TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Duh! Anak ini diberi makan kecebong hidup, benarkah baik untuk kesehatan?

Bacaan 3 menit
Duh! Anak ini diberi makan kecebong hidup, benarkah baik untuk kesehatan?

Sebuah video memperlihatkan seorang ibu yang memberi anak makan kecebong dalam keadaan hidup. Apa risikonya?

Sudah bisa dipastikan, Parents tentu ingin memberikan nutrisi terbaik untuk anak-anaknya. Hal ini tidak terlepas dari harapan agar tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan semestinya. Namun bagaimana jika anak makan kecebong hidup?

Tidak bisa dipungkiri, untuk memastikan kondisi kesehatan anak tetap sehat, ada beberapa orangtua yang memilih membuat resep tradisional yang sudah dipercaya turun menurun, bahkan kadang kala praktik tersebut tidak biasa. Contohnya, seperti yang dilakukan oleh ibu di Cina. Dirinya percaya bahwa mengonsumsi kecebong atau  berudu yang masih hidup akan memastikan kesehatan menjadi lebih baik.

Belum lama ini ada sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu yang memberi anak makan kecebong dalam keadaan hidup. Video tersebut bahkan akhirnya menjadi viral.

Melihat sesuatu yang tidak biasa, tidak mengherankan jika video tersebut banyak menuai kritikan. Tidak sedikit orangtua yang mengkritik tindakannya, mengatakan bahwa memberi makan anak berudu hidup justru akan membahayakan kesehatan si kecil.

Praktisi kesehatan, para dokter pun setuju bahwa ada risiko besar terjadinya infeksi parasit yang bisa disebabkan karena anak makan berudu hidup.

Lihat videonya di sini:

Baca juga : 10 Kandungan Berbahaya dalam Makanan Anak yang sering tidak disadari orangtua

Benarkah anak makan kecebong baik untuk kesehatan?

Di Singapura, peternakan katak menawarkan minuman yang terbuat dari buah kering dan tuba fallopi katak betina yang disebut hashima. Mereka percaya bahwa Hashima dapat membantu meningkatkan kesehatan paru-paru dan membuat kulit lebih sehat.

Sementara di Thailand, tidak sedikit restoran menawarkan hidangan kecebong yang disebut luk awd (ลูก อ๊อด). Bahkan, di Thailand mengonsumsi katak dewasa adalah hal sangat wajar dan umum dilakukan.

Katak dewasa dipercaya mengandung banyak protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Biasanya, pengolahannya akan direbus lebih dulu atau dibuat kari dengan menggunakan cabe. Bahkan di Thailand pun sering mengonsumsi katak dengan cara digoreng.

Meskipun begitu, memberikan anak makan berudu hidup tentu saja bisa berbahaya dan memiliki risiko tinggi. Pasalnya, makan kecebong mentah justru bisa menyebabkan infeksi parah, bahkan pada orang dewasa.

Risiko jika Anda dan anak makan kecebong

anak makan kecebong

Setidaknya hal ini sudah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang belum lama ini diterbitkan dalam sebuah Jurnal, Infectious Diseases of Poverty Journal yang menekankan risikonya.

Dalam studi tersebut, para peneliti melihat lebih dekat pada kasus seorang petani berusia 29 tahun. Pria itu diketahui senang makan berudu secara teratur, namun akhirnya berakibat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit karena infeksi parah.

Seperti ibu yang telah mempraktikkan memberi makan berudu hidup pada anaknya, petani tersebut juga percaya kalau mengonsumsi berudu akan membantu meningkatkan kesehatannya – khususnya, dalam merawat kondisi kulitnya yang parah.

Pada awalnya, dokter mengira dia menderita radang usus buntu dan peritonitis, tetapi setelah diamati lebih dekat mereka menemukan bahwa dia mengalami sparganosis. Sparganosis adalah infeksi parasit langka yang berasal dari mencerna kotoran hewan. Alhasil, sang petani harus tinggal di rumah sakit selama sebulan.

Jika orang dewasa yang mengonsumsi berudu berakibat fatal dan membahayakan kesehatannya, bayangkan apa yang bisa menjadi anak kecil?

Sebagai kesimpulan, penelitian ini mendesak pihak berwenang untuk mencegah praktik umum ini. Kondisi ini pun semakin mempertegas bahwa edukasi yang tepat harus dilakukan di daerah-daerah di mana kebiasaan ini biasa terjadi sehingga masyarakat tidak melakukan praktik yang keliru.

Perlu diketahui, mengonsumsi berudu tidak hanya menimbulkan risiko sparganosis, parasit ini pun bisa dapat menularkan malaria dan trikomoniasis.

Selama ini, pengobatan Tradisional China memang dipercaya memiliki banyak manfaat. Namun, dengan kemajuan modern, kita tentu harus lebih bertanggung jawab dan lebih cerdas untuk memastikan makanan sehat apa saja yang bisa dikonsumsi untuk anak-anak sehingga tumbuh kembangnya bisa lebih maksimal.

Untuk itu, lebih hati-hati dalam memberikan makanan pada anak, ya, Parents!

 

Artikel ini sudah dipublikasikan di theAsianParent Singapura

 

Baca juga :

https://id.theasianparent.com/4-makanan-yang-berbahaya-untuk-kesehatan-otak

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Duh! Anak ini diberi makan kecebong hidup, benarkah baik untuk kesehatan?
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti