Kisah Riley, Anak yang Harus Diamputasi demi Melawan Meningococcal

Kisah Riley, Anak yang Harus Diamputasi demi Melawan Meningococcal

Meningococcal yang mengancam nyawanya berhasil dihilangkan. Namun, Riley harus membayar harga yang sangat mahal, kaki dan tangannya diamputasi.

Pada tanggal 8 Mei, orang tua Riley harus menerima kenyataan pahit bahwa anaknya divonis penyakit mematikan Meningococcal. Dokter sudah memperkirakan usianya tak lama lagi. Namun, hingga kini Riley masih bertahan.

Meningococcal adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus neisseria meningitidis yang menyebabkan meningitis. 

Bakteri Meningococcal dapat menyebabkan infeksi pada bagian tubuh seperti kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan. Bakteri juga dapat menyebar melalui aliran darah ke sistem saraf.

Dalam kasus Riley, Meningococcal B telah membuat sebagian besar lengan dan kakinya terpaksa diamputasi agar dapat menyelamatkan nyawanya. Setelah amputasi tersebut, keadaan Riley mulai membaik.

riley

Riley saat di rawat di rumah sakit. Foto: Adelaide Advertiser.

Dokter mengatakan pada orang tuanya bahwa Riley hanya punya waktu 48 jam untuk bertahan hidup dari masa kritis Meningococcal B. Saat dibawa di rumah sakit, sebagian besar warna kulitnya ruam berwarna merah dan ungu.

“Kami masih memiliki kesempatan agar Riley dapat memiliki kaki dan tangan prostetik suatu hari nanti agar ia bisa berjalan dengan kaki dan memfungsikan tangannya,” tutur ibu Riley, Amy.

Pada penderita anak-anak Meningococcal dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Virus ini menyebar lewat ciuman, bersin, maupun batuk dari penderita.

Kini, Riley telah diperbolehkan pulang setelah nyaris 200 hari melakukan pengobatan dan terapi. Ia menggunakan kursi roda mungil untuk membantu mobilitasnya.

Riley dengan kursi roda barunya, dan orangtuanya. Foto: Adelaide Advertiser.

Riley dengan kursi roda barunya, dan orangtuanya. Foto: Adelaide Advertiser.

“Dokter tidak menyangka bahwa dia akan bertahan hidup. Ia membuat dokter terkejut dengan perkembangannya kini,” jelas Amy.

Ia juga mengungkapkan bahwa anaknya tampak seperti anak lainnya yang aktif dan ceria, “tidak ada hal yang dapat menghalangi langkahnya lagi.

Gejala yang dialami oleh anak penderita Meningococcal

Meningococcal

Melansir dari laman Hellosehat, ketika seseorang menderita meningitis meningococcal, membran yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang, yang disebut meninges, menjadi terinfeksi dan membengkak. Gejala-gejala yang muncul termasuk serangan demam, sakit kepala, dan kaku leher. Sering kali terdapat juga gejala tambahan seperti:

  • Tidak nafsu makan
  • Rewel
  • Mendengus atau mengerang
  • Kelelahan ekstrim
  • Tidak bisa ditenangkan
  • Mual atau muntah
  • Tidak bisa melihat cahaya (photophobia)
  • Mudah mengantuk
  • Kejang-kejang atau kedutan
  • Perubahan mental
  • Ruam bintik-bintik  seperti tusukan jarum berwarna merah atau ungu, atau memar yang lebih besar.

Gejala meningitis meningococcal juga dapat muncul sangat cepat selama beberapa hari. Bahkan, biasanya penyakit ini berkembang selama 3 hingga 7 hari setelah serangan bakteri.

Di sisi lain, untuk bayi yang baru lahir, gejala umum seperti demam, sakit kepala, kaku leher mungkin tidak akan ditemukan atau sulit untuk diketahui. Namun, si kecil mungkin akan menjadi lesu atau tidak bergairah, mudah rewel, muntah, dan tidak nafsu makan.

Sementara pada anak-anak, dokter mungkin akan melihat penyakit umum lainnya yang dihasilkan oleh infeksi meningococcal, seperti infeksi aliran darah. Baik septicemia maupun bacteremia.

Septicemia adalah penyakit yang paling serius di antara keduanya. Jika disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis, ini disebut dengan septicemia meningococcal atau meningococcemia.

Penyakit tersebut adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Ketika seseorang mengidap meningococcal septicemia, bakter memasuki aliran darah dan berkembang biak, kemudian merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan hingga kulit dan organ lainnya.

Gejala yang mungkin terjadi adalah:

  • Kelelahan
  • Muntah
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Reaksi kedinginan
  • Beberapa rasa sakit pada otot, sendi, dada, atau perut
  • Napas terengah-engah
  • Diare
  • Jika sudah parah: ruam berwarna ungu tua

Bagaimana cara mengatasi kondisi seperti ini?

Kisah Riley, Anak yang Harus Diamputasi demi Melawan Meningococcal

Jika Bunda merasa diri sendiri atau bayi atau anak mengalami gejala tersebut, segera hubungi dokter. Sebab, meningitis meningococcal adalah penyakit yang sangat serius dan dapat berakibat fatal.

Dalam kasus yang fatal, kematian dapat terjadi dalam hitungan jam. Sedangkan untuk kasus yang tidak fatal, kecacatan permanen dapat terjadi termasuk kehilangan pendengaran dan kerusakan otak.

Demikianlah informasi terkait kondisi meningococcal yang perlu Parents ketahui. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Parents semua.

Referensi: Kidspot, WebMD, Better Health

Baca juga:

Cegah serangan virus saat hamil dengan 7 vaksin berikut!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner