Penyebab Anak Hiperaktif dan Cara Menenangkannya Melalui Makanan

Makanan mempunyai pengaruh besar pada anak hiperaktif. Ikuti lebih lanjut tentang pemilihan makanan yang tepat untuk memperbaiki perilaku anak hiperaktif.

Anak hiperaktif sulit diatur? Atur makanan anak hiperaktif untuk perilaku yang lebih terkendali.

Anak hiperaktif sulit diatur? Atur makanan anak hiperaktif untuk perilaku yang lebih terkendali.

Makanan mempengaruhi anak hiperaktif?

KIta tahu bahwa makanan mempengaruhi tubuh kita dengan berbagai cara ; nutrisi, vitamin, lemak,sensasi rasa yang berbeda dan bahkan mood kita. Ya, benar. Makanan mempengaruhi mood kita, manusia. Misalnya saja, coklat, sup ayam, hamburger dan keju.

Hal ini juga dialami oleh anak kita, dan menjadi penyebab mengapa anak hiperaktif menjadi bagian dari kehidupan keluarga modern.

Mood anak-anak (dan juga kita) sebagaian besar dipengaruhi oleh fungsi tubuh, terutama tingkat gula darah. Ketika tingkat gula darah seorang anak terlalu rendah, mereka menjadi lamban, mudah bingung dan kalut. Sering kali kita mengira mereka malas atau mengalami ketidakmampuan belajar.

Sebaliknya, ketika gula darah seorang anak terlalu tinggi, mereka menjadi mudah marah, gelisah, cemas dan, pada banyak kasus, mereka tak bisa dikendalikan. Mereka bertindak tanpa tujuan, dan ini terjadi di luar kendali mereka. Inilah gejala awal seorang anak hiperaktif.

Ketika tingkat gula darah meningkat, tubuh kita bekerja keras untuk mengatasi peningkatan hormon kortisol dan adrenalin. Hormon yang menyuplai energi bagi tubuh untuk mengatasi tekanan, memberikan anak sejumlah besar energi.

Dilihat dari usianya, normal bagi seorang anak menjadi aktif secara fisik namun kelebihan hormon-hormon tersebut dapat menjadikan mereka anak aktif. Mereka belum mampu mengontrol timbunan energi ini, namun Anda dapat membantu mereka.

Namun ada sanggahan bahwa tidak ada penelitian yang benar-benar menunjukkan keterkaitan kadar gula dengan anak hiperaktif. Baca juga : ADHD atau Hiperaktif dan Mitos Penyebabnya.

Berikut adalah tips dari kami tentang bagaimana ‘mengendalikan’ anak hiperaktif melalui makanan :

1. Batasi makanan olahan pada hidangan anak hiperaktif.

Bahan kimia dan pewarna yang digunakan dalam makanan olahan berbahaya untuk tubuh. Dampaknya tidak seperti yang terjadi pada orang dewasa atau anak dengan lebih sedikit masalah dalam menstabilisasi gula darahnya.

Jika Anda memiliki anak hiperaktif, atau anak yang cenderung hiperaktif, segera singkirkan nugget dan sosis dari makan siangnya, kecuali Anda membuatnya sendiri.

2. Buah-buahan segar dan sayuran sebaiknya disertakan dalam makanan anak hiperaktif.

Brokoli, bayam, kangkung, wortel, kol, blumkol, apel, tomat, jeruk, dan masih banyak buah dan sayuran lain yang sebaiknya Anda berikan pada anak hiperaktif.

Jika ia menolak makan buah atau sayuran, coba berikan jenis lain sampai Anda benar-benar mengetahui buah dan sayuran apa yang disukainya.

3. Protein penting untuk asupan makanan yang sehat.

Telur, daging ayam dan daging sapi (apalagi yang Anda masak sendiri di rumah) merupakan sumber protein terbaik. Usahakan untuk memberikan salah satu dari sumber protein di atas secara bergantian setiap hari sebagai menu makanan anak hiperaktif.

4. Air putih adalah minuman terbaik untuk anak hiperaktif.

Memang air putih sedikit membosankan, namun Anda dapat membimbing anak hiperaktif untuk menjadikan minum air putih menjadi sebuah kebiasaan. Anda dapat memberikan soda bebas gula untuknya sesekali, atau teh tanpa kefein dalam kemasan.

Perhatikan baik-baik jika Anda memberikan jus dalam kemasan pada anak hiperaktif. Periksalah selalu kandungan gula, dan pastikan jus tidak mengandung pengawet maupun bahan pewarna.

Jangan lupa untuk membatasi konsumsi permen, es krim dan kue olahan lainnya. Niscaya pembatasan jenis makanan di atas akan membantu anak hiperaktif untuk menjadi lebih tenang dan terkendali, baik secara fisik maupun emosional.

Anda boleh membiarkan mereka makan burger atau snack ber-MSG sesekali, tapi Anda juga harus mengingatkan mereka kapan harus berhenti.

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya:

Mitos Tentang Penyebab Hiperaktif atau ADHD

10 Ketrampilan Sosial yang Perlu Dimiliki Anak