TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Memperkenalkan makanan pedas pada balita, lakukan dengan bijak

Bacaan 6 menit
Memperkenalkan makanan pedas pada balita, lakukan dengan bijak

Mengenalkan makanan pedas pada anak selain akan menambah kekayaan citarasa pada lidahnya, namun juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Bagi sebagian besar orang Asia, makanan kurang lengkap jika tidak ditambahkan bumbu dan rempah. Namun, kapan saat yang tepat anak makan makanan pedas?

Saya sendiri senang jika makanan saya ekstra pedas karena jadi terasa lebih nikmat. Namun, ketika harus memperkenalkan makanan pedas pada anak, saya takut sistem pencernaannya masih terlalu rapuh.

Saya tahu cepat atau lambat saya harus mulai memperkenalkan makanan berempah padanya.

Artikel terkait: Usia Berapa Anak Bisa diberikan Makanan Pedas?

Panduan anak makan makanan pedas

Seperti yang kita ketahui, makanan pedas memicu reseptor rasa sakit di dalam mulut. Sebagian besar rempah memiliki bahan aktif yang disebut capsaicin.

Saat dimakan, capsaicin mengikat reseptor vanilloid di dalam mulut sehingga mengeluarkan sinyal yang menunjukkan adanya bumbu atau rempah di dalam mulut.

Sementara orang dewasa bisa mengatasi rangsangan ini, bagi balita ini terlalu menyiksa.

Beberapa dari Anda mungkin berpendapat bahwa jika mengonsumsi makanan pedas dapat memicu rasa sakit di mulut, mengapa kita mau memberikan makanan pedas berempah pada balita?

Nah, jawabannya sederhana saja. Bumbu dan rempah tak hanya menambah citarasa masakan tapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Bumbu dan rempah apa yang bisa saya berikan pada balita saya?

anak makan makanan pedas; kapan anak boleh makan pedas; mengenalkan rempah pada anak

Karena bumbu dan rempah sarat dengan manfaat kesehatan, Parents bisa mengenalkan semuanya, misalnya kunyit, bawang putih, dan kayu manis. Masing-masih rempah tersebut kaya akan fitokimia dan anti inflamasi.

Rempah-rempah tersebut juga dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, karena memiliki rasa yang kuat, penggunaan rempah dapat mengurangi ketergantungan pada bahan seperti garam, gula, maupun lemak tambahan.

Kebetulan, Parents bisa mengenalkan rempah aromatik termasuk kayu manis, kapulaga, jahe, bawang putih, kunyit, dan pala sejak bayi memulai MPASI atau sekitar usia 6 bulan.

Sedangkan untuk makanan pedas, menurut laman BabyCenter, Anda mungkin telah meningkatkan toleransi anak terhadap makanan pedas lewat proses menyusui, karena anak juga dapat melacak rasa melalui ASI. Tapi sebaiknya tunggu sampai bayi setidaknya 1 tahun sebelum Anda menambahkan kari, cabai, atau rempah bercitarasa pedas lainnya dalam makanan anak.

Mari kita lihat beberapa manfaat kesehatan dari bumbu dan rempah secara umum yang dapat Anda berikan pada anak

  • Kayu manis. Rempah yang satu ini rendah rasa manis dan dapat memerangi infeksi bakteri. Kayu manis juga membantu mengurangi peradangan dan mencegah radikal bebas yang merusak kulit serta menyebabkan penuaan dini. Manfaat lain adalah membantu menurunkan kadar gula darah.
  • Jahe. Bumbu satu ini terdiri dari zat allicin dan gingerol yang memiliki khasiat mengobati. jahe dapat mengurangi nyeri otot dan pegal-pegal serta bermanfaat dalam melawan batuk pilek.
  • Kunyit. Bumbu ini memiliki sifat anti peradangan. Plus, kunyit membantu menyembuhkan lebih cepat, mengurangi nyeri sendi, mengobati penyakit radang usus dan gangguan pencernaan. Beberapa masakan khas Indonesia menggunakan kunyit sebagai salah satu bumbu. Oleh karena itu, wajar untuk mengenalkan kunyit pada anak.
  • Bawang putih. Bumbu yang paling umum ada di dapur. Bawang putih memiliki khasiat anti peradangan, antioksidan, anti mikroba, dan anti jamur. Selain itu, bawang putih umum digunakan untuk merangsang pencernaan dan penyerapan.
  • Kapulaga. Ramuan ini kaya magnesium dan seng. Berguna dalam mengatasi masalah pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS – gangguan jangka panjang pada sistem pencernaan), asam lambung naik (heartburn), konstipasi, kejang usus, batu empedu, dan bahkan mengembalikan nafsu makan yang hilang.

Bila Anda menambahkan semua rempah ini dalam makanan balita, ingat kuncinya adalah memberikan secukupnya. Mulailah dengan menambahkan satu jenis rempah dengan jumlah yang cukup sedikit, lalu beberapa hari kemudian baru tambahkan jenis rempah yang lain.

Dengan cara ini, Parents bisa menganalisis jika balita Anda alergi terhadap bumbu atau rempah tertentu.

Pertanyaan berikutnya: bagaimana tepatnya Parents harus mengajari anak makan makanan pedas? Mari kita mulai dari sini.

Apakah mengajari anak makan makanan pedas itu mudah?

Jawabannya tentu saja: ya!

anak makan makanan pedas 1

Kuncinya adalah dengan membiasakan reseptor indera perasa anak terlebih dahulu. Jadi, perkenalkan bumbu dan rempah secara perlahan daripada dalam satu kali makan.

Selain itu, pilih bumbu dan rempah dengan hati-hati. Anda tentu tak ingin menambahkan sambal cabe langsung pada makanan bayi dan membuat mulutnya terbakar, bukan?

  • Pilih satu bumbu dalam satu waktu. Jangan terlalu bersemangat saat mengajari anak makan makanan pedas. Pilih satu bumbu pada satu masakan, terutama jika menggunakan rempah aromatik. Misalnya, Parents bisa memberi hiasan kayu manis di atas sereal anak. Atau tambahkan bawang putih pada sup ayam favoritnya.
  • Amati sebelum memberikan rempah lain. Berikan waktu untuk anak mengenal rempah yang Anda berikan. Kira-kira tunggu sampai 5 hari untuk mengecek apakah rempah tersebut cocok untuk perutnya. Kadang ada bumbu tertentu yang tak sesuai untuk anak.
  • Masukkan dalam menu. Begitu Parents yakin bahwa balita Anda mampu menangani semua rempah yang Anda berikan padanya, cobalah menambahkan dua hingga tiga jenis secara bersamaan dalam menu. Misalnya, saat memasak sup ikan, Parents bisa menambahkan garam, lada, dan bubuk bawang putih. Jaga agar jumlah bumbu yang dimasukkan tetap sedikit lalu berikan pada anak dalam porsi kecil.
  • Berbagi makanan. Cara terbaik berikutnya untuk mengajari anak makan makanan pedas adalah dengan berbagi makanan Anda dengannya. Apapun yang Anda masak untuk diri Anda sendiri, berikan sedikit pada balita Anda. Jika Parents merasa makanan Anda terlalu pedas, Anda bisa menambahkan air agar rasa pedas berkurang.
  • Hati-hati dengan cabe merah. Saat mengajari anak makan makanan pedas, Parents harus ekstra hati-hati pada cabe merah. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bumbu pedas seperti cabai dapat merangsang reseptor rasa sakit di mulut, apalagi di mulut balita. Jadi, hindari dulu menambahkan cabe merah pada makanan anak hingga ia benar-benar siap mencobanya sendiri.

Parents, perhatikan ini sebelum mengenalkan anak makan makanan pedas!

anak makan makanan pedas

Perhatikan bahwa mengajari anak makan makanan pedas adalah pilihan pribadi, dan bukan sebuah keharusan. Namun, dokter menyarankan Anda untuk menambahkan berbagai rasa dan tekstur pada makanan balita untuk memperkaya citarasa lidahnya.

Yang harus diingat saat mengajari anak makan makanan pedas adalah tetap sederhana sejak awal. Pelan-pelan dan bertahap tambahkan lebih banyak rasa pada makanannya.

Selain itu dari segi keamanan, pastikan bumbu dan rempah yang Parents berikan dalam keadaan segar dan berada di rak bumbu dapur tidak lebih dari lima tahun. Bila menyangkut makanan bayi, penting untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa sebelum memberikannya pada anak.

Jangan terlalu khawatir ketika mengajari anak makan makanan pedas. Pada sebagian besar budaya Asia, anak-anak diberi rempah sejak usia dini, dan jika Bunda makan rempah-rempah, bayi bisa merasakannya melalui ASI.

 

Cerita mitra kami
3 Mitos dan Fakta Tentang Susu Anak yang Wajib Parents Tahu
3 Mitos dan Fakta Tentang Susu Anak yang Wajib Parents Tahu
10 Resep Camilan Sederhana dan Murah, Lengkap Ada Manis serta Gurih
10 Resep Camilan Sederhana dan Murah, Lengkap Ada Manis serta Gurih
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Benarkah Makan Sambal Membuat ASI Pedas?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Nutrisi
  • /
  • Memperkenalkan makanan pedas pada balita, lakukan dengan bijak
Bagikan:
  • Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

    Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

  • 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

    5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

  • Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

    Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

  • 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

    5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti