TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Miris, Angka Kematian Dokter Naik 7 Kali Lipat, Begini Saran IDI

Bacaan 3 menit
Miris, Angka Kematian Dokter Naik 7 Kali Lipat, Begini Saran IDI

Angka kematian dokter akibat Covid-19 naik 7 kali lipat pada Juli dibandingkan pada bulan Januari 2021. IDI menyarankan beberapa langkah antisipasi.

Angka kematian dokter mengalami kenaikan seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Bahkan, angka kematian dokter naik menjadi 7 kali lipat sejak awal tahun 2021 ini. 

Menurut siaran pers yang diterbitkan pada 9 hari pertama bulan Juli 2021 (14.00 WIB), Lapor Covid-19 mencatat setidaknya 86 tenaga kesehatan yang berpulang akibat Covid-19. Dengan demikian jumlah total kematian tenaga kesehatan yang tercatat per 9 Juli adalah 1.183 tenaga kesehatan. 

Angka Kematian Dokter Naik 7 Kali Lipat

angka kematian dokter naik

Di dalam konferensi pers bersama organisasi profesi, dr. Adib Khumaidi, Sp.OT, ketua Tim Mitigasi Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), mengatakan bahwa per 8 Juli 2021 terdapat 458 dokter yang meninggal akibat Covid-19.

“Di bulan Juni 2021 kenaikan kematian dokter meningkat 7 kali lipat di dibandingkan bulan Mei 2021, dengan di bulan Juli saja sudah tercatat 35 dokter meninggal,” ungkapnya.

Dokter Adib Khumaidi, Sp.OT juga menjelaskan bahwa banyak dokter yang terpapar di tengah ledakan kasus. 

“Banyak nakes yang terpapar dan ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah, terutama di wilayah Jawa Timur. 124 dokter yang sakit di Surabaya, beberapa kritis dan bahkan meninggal. Di Yogyakarta, 167 dokter terpapar, dengan beberapa juga meninggal. Hal ini mempengaruhi pelayanan kesehatan yang dapat diberikan kepada warga di lapangan,” jelasnya.

Artikel terkait: Ini Dia Cara Isolasi Mandiri yang Benar Menurut Dokter Tirta

Ancaman pada Garda Terdepan Melawan Covid-19

ancaman pada dokter yang memerangi covid

Ia pun lebih lanjut menggambarkan kondisi ini sebagai functional collapse karena garda terdepan dalam penuntasan Covid-19, yakni tenaga kesehatan, sudah terpapar Covid-19.

“Kebutuhan masyarakat sangat tinggi (flow pasien yang terus mengalir), namun banyak dokter yang sudah sakit, sehingga jika tidak ada intervensi di hulu, maka akan terus memberikan risiko kepada nakes,” lanjutnya. 

Mereka pun menekankan pentingnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan karena sudah banyak juga yang terpapar Covid-19. Dalam konferensi pers tersebut, mereka merekomendasikan untuk melakukan zonasi fasilitas kesehatan, sistem shift, pasokan APD, suplemen dan vitamin kepada tenaga kesehatan.

Artikel terkait: Si Kecil Terpapar Covid? Jangan Panik, Ini Deretan Protokol Isoman Anak

Sebanyak 1.214 Nakes Gugur Sepanjang Pandemi

ribuan nakes gugur sepanjang pandemi

Menurut Pusara Digital, yakni monumen digital yang digunakan untuk mengenang tenaga kesehatan yang gugur melawan Covid-19, total kematian tenaga kesehatan pun terus bertambah. Data per Minggu (11/7), tenaga kesehatan yang meninggal sudah mencapai 1.214 orang dari 16 profesi. 

Dari 16 profesi tersebut, profesi dokter menempati angka kematian tertinggi, dengan angka kematian dokter mencapai 458 jiwa. Kemudian, disusul profesi perawat yang mencapai 376 jiwa. 

Selanjutnya, posisi bidan menempati posisi tertinggi ketiga dengan angka 208 jiwa. Dokter gigi menempati angka keempat dengan total kematian mencapai 46 jiwa. 

Berturut-turut, Ahli Teknologi Laboratorium Medik sebesar 33 jiwa, apoteker sebanyak 11 jiwa, rekam radiologi 7 jiwa, petugas sanitarian 5 jiwa, elektromedik dan petugas farmasi masing-masing 3 jiwa, petugas ambulans dan terapis gigi masing-masing juga 3 jiwa, epidemiolog 2 jiwa, entomolog dan fisikawan medik masing-masing 1 jiwa, serta petugas kesehatan lain yang mencapai 54 jiwa.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Artikel terkait: Catat Parents! Lokasi Vaksinasi COVID-19 Anak di Jabodetabek Hingga Palembang

Sementara itu, dilansir dari data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, per Minggu (11/7), kasus Covid-19 bertambah 36.197 kasus dengan penambahan jumlah kematian sebanyak 1.007 kasus. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 2.527.203 kasus dan jumlah kematian sebanyak 66.464 kasus.


Baca juga:

Avigan sebagai Obat Terapi COVID-19, Pahami Fungsi dan Efek Sampingnya 

Vaksin Covid-19 Berbayar Sudah Tersedia, Cek Daftar Harga, Jenis dan Cara Daftar

Saat si Kecil Positif COVID-19, Ini 4 Tips Pengobatan yang Harus Parents Lakukan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Miris, Angka Kematian Dokter Naik 7 Kali Lipat, Begini Saran IDI
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti