TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang

Bacaan 7 menit
6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang

Bermaksud mendukung tim bola kesayangan, ratusan nyawa melayang. Duka mendalam dirasakan keluarga. Ini kronologi lengkapnya.

Kerusuhan usai pertandingan sepak bola kembali terjadi di liga Indonesia. Kali ini, tragedi terbaru terjadi dalam pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam WIB.

Diketahui, insiden ini bermula ketika Persebaya menang dengan skor 3-2 atas Arema FC. Kecewa dengan kekalahan Arema, suporter Aremania kemudian turun ke tengah lapangan untuk meluapkan kekesalannya. Kisruh antara suporter dengan petugas kepolisian pun tidak bisa dihindari.

Tragedi yang terjadi pada Derby Jawa Timur tersebut dikabarkan menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Insiden ini bahkan menjadi terbesar kedua dalam sejarah kerusuhan sepak bola dunia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam insiden Arema di Stadion Kanjuruhan Malang terus bertambah. Bahkan, masih ada jenazah yang belum teridentifikasi identitasnya.

“Ada yang belum teridentifikasi jenazahnya,” ujar Khofifah.

Berikut ini sederet fakta yang diketahui mengenai insiden yang terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya.

6 Fakta Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang

1. Kronologi Tragedi Kanjuruhan Malang

tragedi kanjuruhan malang

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang meninggalkan luka yang mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia, khususnya para keluarga korban. Ratusan nyawa melayang akibat kejadian mengerikan tersebut.

Melansir dari Detik.com, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjelaskan mengenai kronologi insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi pada Sabtu lalu. Nico mengatakan bahwa permasalahan ini bermula dari kekecewaan suporter Arema yang melihat tim kesayangannya kalah.

“Terkait dengan proses pertandingan tidak ada permasalahan, semuanya selesai. Permasalahan terjadi pada saat setelah selesai, terjadi kekecewaan dari para penonton yang melihat tim kesayangannya tidak pernah kalah selama 23 tahun kalah bertanding di kandang sendiri,” kata Nico saat konferensi pers di Polres Malang, Jawa Timur.

Niko melanjutkan, para suporter yang kecewa tersebut kemudian turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain untuk meluapkan kekecewaannya. Para pemain Arema pun langsung dikawal petugas keamanan saat memasuki ruang ganti.

Namun setelah pemain Arema masuk ke ruang ganti, situasi di lapangan jadi semakin tidak terkendali. Jumlah suporter yang masuk ke lapangan semakin banyak dan mereka mulai melemparkan benda-benda ke lapangan.

Untuk menghalau serangan para suporter ini, polisi lalu menembakkan gas air mata. Tetapi sayang, kondisi justru semakin tidak kondusif. Para suporter yang panik langsung berdesakan mencoba keluar dari stadion tersebut.

“(Lalu) Mereka pergi keluar di satu titik, di pintu keluar yaitu kalau nggak salah pintu 10. Kemudian terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah terjadi kurang oksigen,” jelas Nico.

“Oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion, kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit,” sambung dia.

Artikel Terkait: Tragedi Istana Balon Tewaskan 5 Anak, Korban Terhempas Angin Setinggi 10 Meter!

2. Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

tragedi kanjuruhan malang

Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberikan update terbaru mengenai jumlah korban akibat insiden yang terjadi di Kanjuruhan, Malang. Muhadjir mengungkap bahwa total korban yang meninggal dan terluka mencapai 448 orang.

“Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban,” ujar Muhadjir di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang.

Muhadjir kemudian menjelaskan, dari total korban tersebut, sebanyak 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang lagi menderita luka berat. Dengan adanya update terbaru ini, dia berharap supaya tidak ada lagi informasi simpang siur mengenai korban tragedi Kanjuruhan.

Pasalnya, banyak kabar beredar yang mengatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 129 orang. Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Sigit Sulistyo menjelaskan kalau sebelumnya masih ada yang tercatat ganda.

“Saat ini data terakhir hasil pengecekan verifikasi Dinkes jumlahnya 125, tadi 129 karena ada tercatat ganda,” kata Sigit saat jumpa pers di Malang, Jawa Timur.

Sigit kemudian mengatakan pihaknya dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan tim penyidik akan melakukan langkah-langkah lanjutan untuk menginvestigasi secara tuntas mengenai tragedi di Kanjuruhan ini. Dan hasilnya nanti akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Yang jelas kami serius dan usut tuntas tentunya. Ke depan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan yang akan didiskusikan, akan menjadi acuan dalam proses pengamanan,” tambahnya lagi.

Artikel Terkait: Rincian Panjang Lapangan Sepak Bola Menurut Standar Nasional dan Global

3. Penyebab Umum Korban Tewas

tragedi kanjuruhan malang

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kepanjen Bobi Prabowo juga menyampaikan penyebab umum korban meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Menurut penjelasan Bobi, korban meninggal dunia umumnya karena mengalami trauma atau cedera akibat terinjak-injak dan berdesakan. Selain itu, sebagian besar korban juga mengalami sesak nafas dan kekurangan oksigen karena kerumunan dan juga asap dari gas air mata.

“Gangguan pernafasan karena asap, terinjak menjadi satu. Perlu diperiksa lebih lanjut untuk menentukan penyebab utama,” kata Bobi.

Diketahui, ada beberapa jenazah yang ditemukan dengan wajah membiru. Maka dari itu, Bobi menjelaskan kalau jasad korban meninggal yang membiru itu karena kulit wajahnya mengalami iritasi akibat gas air mata.

“Ada yang luka berat, cedera otak. Trauma akibat benturan dan hipoksia karena kekurangan oksigen,” ujarnya.

4. Mahfud MD Tegaskan Tragedi Kanjuruhan Bukan Bentrokan Antarsuporter

6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang

Lebih lanjut, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengungkapkan penyebab terjadinya insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia. Dia menjelaskan para korban meninggal dunia karena penumpukan massa.

“Terjadi penumpukan di dalam, proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas (hingga) kekurangan oksigen,” kata Nico saat jumpa pers di Mapolres Malang.

Di sisi lain, Kadinkes Kabupaten Malang Wiyanto Widodo juga menyebutkan penyebab korban meninggal karena sesak nafas dan terinjak-injak karena panik.

Sementara, Menko Polhukam Mahfud Md juga menegaskan bahwa insiden di Kanjuruhan Malang ini bukanlah peristiwa bentrokan antar suporter Arema dengan Persebaya. Melainkan, akibat desak-desakan dan terinjak.

Pasalnya saat pertandingan hari Sabtu lalu, suporter Persebaya diketahui tidak boleh ikut menonton di Stadion Kanjuruhan. Mahfud mengatakan, hanya ada pendukung Arema di lapangan tersebut.

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton,” tegas Mahfud.

 Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tidak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter,” lanjut dia.

5. Kekhawatiran Indonesia Akibat Tragedi Kanjuruhan Malang

6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang

Tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini rupanya menimbulkan sejumlah kekhawatiran. Ketua Save Our Soccer Akmal Marhali pun mengungkapkan salah satu kekhawatiran yang bisa berdampak pada dunia sepak bola Indonesia.

Dalam keterangannya, Akmal menyoroti kepercayaan yang telah diberikan FiFA kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2023. Menurutnya, jumlah korban dalam tragedi di Kanjuruhan ini bisa membuat posisi Indonesia terancam.

“Indonesia bisa terancam gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia kalau kemudian kasus ini menjadi perhatian khusu FIFA, karena kasus ini terjadi dalam lapangan dan juga melibatkan suporter di lapangan, dengan tumbal nyawa yang sangat banyak,” kata Akmal, melansir dari KOMPAS.com.

“Artinya, FIFA bisa melihat PSSI tidak siap untuk menjalankan tugas sebagai tuan rumah. Khawatirnya nanti, misalnya di pertandingan Piala Dunia U20 ada kasus serupa terjadi seperti ini,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberikan laporan kepada FIFA mengenai tragedi yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya tersebut.

Artikel Terkait: 10 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya, Harta Tembus Ratusan Triliun!

6. Pernyataan Presiden Jokowi Soal Tragedi Kanjuruhan

6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang

Presiden Indonesia Joko Widodo juga buka suara perihal tragedi di Stadion Kanjuruhan ini. Jokowi menyampaikan duka cita dan harapan agar peristiwa memilukan ini tidak akan terulang kembali di masa yang akan datang.

Selain itu, Jokowi juga telah memberikan arahan kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk merawan korban dengan pelayanan terbaik.

“Saya telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik,” kata Presiden Jokowi dalam YouTube Sekretariat Presiden.

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,”imbuh dia.

Demikianlah sederet fakta yang diketahui tentang tragedi Kanjuruhan Malang. Kami segenap tim TheAsianParent Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk para korban. 

***

BACA JUGA:

Chorong Apink Alami Kecelakaan Mobil, Kondisinya Membuatnya Harus Istirahat Sementara

5 Momen NCT Dream Pakai Bahasa Gaul Lokal yang Hebohkan Penggemar

10 Etika Makan Paling Aneh yang Berasal dari Beberapa Negara di Dunia

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhilla Arifin

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • 6 Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumlah Korban Meninggal 125 Orang
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti