguan perilaku.

Mengenal Ciri-ciri Autisme

Anak penderita autisme sering mengalami kesulitan bicara, menulis, membaca dan memahami bahasa isyarat. Hal ini kemudian membuat si anak sulit untuk membuat percakapan, serta memahami maksud dari perkataan lawan bicara. Tidak jarang pasien autisme hanya mengucapkan satu kata yang berulang, tertutama yang beberapa waktu lalu didengarnya. Bahkan saat mengucapkan satu kata, nada yang terdengar sering tantrum mirip bersenandung.

anak autis pada anak lain

Kesulitan pasien autis lainnya ialah sulit untuk bersosialisasi. Anak autis sering kali terlihat asyik dengan dunianya sendiri, menghindar dari kerumunan orang-orang. Akibatnya sulit bagi anak terhubung dengan orang-orang sekitarnya. Terkadang anak penderita autisme terlihat kurang responsif, cenderung sensitif terhadap perasaan sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu banyak dari mereka yang tidak mudah berteman, dan tidak memiliki perkumpulan sebaya.

Ciri autisme yang terakhir ialah ganggungan perilaku, yang kerap kali ditunjukkan di tempat umum. Anak akan mudah marah, menangis atau tertawa tanpa alasan yang jelas. Beberapa anak malah hanya menyukai konsumsi makanan tertentu. Melakukan tindakan atau gerakan tertentu secara berulang, seperti mengayun atau memutar-mutarkan badan. Parahnya sampai melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri,seperti membenturkan kepala ke dinding.

Berinteraksi dengan Penderita Autisme

Individu yang memiliki autisme memang lemah dalam berinteraksi sosial. Banyak orang awam yang menganggapnya sebagai pribadi yang aneh, sehingga sering dijauhi oleh komunitas. Namun bukan berarti pasien autis tidak bisa diajak berkomunikasi sama sekali, ada cara berinteraksi tersediri. Ada teknik psikologi untuk membuat bahan obrolan dengan penderita autisme, dan intonasi suara yang dihasilkan untuk berkomunikasi.

anak autis anak autism-spectrum-disorder anak autis

Pertama dengan menyebutkan nama merka secara lengkap. Hal ini karena pada anak berkebutuhan khusus, memanggil nama mereka dengan lengkap agar mendapat perhatian lebih. Setelah itu membahas topik spesifik dan jelas, dengan intonasi pelan-pelan dalam bicara dan tidak loncat-loncat dari topik. Saat bicara lakukan kontak mata secukupnya agar membuat Ia nyaman. Hindari memberi banyak sentuhan dan mengobrol di tempat bising.

Kisah Anak dengan Autisme yang Berinteraksi dengan Adiknya

Seorang anak bernama Tyler didiagnosis menderita autisme sejak usia 9 bulan. Ia sulit berkomunikasi dengan lingkungannya, seperti gangguan sosial pada umumnya. Tyler tidak memiliki teman sebaya, bahkan saat tahu akan mempunyai seorang adik keluarganya melatih komunikasi anak autis tersebut. Tujuannya agar Tyler dapat menerima kehadiran adik bayinya, dan mampu berinteraksi dengan si adik.

anak autis ini sayang adiknya

Selama 6 bulan dilatih dengan bantuan boneka bayi, karena mengidap lambat bicara Ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang diajarkan neneknya. Dalam video tersebut menjelaskan betapa Tyler sangat senang bertemu dengan adiknya. Perlahan ketakutan untuk berkomunikasi sudah mulai memudar, yang ada Ia terlihat luwes menunjukkan bahwa Ia sangat menyayangi si adik.

Penderita autisme bukan untuk dihindari, presepsi masyarakat tentang autisme sangat salah. Bahkan mereka menjudge bahwa kelompok autisme adalah kumpulan orang aneh, bahkan tidak sedikit yang menyetarakan dengan sakit jiwa. Padahal autisme tidak selamanya buruk, beberapa anak memiliki kecerdasan dan kelebihan di bidang tertentu. Tergantung bagaimana orang tua mengarahkan kemampuan yang dimiliki anak, dan menstimulasi dengan baik.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Theva Nithy

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Mengharukan, Anak Autis Bertemu Adik Bayi Pertama Kalinya
Bagikan:
  • 5 Ciri-ciri Balita yang Mau Punya Adik dan Sudah Siap Jadi Kakak

    5 Ciri-ciri Balita yang Mau Punya Adik dan Sudah Siap Jadi Kakak

  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 5 Ciri-ciri Balita yang Mau Punya Adik dan Sudah Siap Jadi Kakak

    5 Ciri-ciri Balita yang Mau Punya Adik dan Sudah Siap Jadi Kakak

  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti