TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Mengenang 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Wanita Pun Jadi Korban Kehilangan

Bacaan 3 menit
Mengenang 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Wanita Pun Jadi Korban Kehilangan

Banyak yang terpisah dari keluarganya sejak kerucuhan dimulai.

Peristiwa memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang meninggalkan banyak duka bagi keluarga dan kerabat.

Bukan hanya bagi remaja dan dewasa, namun juga para anak-anak yang namanya tidak akan dilupakan oleh sejarah. Sebanyak 33 anak meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, berikut berita lengkapnya.

8 Anak Perempuan dan 25 Laki-laki Meninggal di Kanjuruhan

Mengenang 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Wanita Pun Jadi Korban Kehilangan

Sumber: Instagram/@rudy_koesnoe

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mencatat 33 anak yang meninggal di Stadion Kanjuruhan terdiri atas 8 perempuan dan 25 anak laki-laki.

Yang termuda adalah usia 4 tahun, dan tertua adalah 17 tahun.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari 125 korban meninggal dunia berdasarkan data yang dirilis oleh Polri.

Sedangkan jumlah anak yang dirawat di rumah sakit masih terus dikonfirmasi. Hal ini akan ditentukan sebagai bahan pelayanan intervensi kepada para kerabat dan keluarga korban.

Artikel Terkait: Ucapan Belasungkawa Dunia Sepakbola Internasional Kepada Stadion Kanjuruhan

Kisah Pilu Suami dan Anak Jadi Korban

Salah satu korban berinisial E harus kehilangan anak dan suami yang meninggal saat peristiwa Kanjuruhan tersebut terjadi.

Dikutip dari Bola, E terpisah dari rombongan saat kistruh mulai terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

“Suami dan anak saya meninggal, anak saya usia 3,5 tahun,” ujar E.

E menceritakan bahwa suami segera menggandeng anak, namun saat hendak keluar pintu tersebut ditahan dengan alasan harus keluar satu-satu. Sementara atas tribun sudah ditembak gas air mata.

Ia kemudian tiba-tiba dipeluk oleh seorang perempuan yang mengira saudaranya dan diajak ke tribun. E pun terpisah dari suami dan anaknya sambil melihat banyak orang berdesak-desakan.

E menyaksikan sendiri banyak orang yang terjatuh dan terinjak-injak, terlebih adanya gas air mata yang membuat semua orang ingin menyelamatkan nyawa.

“Sangat susah karena gas air mata banyak yang jatuh dan terinjak-injak, sementara pintu keluar hanya muat 2 orang saja.”

Lalu ia juga menjelaskan gas air mata yang ditembakkan ada di lapangan dan tribun timur.

E sangat menyayangkan karena posisi rusuh ada di lapangan, namun gas air mata ditembakkan ke tribun yang dipenuhi bukan hanya laki-laki tapi ada anak-anak dan perempuan.

Psikologis Anak yang Ditinggalkan Juga Amat Terancam

Mengenang 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Wanita Pun Jadi Korban Kehilangan

Sumber: Twitter/@alanncahya

Kepala Divisi Pengawasan dan Monitoring Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Jasra Putra mengatakan bahwa tragedi ini akan berdampak pada kejiwaan korban anak.

Dikutip oleh Kompas, Jasra menyebut bahwa peristiwa kehilangan dan terpisah dengan orang tua maupun saudara akan memberikan dampak berat.

KPAI berharap agar semua pihak fokus pada pelayanan korban yang masih hidup juga untuk mencegah ancaman masalah psikologis yang lebih besar.

Apalagi mereka tidak dipersiapkan untuk gas air mata yang umumnya hanya dilakukan saat demonstrasi.

Artikel Terkait: 6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang

Mengusulkan Sebagai Hari Berkabung Nasional

Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta pemerintah agar masyarakat mengingat korban Kanjuruhan yang meninggal termasuk anak dengan mengheningkan cipta selama 3 menit.

Hari ini pun diusulkan menjadi Hari Berkabung Nasional karnea banyak pihak yang ditinggalkan oleh keluarganya saat ini.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

***

Baca Juga:

Ungkapan Duka Selebritis Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ada Raffi Ahmad Sampai Lee Min Ho

5 Kisah Tragis Paling Mengerikan di Dunia Sepak Bola, Kanjuruhan Jadi Salah Satunya!

Mengapa Suporter Bola Begitu Fanatik? Begini Penjelasan Ahli

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adismara Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengenang 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Wanita Pun Jadi Korban Kehilangan
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti