TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Dilaporkan Anak Ke Polisi, Sang Ibu "Saya Menyesal Dulu Terlalu Memanjakannya"

Bacaan 5 menit
Dilaporkan Anak Ke Polisi, Sang Ibu "Saya Menyesal Dulu Terlalu Memanjakannya"

Ingin menguasai harta warisan, seorang anak laporkan ibu kandung ke polisi. Sudah diberikan haknya, ia menolak karena merasa kurang.

Entah memang sedang tren atau tidak, belakangan ini ada banyak kasus anak laporkan orangtua ke Reskrim Polrestabes Semarang perihal warisan. Seperti kasus yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Diketahui seorang anak laporkan ibu kandung ke polisi karena masalah warisan.

Penggugat berinisial J (39) menggugat sang ibu, Meliana Widjaya (64) warga Gajah Mungkur, Semarang, Jawa Tengah, untuk nenuntut haknya atas warisan dari orangtuanya. Berikut ini informasi lengkapnya.

Lagi, Seorang Anak Laporkan Ibu Kandung karena Menuntut Warisan!

Dilaporkan Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

Dilaporkan Anak Ke Polisi, Sang Ibu Saya Menyesal Dulu Terlalu Memanjakannya

J (39) sebagai anak laporkan ibu kandung, Meliana Widjaya atas dugaan pemalsuan dokumen surat tanah. Ia tak menduga, di usianya yang sudah lanjut, ia harus berseteru dengan anaknya sendiri.

Tanah yang dimaksud adalah tanah seluas 220 meter persegi dan 221 meter persegi kepunyaan ayah J, yaitu suami sah dari ibunya. Kepada ibunya, J meminta haknya dari tanah tersebut. karena terus dituntut, kemudian Meliana mengiyakan melakukan balik nama pada surat tersebut setelah berkonsultasi dengan seseorang berinisial R.

Tapi Meliana curiga, mengapa hanya satu nama, yaitu nama anak pertama, yang tertera pada kolom ahli waris surat tanah tersebut. Sementara anaknya ada 3 orang. Merasa ada kejanggalan, ia kemudian mengembalikan kepemilikan tanah ke nama suaminya lagi.

Artikel terkait: Gara-gara Hal Ini, Seorang Ayah Tega Laporkan Anaknya ke Polisi

Anak Kesayangan yang Selalu Membuat Masalah

anak laporkan orangtua

Kata Meliana, J anak bungsunya itu merupakan anak kesayangannya. Sejak dulu, tak ada satupun hal yang diinginkan putranya itu yang tidak dipenuhi. Saking sayangnya, Meliana sampai menyekolahkan J ke luar negeri, tepatnya di Australia.

“Dulu sangat sayang sama dia. Dulu dia kuliah di luar negeri yang mengirim uang saya. Dia saya belikan mobil yang harganya mahal sekali. Itu, ya, saya yang belikan,” ujar Meliana melansir Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Tapi ternyata, selama di Australia, J tidak pernah pergi kuliah. Ia terus menerima kiriman uang dari orangtuanya dan menjalani kehidupan tanpa arah di sana. Bahkan Meliana beberapa kali mendapat kabar bahwa anaknya banyak melakukan pelanggaran di sana.

Terang saja sikap J ini menimbulkan kemarahan besar, terutama ayahnya.

“Dia dimarahin papanya. Katanya, sekolah-sekolah, ternyata tidak. Suatu saat (J) dideportasi,” cerita Meliana.

Kembali ke rumah, ayah J malah mengusir anak bungsunya itu. Dan karena kasihan, anak sulung Meliana menolong dan menampung J. Tapi belakangan, J dan kakaknya pun punya masalah sampai-sampai J melaporkan kakaknya itu ke polisi.

Makin Kasar Sejak Ayahnya Meninggal

anak laporkan orangtua

Sikap J semakin kasar kepada ibunya pasca kematian ayahnya tahun 2008, dan perilakunya itu semakin menjadi-jadi setelah ia menikah. J sering memaksa ibunya untuk memberikannya warisan. Jika si ibu menolak, ia membentak dan meneror ibunya. Ia juga melakukan hal-hal yang membuat Meliana ketakutan.

“Padahal saya masih hidup, kok. Itu anak durhaka,” kata Meliana.

“Anak ini sering meneror saya bertahun-tahun. Sejak papanya enggak ada suka bentak-bentak. Pakaian dilempar ke lantai, bahkan menyebar beling di kamar saya. Saya ketakutan,” ungkap Meliana lagi.

Sebagai ibu yang sudah mengandung 9 bulan dan membesarkan anak-anaknya, Meliana tak menginginkan banyak hal dari mereka. Ia hanya berharap, anak-anaknya tumbuh sebagai anak yang mandiri dan berhasil di bidangnya masing-masing. Ia juga tak pernah membayangkan akan mendapatkan perlakuan buruk dari mereka. Memangnya, ibu mana yang mau diperlakukan seperti itu.

Artikel terkait: Ayahnya Pergi demi Wanita Lain, Anak ini Pukuli Jenazah sang Ayah di Hari Pemakaman

Sudah Diberikan Haknya Tapi Menolak

Dilaporkan Anak Ke Polisi, Sang Ibu Saya Menyesal Dulu Terlalu Memanjakannya

Kuasa hukum Meliana, Deddy Gunawan, membeberkan kalau J mengingini seluruh kepemilikan tanah seluas 220 meter persegi kali 221 meter persegi tersebut.

Ibu Meliana menolak. Selain ia masih hidup, ia juga berniat membagi hak tanah itu untuk ketiga anaknya.

“Kalau memang mau, ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp1 miliar. Itu yang akan diberikan kepada J. Namun, J tidak ada tanggapan dan cenderung menantang bagaimana proses ini dilanjutkan sampai ke peradilan,” jelas Deddy.

Deddy mengatakan, pihaknya masih berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Kakak pertama J, Tommy, juga sudah melakukan pendekatan kepada adiknya agat ia tak melanjutkan kasus ke kepolisian. Namun J sama sekali tak menggubrisnya.

Akibat Salah Asuh Sejak Kecil karen Terlalu Memanjakan

anak laporkan orangtua

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Meliana mengakui bahwa apa yang dilakukan J kepada dirinya akibat dirinya yang salah asuh. Ia mengatakan, kalau dirinya memang terlalu memanjakan J sejak kecil. Sebagai ibu, ia selalu memenuhi keinginan anaknya itu, sehingga J cenderung tumbuh sebagai anak yang manja.

Halodoc menulis, terlalu memanjakan anak dapat membuat anak tumbuh menjadi orang dewasa yang juga manja. Ciri-cirinya antara lain, mereka tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki, mudah mengeluh, selalu haus akan perhatian, dan tidak punya empati terhadap orang lain. Secara lengkap, di bawah ini dampak negatif dari memanjakan anak.

Artikel terkait: 5 Tanda Anda Membesarkan Si Kecil Menjadi Anak Manja

Dampak Negatif Memanjakan Anak

anak laporkan orangtua

Agar tak lagi ada kasus anak laporkan orangtua karena warisan, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pelajari akibat dari memanjakan anak. Ini di dampak negatif memanjakan anak:

  • Anak jadi ketergantungan: Ia merasa tidak bahagia jika sendiri.
  • Tidak bertanggung jawab: Anak malas mengerjakan kewajibannya dan tidak mampu menyelesaikan masalah. 
  • Tidak memiliki rasa hormat dan suka membangkang: Dua ciri ini kental sekali melekat pada anak manja. Mereka juga suka merengek, suka marah, abai pada hal yang tidak menguntungkannya, dan suka memanipulasi demi mendapatkan yang diinginkan.
  • Tidak terampil dan kreatif: Saking malasnya, mereka jarang mengeksplor dirinya, malas mencoba banyak hal, tidak kritis dan kreatif. Mereka juga tidak mampu menjalin relasi yang baik dengan orang lain.

Jadi begitu ya, Bunda, Anda boleh sayang kepada anak tapi jangan terlalu memanjakannya. Ajar anak lebih bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri terhadap dirinya sendiri. Tujuannya, tak lain, agar mereka siap menghadapi tantangan hidup di masa depan. Semoga setelah kejadian ini tak ada lagi kasus anak laporkan ibu kandung apapun masalahnya.

Baca juga:

Ibu Ini Dilaporkan Anaknya Sendiri Ke Polisi Perkara Warisan

Ibu Ini Dilaporkan Anaknya Sendiri Ke Polisi Perkara Warisan

Ayah ini dipenjara karena hanya memberi makan kue dan soda pada anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ester Sondang

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Dilaporkan Anak Ke Polisi, Sang Ibu "Saya Menyesal Dulu Terlalu Memanjakannya"
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti