TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak Kebanyakan Minum Susu, Berbahayakah? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Bacaan 4 menit
Anak Kebanyakan Minum Susu, Berbahayakah? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Susu tambahan atau susu pertumbuhan untuk anak memang baik dan pelru diberikan pada anak. Tapi, apa jadinya jika anak kebanyakan minum susu?

“Dokter, anak saya itu doyan sekali minum susu. Sehari bisa 5 gelas, bahkan lebih. Sebenarnya bahaya nggak, sih, dok, kalau anak kebanyakan minum susu seperti ini?”

Siapa di antara Bunda yang resah karena melihat si kecil susah sekali berhenti minum susu? Ya, minum susu tambahan atau susu pertumbuhan tentu tidak salah, tapi jika terlalu berlebih apakah ada dampak negatifnya? Biar bagaimana pun, bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik?

Pertanyaan seperti di atas sepertinya menjadi pertanyaan yang cukup umum. “Sayangnya, tanpa disadari orangtua kadang kalau nggak mau ribet biasanya akan kasih susu ke anaknya. Nggak mau makan, langsung dikasih susu saja, Nanti lama-lama, saat kita nggak mau kasih susu, anaknya yang akan minta terus-terusan,” ujar Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, sebagai ahli gizi, yang ditemui di acara Dancow Inspiring Mom.

susu sapi

Baca juga : Kesalahan pola makan ini bisa sebabkan anak kekurangan zat besi

Apakah anak kebanyakan minum susu berbahaya?

Lebih lanjut DR. Rita memaparkan, pada dasarnya semua makanan termasuk susu mengandung beragam zat gizi, tidak hanya satu zat saja. “Artinya susu itu punya multiple zat gizi, tidak hanya satu zat gizi. Jadi ketika susu diberikan secara berlebihan, sehari lebih dari 5 kali, tentu akan terjadi peningkatan zat tertentu.”

“Kita juga harus ingat dengan dengan prinsip kalau setiap makanan itu tidak bisa mewakili kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh anak. Bisa jadi kalau memang anak hanya diberikan susu, tentu akan menyebabkan zat gizi tertentu yang dibutuhkan anak kurang karena memang tidak terpenuhi,” tambahnya lagi.

Artinya, jika ada kebutuhan nutrisi atau gizi anak yang tidak terpenuhi, otomatis anak kekurangan zat gizi.

“Kalau kebutuhan gizi yang dibubutuhkan anak tidak seimbang, tentu akan memengaruhi proses tumbuh kembangnya. Maka itu Bunda harus paham dengan pola makan dengan gizi seimbang, berapa banyak jumlah nutrisi yang memang dibutuhkan anak,” Dr. Rita menegaskan.

anak kebanyakan minum susu

Berapa jumlah ideal susu yang dapat diberikan untuk anak?

Dr. Rita pun mengingatkan, meskipun susu tambahan atau susu pertumbuhan baik untuk dikonsumsi, namun bukan berarti jumlah yang diberikan bisa berlebihan dan mengesampingkan makanan lain yang memiliki zat nutrisi yang dibutuhkan anak. Idealnya susu bisa diberikan dua gelas sehari.

Sebuah penelitian yang melibatkan 1311 anak balita sehat yang berusia 2-5 tahun yang dilakukan oleh Dr. Jonathon Maguire dari St. Michael’s Hospital di Toronto menyebutkan kalau 500 ml atau sekitar dua gelas susu per hari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D dan tidak menurunkan kadar zat besi pada anak. Penelitian ini bahkan sudah diterbitkan oleh Journal Pediatrics.

Jadi, meskipun susu baik untuk dikonsumsi, bukan berarti bisa diberikan secara berlebihan sehingga melupakan asupan makanan yang lain, ya, Bunda.

Artikel Terkait: 5 Susu UHT untuk Anak 2 Tahun Terbaik, Praktis dan Bergizi

bagus Susu pertumbuhan yang tepat

Kemungkinan kontaminasi mungkin terjadi dalam proses produksi susu di pabrik maupun di rumah sebelum diberikan pada anak. Ketika susu dibuat dengan air yang suhunya tidak cukup tinggi, kondisi lembab dan hangat akan menjadi lingkungan ideal bagi perkembangbiakan bakteri.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menyiapkan susu secara aman di rumah, rekomendasi IDAI.

  • Selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum mencuci bersih peralatan minum anak
  • Cuci peralatan minum dan perlengkapan yang dipakai seperti gelas dan sendok secara seksama dengan air hangat dan sabun. Semua sisa susu harus disikat bersih tanpa sisa. Setelah itu, bilaslah dengan air bersih. Apabila menggunakan perangkat sterilisasi, ikuti petunjuk pemakaian.
  • Jangan lupa membersihkan permukaan meja tempat menyiapkan susu formula sebelum digunakan.
  • Selalu gunakan air matang bersuhu 70 derajat celsius dengan jumlah sesuai takaran penyiapan untuk membuat susu. Untuk mendapatkan suhu 70 derajat, air yang sudah mendidih didiamkan sekitar 10 menit, baru kemudian dicampur dengan susu. Susu yang masih panas dapat diturunkan suhunya dengan meletakkan botol atau gelas berisi susu dalam wadah berisi air dingin. Periksa suhu formula sebelum diberikan pada bayi dengan cara meneteskan di kulit pergelangan tangan bagian dalam orang dewasa.
  • Tidak boleh menyiapkan susu dengan cara mencampur bubuk susu dengan sedikit air bersuhu 70 derajat celsius kemudian menambahkan air dingin hingga mencapai jumlah takaran yang disarankan
  • Berikan susu dalam waktu 2 jam setelah dibuat. Buanglah sisa susu apabila waktunya sudah lewat.
  • Apabila susu tidak akan segera diberikan setelah dibuat, segera dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup rapat dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celsius. Gunakan susu yang disimpan tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.

Artikel Terkait: 10 Susu Coklat untuk Anak 2 Tahun Rekomendasi, Enak dan Bergizi!

****

Baca juga :

Pentingnya Kelengkapan Nutrisi untuk Perkembangan Anak

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anak Kebanyakan Minum Susu, Berbahayakah? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti