Waspada! Daging ayam kemasan mengandung bakteri salmonella berbahaya

lead image

Kasus korban meninggal akibat infeksi bakteri salmonella terjadi, hal ini membuat badan kesehatan pangan mewanti-wanti konsumen agar waspada.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika (Centers for Disease Control ) pada akhir Agustus lalu mempublikasikan hasil investigasi yang cukup mengejutkan. Dalam hasil investigasi yang mereka rilis, dinyatakan bahwa satu orang meninggal dan 16 lainnya jatuh sakit akibat infeksi bakteri salmonella. 

Kasus infeksi salmonella tersebut terjadi setelah para korban mengonsumsi daging ayam. Setelah diselidiki, daging ayam yang mereka konsumsi merupakan daging ayam kemasan yang banyak dijual di swalayan, terutama merek Empire Kosher.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/daging ayam beku.jpg Waspada! Daging ayam kemasan mengandung bakteri salmonella berbahaya

Kasus infeksi salmonella akibat konsumsi daging ayam kemasan ini korbannya tersebar di beberapa negara bagian Amerika. Seperti New York, Pennsylvania, Virginia dan Maryland. Di New York, delapan orang dilarikan ke rumah sakit dan salah satunya meninggal dunia karena infeksi ini. 

Dari 17 korban yang diwawancarai, mereka mengaku mengonsumsi daging ayam kemasan sebelum jatuh sakit. Hal ini tentu saja membuat departemen kesehatan pangan setempat memberikan peringatan pada semua produsen makanan untuk memperhatikan faktor kesehatan para konsumen.

Mereka juga menganjurkan agar memasak makanan dengan benar sebelum dimakan untuk menghindari infeksi.

Pihak perusahaan pemilik merek Empire Kosher sendiri telah memberikan pernyataan resmi, bahwa pihaknya selalu memastikan faktor keamanan produknya untuk dikonsumsi pembeli. Mereka mengatakan, kualitas produknya selalu dijaga selama 80 tahun perusahaan tersebut berjalan. 

Apa itu bakteri salmonella?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/salmonella 1537252009.jpg Waspada! Daging ayam kemasan mengandung bakteri salmonella berbahaya

Bakteri salmonella adalah salah satu jenis bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan sakit. Penyakit yang disebabkan bakteri ini disebut salmonellosis.

Bakteri salmonella berinkubasi selama 12 hingga 72 jam dalam tubuh. Dalam masa ini, orang yang terinfeksi salmonella akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mual, muntah, dan mencret
  • Diare
  • Kram perut
  • Demam
  • Badan menggigil
  • Darah di dalam kotoran

Penyakit salmonellosis bisa ditangani dengan obat diare dan antibiotik. Biasanya, gejala infeksi bakteri salmonella akan hilang sendiri setelah 2-3 hari. Pengobatan dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Tapi, bila gejalanya tampak mengkhawatirkan, segeralah hubungi dokter.

Dari data lembaga CDS, bakteri salmonella telah menyebabkan sekitar 1,2 juta penyakit, 23.000 orang masuk rumah sakit, dan 450 kematian setiap tahun di Amerika Serikat. Kebanyakan infeksi salmonella berawal dari makanan, namun infeksi juga bisa terjadi dari kontak dengan hewan jenis burung dan reptil, atau kotoran hewan peliharaan.

Mencegah infeksi bakteri salmonella terjadi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/bacteria 1537252933.jpg Waspada! Daging ayam kemasan mengandung bakteri salmonella berbahaya

Menurut lembaga keamanan pangan Australia, 10 makanan berikut ini sering menjadi penyebab umum terjadinya keracunan makanan akibat bakteri yang terkandung di dalamnya.

  • Daging unggas
  • Telur
  • Sayuran dan daun berwarna hijau
  • Susu murni tanpa dipasteurisasi
  • Keju
  • Tauge
  • Seafood
  • Daging deli (daging olahan)
  • Buah-buahan

Bila salah satu atau beberapa makanan di atas sering menjadi menu harian keluarga, maka Bunda disarankan untuk sangat teliti dalam menyimpan dan mengolah makanan-makanan tersebut.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/ayam beku.jpg Waspada! Daging ayam kemasan mengandung bakteri salmonella berbahaya

Hal yang harus dilakukan di antaranya:

  • Memasak hinga benar-benar matang, terutama daging unggas, telur, daging olahan, dan kecambah seperti tauge. Karena bisa jadi makanan ini mengandung bakteri yang bisa bertahan hidup walau dipanaskan.
  • Mencuci buah dan sayur hingga bersih sebelum membiarkan anak memakannya, terutama bila tidak dimasak dulu.
  • Mencuci bekas peralatan masak sampai bersih, terutama setelah masak makanan berbahan daging. Kalau perlu memakai sabun anti bakteri.
  • Hindari memberi makanan bayi berupa telur setengah matang, mayones atau mentega.
  • Simpan makanan di bawah suhu 5 derajat celcius, terutama keju, telur, daging olahan, seafood dan nasi.
  • Hindari memberi anak susu yang belum dipasteurisasi, karena bisa mengandung bakteri yang dapat menyebabkan anak sakit.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

 

Sumber: Housekeeping, Cleanipedia

Baca juga: 

Bayi terinfeksi bakteri Salmonella akibat makan sushi, peringatan bagi orangtua!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.