Anak sering terbangun histeris tengah malam? Ternyata ini penyebabnya!

lead image

Berbeda dengan bayi yang terbangun karena lapar, anak yang terbangun sambil menangis histeris bisa jadi gejala teror malam. Apa itu?

Ketika bayi baru lahir, merupakan hal yang normal kalau ia sering terbangun di malam hari untuk menyusu. Namun ketika sudah memasuki usia balita (atau bahkan usia sekolah!), anak sering menangis tengah malam tentu membuat Parents khawatir. Jangan-jangan, ia mengalami gangguan tidur yang disebut teror malam.

Anak sering menangis tengah malam: Apa itu teror malam?

Teror malam berbeda dengan kondisi bayi yang terbangun karena lapar ingin menyusu, atau terbangun karena bermimpi buruk dan kemudian bisa kembali tidur dengan mudah. Teror malam adalah gangguan tidur di mana anak terbangun dari tidurnya yang sudah lelap (biasanya terjadi 90 menit setelah tidur) dengan kaget dan ketakutan, disertai tangisan yang intens dan susah untuk ditenangkan dan kembali tidur.

Kondisi ini juga dialami dengan frekuensi yang sering. Berbeda dengan mendapat mimpi buruk, si anak biasanya tidak ingat apakah dia bermimpi atau tidak. Keesokan paginya, ia bahkan tidak ingat kalau ia sempat terbangun dan menangis. 

Diperkirakan 1%-6% anak mengalami teror malam ini. Biasanya dialami oleh anak usia 3 sampai 12 tahun, dengan rata-rata yang mengalaminya berusia 3,5 tahun. Tidak ada perbedaan signifikan pengidapnya baik dari ras dan jenis kelamin.

Kenapa anak sering menangis tengah malam?

Anak sering terbangun histeris tengah malam? Ternyata ini penyebabnya!

Para peneliti tidak menemukan penyebab pasti dari para pengidap teror malam, namun kebanyakan dari mereka memiliki orang tua yang mengalami hal sama di masa kecil mereka, sehingga bisa dikatakan ini genetik. Selain itu, teror malam juga bisa disebabkan oleh perubahan dalam hidup yang membuat anak stres, demam, kurang tidur, pengobatan yang mempengaruhi sistem syaraf sentral (otak), atau jika akhir-akhir ini anak sehabis melakukan operasi kemudian diberi anestesia.

Anak sering menangis tengah malam: Gejala teror malam

Anak sering terbangun histeris tengah malam? Ternyata ini penyebabnya!

Untuk membedakan apakah anak hanya menangis biasa (misalnya karena mimpi buruk atau penyebab lain) atau mengalami teror malam, perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Jantung berdebar kencang
  • Bernapas lebih cepat
  • Berkeringat banyak
  • Anak menjerit, terbangun tapi terlihat bingung dan tidak merespons Anda

Kebanyakan episode teror malam berlangsung 1-2 menit, namun ada yang sampai 30 menit sampai ia tenang sendiri dan kembali tidur. 

Anak sering menangis tengah malam: Kapan harus ke dokter?

Kebanyakan teror malam tidak berbahaya, hanya bertahan selama beberapa minggu dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika Anda khawatir hal ini mengganggu tumbuh kembangnya (juga kalau berlangsung hampir setiap malam dan mengganggu tidur Anda), konsultasikan ke dokter anak. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan apakah memang anak Anda mengalami teror malam atau penyebab lain.

Sayangnya, belum ada pengobatan yang tepat untuk teror malam ini. Dokter mungkin meresepkan antidepresan dalam dosis rendah untuk perawatan sementara. Membicarakan kegelisahan anak juga mungkin membantu. 

Anak sering menangis tengah malam: Apa yang bisa Parents lakukan?

  • Pastikan kamar anak aman untuk menghindari si kecil terluka ketika ia mengalami episode.
  • Hindari atau buang segala sesuatu yang bisa mengganggu tidurnya.
  • Buat jadwal tidur dan bangun yang rutin setiap harinya.
  • Jika Anda menemukan suatu ‘pola’ dari episode teror malamnya, misalnya anak tidur jam sekian kemudian sering terbangun jam sekian, Anda bisa membangunkannya sekitar 15 menit sebelum episode teror malamnya diasumsikan akan terjadi. Biarkan si anak terbangun selama beberapa menit, atau bawa ke kamar mandi untuk buang air kecil. Lakukan hal ini selama seminggu.

Referensi: WebMD 

Baca juga:

Mimpi Buruk atau Teror Malam?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.