Waspada, bakteri ini bisa sebabkan keguguran, bumil wajib tahu!

Waspada, bakteri ini bisa sebabkan keguguran, bumil wajib tahu!

Bisa menyebabkan keguguran, Bumil harus waspada pada bakteri listeria monocytogenes.

Berbeda dengan bakteri E.Coli dan salmonella enterica yang menyebabkan diare, bakteri listeria monocytogenes mungkin masih asing di telinga. Namun, Parents perlu mengetahui bahaya bakteri listeria monocytogenes, khususnya bagi bumil.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, bakteri listeria monocytogenes merupakan bakteri gram-positif yang kemungkinannya 1 hingga 10 persen terdapat di dalam usus manusia. Penting untuk diketahui bahwa keberadaan bakteri yang satu ini tidak bisa disepelekan atau dianggap remeh.

Bahkan, orang sehat sekali pun berisiko terinfeksi bakteri ini. Salah satu bahaya bakteri listeria monocytogenes yang perlu diketahui adalah bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang dewasa, terlebih lagi bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. 

Kondisi seseorang jika terinfeksi bakteri listeria monocytogenes dinamakan listeriosis. Apabila seseorang mengalaminya, akan ada beberapa gejala yang akan muncul yaitu seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare.

Artikel terkait : Ibu hamil terinfeksi cacing kremi, bahayakah bagi janin?

Faktanya, bakteri listeria monocytogenes ini merupakan salah satu penyebab penyakit serius dengan tingkat kematian sekitar 20 hingga 30 persen. Dari tingkat kematian tersebut, sekitar 25 hingga 50 persen adalah bayi yang baru lahir.

Sementara itu, untuk ibu hamil, bahaya bakteri listeria monocytogenes tak kalah mengerikan. Hal ini diungkapkan dr. H. M. Subuh, MPPM, yang dijelaskan melalui situs Depkes, bahwa infeksi listeria dapat menyebabkan keguguran.

Bahaya bakteri listeria monocytogenes untuk ibu hamil

Bahaya bakteri listeria monocytogenes

Center of Disease Control (CDC) juga menyebutkan bahwa ibu hamil memiliki risiko yang lebi besar terinfeksi listeria daripada orang dewasa sehat yang tidak hamil, bahkan kemungkinannya 20 kali lebih besar. Diperkirakan jumlah kasus listeria pada ibu hamil yaitu sekitar 17%.

Umumnya, gejala listeria pada ibu hamil dapat muncul 2 hingga 30 hari setelah terkena paparan. Gejala yang sering muncul yaitu flu ringan, sakit kepala, nyeri otot, demam, mual, dan muntah.

Infeksi listeria ini bisa terjadi kapan saja selama kehamilan. Namun, paling sering terjadi selama trimester ketiga, di mana sistem kekebalan tubuh mulai tertekan.

Walaupun gejala yang muncul terlihat sepele, tapi jangan sampai diabaikan. Seperti yang dikatakan oleh dr. Subuh, infeksi listeria dapat menyebabkan ibu hamil keguguran, menyebabkan teradinya infeksi pada bayi yang baru lahir, hingga bayi lahir mati. 

Sekitar 22% kasus listeria pada ibu hamil menyebabkan kematian bayi baru lahir. Tak hanya itu, kemungkinan lahir prematur pun dapat terjadi pada ibu hamil yang terkena infeksi listeria. 

Jika bumil telah terinfeksi, maka bayinya yang lahir pun berisiko terinfeksi. Sayangnya, gejala pada bayi yang baru lahir sering tidak terlihat. Namun, beberapa tandanya, yaitu mudah marah, demam, dan tidak mau makan.

Sumber penyebaran bakteri listeria monocytogenes

Salah satu kewajiban ibu hamil tentu saja terkait menjaga nutrisi untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang janin. Tak mengherankan, dokter kandungan selalu mengingatkan agar bumil selalu menjaga asupan.

Nyatanya, bakteri listeira monocytogenes sering kali bersumber dari makanan yang telah terkontaminasi. Misalnya, dari pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian.

Pada pemilihan makanan, penularan bakteri ini bisa terjadi pada produk mentah, seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang tepat, keju, sayuran mentah, es krim. Kemudian, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah, semua daging mentah, ikan mentah atau ikan asap.

Saat mengolah makanan juga dapat menyebarkan bakteri listeria,  pada saat mengolah makanan dengan menggunakan alat masak yang telah terkontaminasi bakteri listeria.

Oleh karena itu, penting bagi bumil untuk memastikan asupan makanan telah diolah dengan baik dan sudah matang.

Cara mengatasi infeksi bakteri listeria monocytogenes

Selama hamil, listeria dapat diobati menggunakan antibiotik. Namun, untuk lebih pasti dan aman, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Bun, itulah informasi terkait bahaya bakteri listeria monocytogenes pada ibu hamil. Semoga bermanfaat.

Referensi : Depkes dan American Pregnancy Association

Baca juga :

Hati-hati bakteri listeria dalam melon, 4 orang meninggal terjangkit listeriosis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner