TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Autis Terkait Erat dengan Proses Kelahiran Induksi?

Bacaan 3 menit
Autis Terkait Erat dengan Proses Kelahiran Induksi?

Autis pada anak meningkat dalam dua dekade terakhir. Metode kelahiran induksi dianggap sebagai penyebab hal ini. Benarkah?

Autis pada anak; benarkah disebabkan oleh metode kelahiran induksi?

Autis pada anak; benarkah disebabkan oleh metode kelahiran induksi?

Semakin sering saja kita mendengar beberapa teman yang bercerita tentang anaknya yang ternyata mengalami sindrom autis. Tentu tidak ada yang menginginkan ini terjadi, tetapi mengapa fenomena ini makin meningkat?

Banyak para ahli mengungkapkan bahwa autis terjadi karena faktor genetik dan lingkungan. Namun ternyata, ada penelitian menyebutkan bahwa anak cenderung mengalami autis karena proses kelahirannya dilakukan dengan metode induksi.

Autis Akibat Induksi, Fakta atau Mitos?

Peneliti Duke University di North Carolina, USA mempelajari lebih dari 625,000 kasus anak yang dilahirkan secara induksi. 5600 dari mereka mengalami autisme. Sisanya, mereka rentan menjadi anak autis, terutama laki-laki.

Para penelitian ini juga yakin bahwa pengaruh dari hormon yang disuntikkan pada sang ibu dapat mempengaruhi daya kerja otak bayi, selain berpengaruh pula pada komplikasi saat melahirkan. Apakah benar demikian? Bacalah lebih lanjut di halaman berikut.

Pola hidup sehat selama hamil mengurangi resiko sakit dan metode kelahiran induksi.

Pola hidup sehat selama hamil mengurangi resiko sakit dan metode kelahiran induksi.

Para peneliti tersebut yakin bahwa hormon oxytocin berpengaruh pada komplikasi saat melahirkan, serta perkembangan otak. Hormon sintesis dari Pitocin ini juga menambah tekanan pada janin, selain komplikasi saat melahirkan.

Hal ini sangat mengkhawatirkan karena metode induksi menjadi lebih sering digunakan pada dua dekade terakhir. Padahal sebenarnya, cara melahirkan dengan injeksi induksi harusnya digunakan apabila keadaan sangat mendesak, karena resikonya jauh lebih besar dari yang sebelumnya.

Di Indonesia, hingga kini belum ada data resmi tentang jumlah anak autis, karena banyak orang tua yang belum paham dengan kondisi ini, terutama mereka yang tinggal di pedalaman. Sebagai contoh saja, di RSJ Soeharto, tercatat 15 % anak autis dari 6600 anak yang berkunjung sepanjang Januari-Desember 2013. (Liputan6.com)

Autis Terkait Erat dengan Proses Kelahiran Induksi?

Di beberapa negara lainnya, penderita autis mencapai 30% dari mereka yang lahir melalui metode induksi. Hal ini memperkuat keyakinan para dokter, bahwa metode yang harusnya dapat menyelamatkan jiwa bayi ini ternyata menjadi pemicu terbesar penyebab autisme pada anak. Sulit ditemukan kasus di mana unsur genetik menjadi penyebab anak menjadi autis.

Setelah anggapan tersebut meresahkan banyak orang, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pada tanggal 21 April 2014 menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara induksi dan autisme (webmd.com).

ACOG berpendapat bahwa penelitian sebelumnya tidak mempertimbangkan berbagai faktor lainnya, sehingga hasilnya belum dapat membuktikan bahwa ada kaitan antara induksi dan autisme.

Walaupun demikian, ACOG menghimbau agar induksi hanya dilakukan bila perlu, karena sebagian besar induksi berujung pada operasi caesar.

Parents, untuk menghindari dan mengetahui lebih lanjut tentang induksi, bacalah beberapa informasi berikut ini:

5 Gerakan Senam Ibu Hamil untuk Mempermudah Persalinan

Persalinan dengan Induksi

 

 

 

Cerita mitra kami
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Tri Retnoningrum

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Autis Terkait Erat dengan Proses Kelahiran Induksi?
Bagikan:
  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

Layanan Pengaduan Konsumen

PT Tickled Audience Platform (theAsianparent Indonesia)

Kontak Kami Butuh bantuan? Klik.

Email kami: [email protected]

Hubungi kami: +62 21 50986309

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

WhatsApp: +62 853 1111 1010

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti