TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kemendikbud: "Jangan paksa anak PAUD-TK belajar calistung."

Bacaan 3 menit
Kemendikbud: "Jangan paksa anak PAUD-TK belajar calistung."

Kemendikbud himbau agar anak PAUD-TK tidak dipakasakan belajar baca, tulis dan hitung (calistung). Berikut alasannya, Parents!

Orangtua akan sangat bangga saat anak mereka telah memiliki kemampuan baca, tulis dan hitung (calistung) pada usia dini. Oleh sebab itu, banyak orangtua telah membiasakan anak balita mereka belajar calistung di rumah, dan di sekolah (Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak ). Namun, apakah hal ini meruapakan tindakan yang tepat?

Kemendikbud himbau agar anak PAUD-TK tidak dipaksa belajar calistung

Kemendikbud: Jangan paksa anak PAUD-TK belajar calistung.

Dilansir dari Media Indonesia, DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen PAUD dan Dikmas-Kemendikbud) meminta pelaksana satuan pendidikan setingkat PAUD atau TK tetap menggunakan pendekatan pra-literasi dan pra-membaca kepada para peserta didiknya.

“Anak-anak usia PAUD atau TK janganlah dipaksakan untuk dapat membaca, menulis dan berhitung atau calistung. Bukannya dilarang. Namun pendekatan seusia mereka berbeda yakni dengan pendekatan praliterasi dan pramembaca,“ kata Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar.

Harris menjelaskan bahwa, pada dasarnya anak memiliki 8 kecerdasan yakni linguistik, logika dan matematika, intrapersonal, interpersonal, musik, spasial, kinetik, dan naturalis.

Dengan banyaknya kecerdasan dasar anak, orangtua memiliki tugas untuk mencermati dan memperhatikan semua kecerdasan tersebut, dan tidak terpaku dengan salah satu kecerdasan saja.

Artikel terkait: Masuk TK atau Kursus Calistung saja, ya?

Kemendikbud: Jangan paksa anak PAUD-TK belajar calistung.

Harris mengimbau para orangtua untuk tidak terlalu khawatir jika anaknya belum mampu calistung saat mereka balita. Apalagi jika sampai memaksakan anak menguasai calistung agar anak bisa diterima di sekolah.

“Kecerdasan anak bukan logika dan matematika saja. Kita amati kecerdasan dalam spasial dan musik itu kan kodratnya luar biasa. Kasihan kalau anak dipaksakan, tertutup nanti kecerdasannya yang lain,” cetusnya.

Harris juga mengutarakan bahwa, jika anak dipaksakan menguasai kemampuan baca tulis hitung sejak usia dini, dikhawatirkan kemampuan kognitif mereka akan menurun drastis saat duduk di kelas 3 atau kelas 4 SD. Di sisi lain, memaksakan anak agar dapat calistung saat masih usia dini juga dapat menghambur-hamburkan uang dan dapat merusak mental mereka.

“Buat apa kita membuat PAUD jika anak tanpa disadari akan dirusak. Lebih baik tidak usah ke PAUD saja, ini saya anjurkan daripada memaksakan calistung di PAUD,” pungkas Harris.

Artikel terkait: Pendidikan Anak Usia Dini = Belajar Calistung Sejak Dini?

Berapa usia yang tepat untuk anak belajar baca tulis hitung?

baca tulis hitung

Dilansir dari Web MD, anak-anak mungkin boleh mulai belajar membaca, menulis dan menghitung pada usia 6 tahun (kelas satu sekolah dasar).

Anak-anak 6-10 tahun belajar membaca dengan cara:

  • Belajar mengenal alfabet pada kelas satu
  • Mengingat nama dan suara semua huruf besar dan kecil pada kelas dua
  • Membaca secara mandiri dan lancar saat kelas tiga.

Anak-anak 6-10 tahun belajar menulis dengan cara:

  • Menulis huruf konsonan di kelas satu
  • Sudah mampu menulis dengan jelas dan mudah pada kelas satu
  • Menulis cerita dengan karakter, aksi, latar, dan sedikit detail di kelas dua.

Anak-anak 6-10 tahun belajar matematika dengan cara:

  • Menghitung dan memahami angka
  • Memahami jumlah seperti berapa banyak item dalam satu wadah
  • Mengidentifikasi bentuk dasar seperti kotak dan segitiga pada kelas satu
  • Mengetahui waktu dan jumlah uang pada kelas dua
  • Memahami pecahan pada kelas empat.

Semoga kebijakan ini bisa segera diterapkan dalam kurikulum pendidikan, supaya anak usia PAUD dan TK bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dengan bermain sepuasnya.

Semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga:

Kapan usia ideal anak belajar membaca? Ini pendapat ahli dan lakukan 5 stimulasi ini

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Nia Lara Sari

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kemendikbud: "Jangan paksa anak PAUD-TK belajar calistung."
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti