Bagaimana Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak Dengan Baik

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Menjelaskan perceraian pada anak bukanlah hal mudah, Anda harus bisa berbicara dengan hati-hati agar anak tidak salah mengerti.

Perceraian bukanlah hal yang mudah bagi pasangan yang mengalaminya, terutama bagi mereka yang memiliki anak. Pikiran anak yang masih lugu belum bisa memahami mengapa kedua orangtuanya tidak bisa bersatu lagi. Andapun merasa kesulitan untuk menjelaskan perceraian pada anak.

Dilansir dari theindusparent.com, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membantu Anda menjelaskan perceraian pada anak dan menghadapi konsekuensi yang ditimbulkan pada anak.

1. Kurangi dampak merusak pada anak

Saat perceraian sudah diambang mata, Anda dan pasangan cenderung lebih sering berdebat bahkan bertengkar. Usahakan agar anak tidak menyaksikan pertengkaran Anda.

Melihat kedua orangtua bertengkar akan berdampak buruk pada psikologis anak. Karenanya, pastikan bahwa anak Anda sedang berada di tempat lain atau sedang tertidur jika Anda dan pasangan mulai berargumen.

2. Kenali perilaku anak yang tak biasa

Saat anak sadar orangtuanya akan berpisah, dia cenderung menjadi pendiam, kemudian marah-marah bahkan menangis tanpa alasan jelas.

Hal ini disebabkan oleh ketegangan yang terjadi pada kedua orangtuanya. Berusahalah untuk mengurangi beban emosional yang dirasakan oleh anak dengan mengajaknya berbicara

3. Bantu anak melampiaskan apa yang ia rasakan

Ketika anak mulai menunjukkan perilaku emosional, bicaralah dengannya dan tanyakan apakah dia merasa sedih atas sesuatu, atau apakah dia ingin menangis.

Membantu anak mengungkapkan perasaan lewat tangisan bisa mengurangi ketegangan emosional yang ia alami. Karena jika terus dipendam, akibatnya bisa lebih buruk bagi anak.

4. Jelaskan situasinya dengan kalimat sederhana

Berusahalah jujur pada anak Anda melalui kalimat sederhana yang bisa dimengerti olehnya. Katakan bahwa ayah dan ibunya kadang bertengkar seperti halnya ia bertengkar dengan temannya.

Pastikan Anda juga memberitahunya bahwa ayah dan ibu selalu menyayanginya dan sangat bahagia dengan keberadaannya. Kemudian jelaskan bahwa ayah dan ibu akan memiliki dua rumah, dan keduanya adalah rumah untuk sang anak.

5. Tegaskan bahwa dia bukan alasan orangtua bercerai

Memastikan bahwa anak memahami bahwa dia bukanlah alasan ayah dan ibunya tak bisa bersama lagi adalah hal yang paling penting. Hal ini untuk mencegah anak merasa bersalah dan merasa dirinya tak berharga.

Perceraian memiliki dampak yang besar dalam kehidupan anak. Baca: Dampak Perceraian Bagi Anak. Karena itu Anda harus memastikan psikologis anak tetap terjaga setelah melihat kedua orangtuanya bercerai.

Berusahalah untuk terlihat rukun dan bersahabat di depan anak meskipun Anda dan pasangan sudah berpisah, dan luangkan lebih banyak waktu untuk bersama anak agar dia tidak merasa kekurangan perhatian dari orangtuanya meski telah bercerai.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog anak bagaimana cara yang tepat mengasuh anak setelah perceraian terjadi. Semoga tips ini bermanfaat ya, Parents.

 

 

Baca juga:

Mengapa Azka Corbuzier Lebih Bahagia setelah Orangtuanya Bercerai?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting