Anak susah BAB? Ini 3 cara sederhana mangatasinya

Anak susah BAB? Ini 3 cara sederhana mangatasinya

Melihat anak susah BAB tentu saja bisa membuat orangtua khawatir. Jika hal ini terjadi, apa yang perlu dilakukan untuk mengatasinya?

Sudah satu minggu ini Arya mengeluh sulit buang air besar. Tak hanya itu, bocah 3 tahun ini pun mengatakan kalau tinjanya keras. Kondisi anak bab keras seperti yang dialami Arya memang kerap terjadi. Oleh karena itu, sudahkah Parents mengetahui penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Berikut penjelasannya.

Penyebab anak BAB keras

anak bab keras

Dilansir dari Web MD, setiap anak dengan tinja yang besar, keras, kering, dan disertai dengan rasa sakit saat BAB, mungkin mengalami sembelit (konstipasi).

Kondisi ini nyatanya memang bisa disebabkan karena berbagai faktor. Mulai dari diet hingga pengunaan obat-obatan. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum balita kerap alami sembelit :

  • Diet

Penyebab banyak kasus sembelit pada balita adalah akibat mereka sering mengonsumsi makanan olahan, susu dan permen. Sementara mereka jarang mengonsumsi serat (seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran) serta kurang minum air putih.

  • Anak kerap menahan BAB

Rata-rata anak berusia 2 tahun jauh lebih tertarik bermain daripada pergi ke toilet. Beberapa anak merasa malu atau takut untuk pergi ke toilet.

  • Takut akan ketidaknyamanan

Anak-anak yang pernah mengalami buang air besar yang menyakitkan di masa lalu, kadang-kadang akan menghindari BAB karena takut akan merasakan sakit lagi. Padahal, kebiasaan ini akan menumpuk kotoran di bagian bawah usus, membuat kotoran tersebut lebih besar dan lebih keras.

  • Kondisi tertentu

Pergi berlibur bisa membuat beberapa balita tidak mau pergi ke toilet untuk BAB.

  • Kurangnya aktivitas fisik

Olahraga membantu pergerakan makanan melalui proses pencernaan. Pada anak yang jarang bergerak, mereka mungkin mengalami sembelit.

  • Penyakit

Perubahan nafsu makan penyakit tertentu dapat memengaruhi pola makan anak, sehingga menyebabkan anak  sembelit.

  • Obat

Beberapa obat atau suplemen dapat menyebabkan balita mengalami konstipasi, termasuk suplemen zat besi dosis tinggi. Zat besi dosis rendah dalam susu formula bayi tidak menyebabkan sembelit.

  • Kondisi fisik

Dalam kasus yang jarang terjadi, masalah anatomi usus, anus, atau rektum dapat menyebabkan sembelit kronis. Cerebral palsy dan gangguan sistem saraf lainnya juga dapat memengaruhi kemampuan anak untuk BAB.

Cara mengatasi sembelit pada anak

anak bab keras

Ketika anak mengalami kesulitan BAB, Anda dapat mencoba salah satu dari solusi ini:

  • Diet

Untuk melunakkan feses dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan, tingkatkan asupan cairan non-susu dan serat  setiap hari. Makanan berserat tinggi termasuk buah-buahan dan jus buah yang mengandung sorbitol (prune, mangga, pir), sayuran (brokoli), kacang-kacangan, roti gandum dan sereal. Batasi makanan yang bisa meningkatkan konstipasi, seperti makanan berlemak yang rendah serat. Batasi susu hingga 454 gram saja per hari.

  • Olahraga

Pastikan anak Anda keluar untuk bermain setidaknya 30 hingga 60 menit sehari. Menggerakkan tubuh juga membuat usus terus bergerak untuk mendorong kotoran.

  • Perbaiki kebiasaan buang air besar

Dorong anak Anda untuk menggunakan toilet secara teratur di pagi hari, atau kapan pun ia merasakan keinginan untuk BAB. Biarkan anak Anda duduk di toilet setidaknya 10 menit.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Anak susah BAB? Ini 3 cara sederhana mangatasinya

Baca juga:

Ulasan Dokter tentang Sembelit pada Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner