5 Alasan penting mengapa seks anal tidak dianjurkan

5 Alasan penting mengapa seks anal tidak dianjurkan

Sebelum melakukan anal seks ada baiknya Parents ketahui dulu nih beragam risiko kesehatan yang bisa terjadi.

Melakukan variasi seks memang diperlukan. Namun, tentu saja banyak rambu yang perlu diperhatikan. Bagaimana dengan seks anal?

Bagi sebagian pasangan suami istri, anal seks mungkin saja dilakukan. Namun tunggu dulu! Di balik variasi yang dinilai ‘tak biasa’, faktanya ada berbagai risiko kesehatan yang bisa mengintai Anda dan pasangan.

Seks anal sendiri didefinisikan sebagai kegiatan seksual yang melibatkan kegiatan memasukkan penis, tangan, atau benda lain seperti sex toy ke dalam rektum atau anus.

Beberapa ahli tidak menyarankannya karena berbagai alasan. Karena tidak seperti vagina, rektum tentu saja tidak bisa melumasi dirinya sendiri sehingga risiko mengalami lecet  cebderung jadi lebih tinggi.

Selain itu, masih ada beberapa risiko lain sebaiknya turut diwaspadai. Apa saja?

Artikel terkait : 8 Posisi seks ini dapat membuat Anda terbuai dalam kenikmatan bercinta

Risiko melakukan anal seks

anal seks

1. Risiko infeksi bakteri

Karena tidak memiliki pelumas alami, risiko rektum terluka menjadi lebih tinggi saat penetrasi. Secara anatomi, lapisan rektum pun lebih tipis dibandingkan dengan dinding vagina.

Terlebih, rektum menjadi tempat keluarnya kotoran atau feses yang sudah pasti mengandung bakteri. Bila terjadi luka, risiko infeksi pun bisa lebih mungkin terjadi.

2. Mengalami Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa jenis Infeksi menular Seksual sebaiknya diwaspadai saat melakukan seks anal, seperti klamidia, gonore, hepatitis, HIV, dan herpes. Anus lebih berisiko terluka dibandingkan vagina saat melakukan gaya seks ini, sehingga risiko penularan IMS pu menjadi lebih tinggi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melakukan seks anal bisa berisiko tertinggi terhadap penularan HIV, dibandingkan dengan kegiatan seks lainnya, seperti seks vaginal atau oral.

3. Hemoroid atau wasir

Bagi Parents yang memiliki riwayat wasir,  tentu saja perlu lebih waspada karena seks anal bisa memperburuk keadaan. Melakukan aktivitas seks melalui anal bisa membuat wasir menjadi lebih iritasi.

Tak jarang ini bisa menyebabkan gatal, sedikit pendarahan, dan disertai rasa sakit.

Artikel terkait : Ini akibatnya jika Anda berhubungan seks setiap hari selama setahun!

anal seks

4. Faecal Incontinence

Penelitian yang dilakukan oleh Northwestern University mengungkapkan bahwa perempuan yang sering melakukan anal seks memiliki risiko lebih tinggi mengalami faecal dan urine inceontinence. Urin dan tinja akan menjadi berubah konsistensinya sehingga bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang, aktivitas pun akan menjadi lebih terganggu.

5. HPV

Sering melakukan seks oral pun bisa lebih berisiko terserang HPV. Virus satu ini dapat menyebabkan kutil hingga kanker anus sehingga kita sebaiknya mewaspadainya.

Ada lebih dari 40 jenis HPV dengan risiko yang beragam mulai dari risiko rendah hingga berisiko tinggi. Kemungkinannya akan menjadi lebih tinggi bila pasangan sesual Anda memang sudah terkontaminasi HPV.

Nah Parents, setelah mengetahui berbagai risikonya, tentu akan lebih baik mencoba variasi lain dalam melakukan hubungan seksual.

 

Sumber : Medical News Today, Times of India


Baca Juga :

Psst… Ini 6 posisi seks berdiri yang wajib dicoba malam ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner