Kasus ART Kirim Video Anak Majikan sedang Mandi, Ini Cara Memilih ART yang Tepat

Kasus ART Kirim Video Anak Majikan sedang Mandi, Ini Cara Memilih ART yang Tepat

"Saya kaget sekali saat pertama kali ia mengirimkan foto anak bungsu saya sedang mandi dan dalam keadaan telanjang."

Memilih Asisten Rumah Tangga (ART) memang bukan perkara mudah. Jika sampai salah, taruhannya adalah keselamatan keluarga. Contohnya seperti yang terjadi di Singapura berikut ini. Seorang ART kirim video anak majikan sedang mandi berulang kali hingga membuat sang majikan geram. Alhasil, ia pun dilaporkan ke polisi dan kini sedang dalam penyelidikan. Bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi? Simak informasinya berikut ini. 

Kronologi Kasus ART Kirim Video Anak Majikan saat sedang Mandi

ART kirim video anak majikan lagi mandi

Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)

Seorang perempuan berusia 37 tahun melaporkan ART-nya ke kantor kepolisian Singapura setelah mendapati dirinya dikirimi video berulang kali oleh ART tersebut. Ia dikirimi video yang berisi rekaman ketiga orang anaknya sedang mandi. Perempuan yang menolak identitasnya disebutkan itu marah karena hal tersebut tidak hanya terjadi sekali dua kali. 

Mengutip Asia One, sang majikan mulai memperkerjakan ART tersebut pada bulan Juni 2019. Tugasnya adalah mengurus kebutuhan ketiga orang anaknya yang berusia 4 hingga 8 tahun.

Di awal masa kerja, ia pun merasa tidak ada masalah dengan ART tersebut karena sikapnya ramah dan cepat akrab dengan anak-anaknya. Namun, kejanggalan mulai terjadi ketika pada bulan Februari 2020, ia mulai mengirimkan foto saat anak-anaknya tengah mandi. 

“Saya kaget sekali saat pertama kali ia mengirimkan foto anak bungsu saya sedang mandi dan dalam keadaan telanjang. Saya pun bertanya kepada dia [ART] mengapa ia mengirimkan foto tersebut dan dia menjawab karena lucu, hanya itu alasannya,” terang sang majikan.

Baca juga: Akibat sakit hati, ART melakukan guna-guna pada majikannya

Sang ART sempat Kabur

ART kirim video anak majikan lagi mandi

Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)

Setelah kejadian tersebut, ia pun memperingatkan agar sang ART tidak melakukan hal yang sama lagi. 

“Saya langsung menegurnya agar jangan sampai mengulangi hal tersebut,” lanjutnya. 

Namun, bukannya berhenti, ART yang masih berusia 29 tahun itu justru mengulanginya lagi dan lagi. Bahkan, setelah mengirimkan foto, ia mulai mengirimkan video. Sang majikan pun telah memperingatkan berulang kali namun hal itu justru membuat ART tersebut tak lagi semangat bekerja. 

“Setelah teguran berulang kali, dia berhenti memotret anak saya tapi dia jadi tidak bersemangat dalam bekerja. Dia berkali-kali melakukan kesalahan dan berkata ingin pulang kampung,” kata majikan. 

Mendengar permintaan tersebut, sang majikan kemudian menghubungi agensi penyalur ART untuk memulangkan ART tersebut. Namun, saat sedang mengurus administrasi, si ART justru kabur ke tempat agensi tersebut dan mengatakan bahwa majikannya mengancam dirinya untuk tidak boleh pulang. 

Sang majikan kemudian melaporkan ART tersebut ke kepolisian setelah mengalami serangkaian peristiwa janggal. Kini, kasus tersebut pun masih dalam penyelidikan. Sebelumnya, pada tahun 2018, seorang ART di Hongkong dipenjara 3 bulan setelah terbukti merekam anak majikannya ketika sedang mandi dan menyiarkannya secara langsung di media sosial. 

Baca juga: 5 Rekomendasi yayasan penyalur PRT di Medan yang bisa Parents pertimbangkan

3 Tips Memilih ART yang Tepat untuk Rumah Tangga yang Aman

Kasus ART Kirim Video Anak Majikan sedang Mandi, Ini Cara Memilih ART yang Tepat

Kisah di atas menjadi peringatan bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam memilih ART. Memang bukan persoalan mudah, oleh sebab itu Anda bisa mengikuti 3 tips berikut ini untuk mencari ART yang tepat bagi keluarga Anda.  

1. Meminta Bantuan dari Sumber Terpercaya

Sekarang ini sudah banyak agensi penyalur ART yang bisa membantu kita memilih ART terbaik. Nah, Anda bisa mencari bantuan dari tempat tersebut. Pilih agensi terpercaya yang memang sudah memiliki track record yang baik.

Tidak apa-apa bersikap pilih-pilih demi keselamatan keluarga kedepannya. Anda juga bisa mencari informasi lewat teman, saudara, tetangga, hingga media sosial demi mengecek kredibilitas agensi atau calon ART yang bersangkutan.

2. Melakukan Wawancara dengan Calon ART

6 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Orangtua Pada Anak, Catat Parents!

Terkadang, karena kesibukan dan aktivitas yang padat, kita menyerahkan segala keputusan soal ART kepada agensi atau orang yang kita percaya. Namun, alangkah baiknya jika Anda melakukan wawancara langsung dengan calon ART tersebut.

Dengan melakukan wawancara langsung, Anda bisa menilai dengan lebih tepat. Jadi, tidak sekadar penilaian dari orang lain tapi Anda bisa membuktikan sendiri. 

3. Percayalah pada Insting 

Orang sering bilang, pakailah logika ketika memutuskan segala sesuatu tapi mereka cenderung mengesampingkan insting atau naluri. Padahal, naluri muncul karena kebiasaan yang tertanam dalam diri kita selama ini. Ia bisa membantu kita mengenali tanda bahaya asalkan kita peka.

Jadi, untuk urusan memilih ART, cobalah untuk percaya dengan naluri Anda. Jika naluri Anda mengatakan tidak, maka coba selidiki lebih lanjut untuk membulatkan keputusan Anda. 

Nah, Parents, itu tadi informasi mengenai kasus ART kirim video anak majikan sedang mandi dan berujung dipolisikan. Semoga kasus tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih waspada ya. 

Baca juga:

Tips Cari Pembantu Rumah Tangga yang Aman

Diduga melecehkan anak laki-laki majikan, pembantu divonis 18 bulan

Bayi 12 bulan disiksa oleh pembantu rumah tangga hingga tewas

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner