TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Viral Video Anak Makan Sendal, Begini Penjelasan Dokter

Bacaan 4 menit
Viral Video Anak Makan Sendal, Begini Penjelasan Dokter

Dr. Meta Hanindita Beri Penjelasan di Instagram Story

Baru-baru ini, netizen dihebohkan dengan video anak makan sendal dan potongan kertas sampah. Diketahui, video viral tersebut terjadi di wilayah Jaya Sakti, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. 

Video anak makan sendal itu pun lantas menuai banyak komentar netizen. Sang ibu, Pipit, menjelaskan bahwa kebiasaan aneh anaknya ini sudah berlangsung sejak sang putranya berusia 1 tahun. 

Bahkan, Pipit mengungkapkan bahwa sang anak bisa makan sendal baru sebanyak 5 pasang dalam satu bulan. Selain sendal, putranya itu juga mulai memakan benda-benda asing lainnya seperti kertas, kardus, hingga styrofoam. Apabila kebiasaan anaknya itu tak dituruti, maka anak tersebut akan merengek menangis kencang. 

Melihat fenomena anak makan sendal ini dr. Meta Hanindita memberikan komentarnya melalui Instagram Story pada Kamis (25/03/2022). Berikut ini penuturan dr. Meta terkait fenomena tersebut.

Artikel Terkait: Bunda, ini 4 cara mudah agar si kecil terhindari dari kuman

Anak Makan Sendal Didiagnosis Mengalami Pica

anak makan sendal

Dalam unggahan Instagram Storynya, dr. Meta mengawali penjelasan dengan Pica, yakni  gangguan makan berupa keinginan terus menerus untuk memakan sesuatu yang bukan makanan. 

“Pica adalah gangguan makan berupa keinginan terus menerus untuk makan sesuatu yang tidak mengandung nilai gizi signifikan, setidaknya selama sebulan,” tulis dr.Meta 

Lebih lanjut, dr.Meta menjelaskan bahwa Pica berasal dari Bahasa Latin yang berarti burung murai. Diistilahkan demikian karena burung ini dikenal suka makan banyak hal untuk memuaskan rasa ingin tahunya. 

Apa Saja yang Dimakan oleh Orang yang Mengidap Pica?

anak makan sendal

Menjawab pertanyaan ini, dr. Meta melanjutkan penjelasannya.

“Macam-macam ya, bu, pak dan masing-masing ada namanya sendiri. Ada yang suka makanani batu (lithophagia), rambut (trichophagia), kayu (xylophagia, es (pagophagia dan lain-lain. Hayo, siapa di sini yang suka makanin es batu?”

Selain itu, dalam Instagram Story tersebut, dr. Meta juga memberikan penjabaran mengenai benda apa saja yang dimakan oleh orang mengidap Pica dalam bentuk tabel. 

Artikel Terkait: Senang Makan Es Batu dan Benda Selain Makanan?

Diagnosis Pica

anak makan sendal

Tak sampai di situ, dr. Meta menjelaskan apa saja kriteria diagnosis Pica. 

“Makan sesuatu yang bukan makanan, tidak mengandung nutrisi, setidaknya selama satu bulan,” ungkapnya. 

Meski begitu, bayi yang sedang dalam perkembangan motorik dan fase oral serta memakan semua benda ke mulutnya, bukan berarti bayi tersebut mengidap Pica. 

“Hal ini tentunya tidak sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak. Misalnya, bayi yang sedang fase oral, suka memasukkan berbagai benda ke mulut, tentunya tidak termasuk Pica,” kata dr. Meta. 

Viral Video Anak Makan Sendal, Begini Penjelasan Dokter

Selain itu, Pica juga tidak berhubungan dengan tradisi atau budaya yang normal diterima. Apabila terjadi secara bersamaan dengan gangguan mental atau kondisi medis lainnya maka memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa jenis lainnya termasuk di antaranya ialah:

  • Tanah liat (geophagia) 
  • Kotoran (coniophagia) 
  • Akar tanaman (phytobezoar) 
  • Cat (plumbophagia)
  • Kertas (xylophagia) 
  • Korek api(cautopyreiophagia)
  • Faeces (coprophagia)
  • Muntahan (emetophagia) 
  • Penghapus pensil 
  • Kancing
  • Koin
  • Baju
  • Kulit telur
  • Spons
  • Busa
  • Kertas
  • Kaca
  • Beras mentah
  • Kapur 

Apa Penyebab Anak Makan Sendal atau Pica? 

anak makan sendal

Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab Pica. Tapi, beberapa penelitian yang dibagikan dr. Meta menunjukkan bahwa Pica berhubungan erat dengan anemia defisiensi besi (ADB). Namun, bukan berarti Pica hanya disebabkan oleh ADB, melainkan salah satu efek ADB adalah Pica. 

“Pada banyak kasus Pica, pemeriksaan fisik normal. Tapi ada anak yang malnutrisi, terlambat perkembangannya, mengalami ketidaknyamanan perut atau nyeri jika makan dalam jumlah banyak,” tulsinya. 

“Bisa ditemukan pucat juga, yang bisa terjadi pada ADB/keracunan timbal. Pada ADB, selain Pica, pucat, anak juga sulit makan (napus makan memburuk),” terangnya. 

Artikel Terkait: Amat Dianjurkan WHO, Yuk Mengenal Metode Responsive Feeding MPASI!

Komplikasi yang Terjadi Akibat Pica

anak makan sendal

Meta juga menyebutkan bahwa ada beberapa potensi komplikasi yang bisa terjadi akibat Pica. 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

“Bisa keracunan hingga menyebabkan gangguan syaraf dan saluran cerna, bisa menyebabkan infeksi, serta gangguan gigi,” kata dr.Meta

Apakah Pica Bisa Diobati? 

anak makan sendal

Terkait penanganan Pica, dr. Meta menambahkan bahwa hingga kini obat-obatan yang tersedia untuk mengobati Pica sangat terbatas. Lalu, Pica sebaiknya diobati dengan apa? 

“Segera konsultasikan ke dokter jika ada yang mengalami Pica. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan selain fisik seperti laboratorium darah dan feses. Mungkin juga dokter meminta pemeriksaan rontgen abdomen atau USG pada anak yang muntah berulang, sakit perut, sembelit, dan lainnya,” jelas dr.Meta 

Tak hanya pengobatan medis, penderita Pica juga bisa ditangani melalui terapi. 

“Terapi diberikan sesuai dengan penyebab yang mendasari dan komplikasinya. Contoh, kalau ternyata ADB, ya diberikan terapi zat besi. Selain itu, perlu juga terapi perilaku untuk memperbaiki masalah gangguan makan,” tulisnya. 

Nah, itulah penjelasan dr. Meta mengenai fenomena anak makan sendal yang didiagnosis mengidap Pica. Jika isi kecil mengalami hal serupa, segera hubungi dokter ya, Parent! 

Baca Juga:

Tak Disadari, Ini 8 Benda yang Paling Banyak Mengandung Kuman di sekitar Kita

Bayi Suka Mengisap Jarinya? Jangan Dilarang ya Bun, Ini Manfaatnya!

Panduan lengkap: Perkembangan anak 1 tahun 7 bulan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

lolita

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Viral Video Anak Makan Sendal, Begini Penjelasan Dokter
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti