Anda Merasa Nyeri Saat Hamil Anak Kedua? Inilah Penyebabnya

Anda Merasa Nyeri Saat Hamil Anak Kedua? Inilah Penyebabnya

Seringkali wanita merasakan keluhan nyeri saat hamil kedua terutama pada sekitar tulang panggul yang tidak terasa saat kehamilan pertama. Apa penyebabnya?

Pada awal kehamilan, biasanya Anda mulai merasakan rasa nyeri saat hamil pada area panggul. Tulang di sekitar bawah kemaluan terasa sakit, Anda hanya bisa berguling di tempat tidur, terasa sakit pada saat duduk atau berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama atau hanya beberapa menit.

Anda mungkin bertanya-tanya, “Apa yang harus saya lakukan?” Nyeri saat hamil bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, namun juga kekhawatiran pada beberapa ibu hamil. Setelah membaca artikel ini Anda akan tercerahkan mengenai penyebab nyeri saat hamil anak kedua, dan bagaimana cara mengatasinya.

Berkurangnya kekenyalan tulang panggul

Menurut terapis fisik kesehatan wanita, Lynn Schulte-Leech, nyeri saat hamil anak kedua dipicu oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, sesuatu yang terjadi pada panggul saat persalinan pertama mempengaruhi kemampuan panggul untuk ‘menyangga’ janin pada kehamilan kedua.

Tulang panggul ‘didesain’ agar kenyal namun kuat, dan dapat menjadi tipis saat tertekan. Kekenyalan jaringan tulang panggul menjadi hilang ketika bagian ini mengalami trauma. Akibatnya, bagian tulang panggul yang mengalami trauma pun menjadi keras dan kaku.

Menurut Leech, sisi kiri tulang pubis (kemaluan), rami pubis dan iskium adalah bagian yang sering mengalami trauma. Teorinya adalah semakin besar bagian kepala bayi yang keluar melalui sisi kiri panggul, semakin besar pula tekanan pada tulang ini.

Nyeri saat hamil anak kedua juga dipicu perubahan pada otot panggul

Selain mengerasnya tulang panggul, terjadi peningkatan ketegangan pada otot yang melekat pada tulang panggul. Otot ligamen yang menopang rahim untuk tetap pada posisinya akan meregang seiring dengan membesarnya rahim. Peregangan ini terjadi pada trimester awal kehamilan dan menimbulkan nyeri.

Nyeri ini dapat berubah sewaktu-waktu dan dapat beragam intensitasnya mulai dari nyeri ringan seperti kesemutan hingga kram. Rasa nyeri ini dapat menyebar sampai ke rahim atau bahkan akan menyebar keluar ke area sekitar perut, pinggul, dan punggung bagian bawah/tulang ekor.

Pada saat kehamilan memasuki minggu-minggu terakhirnya, kepala bayi akan mulai turun dan masuk ke dalam panggul. Turunnya kepala tersebut juga seringkali menimbulkan sensasi/perasaan tidak nyaman, pegal ataupun nyeri di bagian perut bawah atau daerah selangkangan, karena kepala bayi yang turun akan mulai menekan dan mendesak struktur-struktur di bagian dalam panggul yang lain.

Tekanan pada tulang panggul inilah yang menimbulkan rasa sakit/ nyeri karena ada bagian tulang panggul yang telah berkurang tingkat kekenyalannya.

Nyeri pada panggul bisa berarti kontraksi

Nyeri pada panggul yang sering datang dan pergi bisa juga disebut kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini terjadi pada usia kehamilan 20 minggu dan bisa terjadi jika ibu hamil mengalami dehidrasi.

Jika kontraksi ini tidak menghilang dan telah terjadi sebanyak empat kali atau bahkan lebih pada kurun waktu dua jam berturut-turut dan usia kandungan Anda kurang dari 37 minggu, segera berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda.

Beberapa cara untuk mengatasi nyeri panggul saat hamil adalah:

1. Mandi shower air hangat dengan posisi punggung menghadap arah pancuran

2. Gunakan gurita untuk mengurangi tekanan rahim pada panggul

3. Hindari high heels

4. Hindari pergerakan terlalu cepat atau mendadak pada bagian pinggang

5. Lakukan senam hamil

 

Baca  juga:

Senam Hamil, Beda Trimester Beda Juga Gerakannya

5 Alasan Sepatu Hak Tinggi Tidak Baik Untuk Ibu Hamil

 

Referensi: Birth InstituteParents

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner