Panduan memberi air putih pada bayi, Parents wajib tahu!

lead image

Air putih untuk bayi tidak boleh diberikan secara sembarangan, karena bisa menyebabkan masalah kesehatan. Pada usia berapa bayi boleh diberikan air putih?

Pemberian air putih untuk bayi tidak boleh sembarangan. Itu sebabnya Parents harus tahu betul kapan bisa memberikan air putih untuk bayi.

Yang pasti, sebelum bayi berusia 6 bulan, Anda tidak boleh memberikan air putih padanya. Mengapa? 

Dr. Alan Greene, seorang dokter anak mengatakan, “Jumlah air yang terkandung dalam ASI dan susu formula sudah mencukupi kebutuhan cairan bayi yang dikeluarkan melalui air kencing, feses dan bernapas.”

Perlukah memberi air putih untuk bayi?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/air putih untuk bayi 1.jpg Panduan memberi air putih pada bayi, Parents wajib tahu!

Bayi ASI

Kelly Bonyata, seorang konsultan laktasi menjelaskan bahwa ASI telah mengandung 88% air, dan telah mencukupi kebutuhan cairan bayi. Karenanya, bayi yang diberi ASI Eksklusif tidak perlu tambahan air putih.

Bahkan meski orangtua Anda menyarankan untuk memberikan campuran gula dan air pada si bayi, sebaiknya jangan dilakukan

Karena hal ini bisa mengganggu frekuensi menyusui yang normal, bahkan meningkatkan risiko bayi terkena bilirubin atau keracunan air putih.

Bayi Formula

Susu formula terdiri dari 80% air, dan sudah cukup untuk membuat bayi terhidrasi dengan baik. Sehingga tambahan air putih sebelum usianya 6 bulan adalah hal yang tidak perlu.

Seorang dokter anak bernama Stephen R. Daniels, menyarankan agar jumlah air yang digunakan saat menyeduh susu formula sesuai takaran dianjurkan dalam kemasan susu tersebut. Bila airnya terlalu banyak, bisa melarutkan kandungan nutrisi penting di dalamnya, dan berisiko membuat bayi keracunan air.

Usia yang tepat untuk memberi air putih untuk bayi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/air putih untuk bayi 2.jpg Panduan memberi air putih pada bayi, Parents wajib tahu!

Bayi usia 6-12 bulan

  • Ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan, Anda bisa memberikannya seteguk air. Tidak perlu banyak-banyak, hanya sedikit saja. Karena ditakutkan bisa memengaruhi nafsu makannya untuk menyusui.
  • Ketika bayi mulai dikenalkan dengan MPASI, berikan sedikit air putih padanya untuk mencegah sembelit. Jangan gantikan ASI atau susu formula dengan air putih, karena bayi tetap membutuhkan asupan susu walau telah memulai MPASI.
  • Menjelang usia 1 tahun, asupan air putih si kecil bisa ditingkatkan untuk menjaganya tetap terhidrasi.

Bayi usia 12 bulan ke atas

  • Di usia ini, anak sudah mulai bisa dikurangi asupan ASI atau susu formula. Tingkatkan asupan makanan padat dan cemilannya, imbangi dengan air putih yang cukup.
  • Saat anak semakin aktif bergerak, kebutuhan asupan air putihnya semakin meningkat.
  • Departemen Agrikultur Amerika Serikat menyarankan pemberikan 1,3 liter air sehari untuk anak. Asupan cairan ini bisa didapatkan dari sumber lain, seperti makanan, juga susu.
  • Berikan buah kaya kandungan air untuk membuat anak tetap terhidrasi dengan baik saat dia sulit untuk duduk diam.

Air putih untuk bayi juga bisa berbahaya

src=https://assets sg.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/12/2013/05/baby2.png Panduan memberi air putih pada bayi, Parents wajib tahu!

Ginjal bayi masih belum berkembang dengan sempurna, sehingga organ tersebut belum bisa mengolah dan mengeluarkan cairan dengan cepat.

Oleh sebab itu, memberikan air putih untuk bayi di bawah usia enam bulan bisa berbahaya, karena tubuhnya belum mampu mencerna cairan selain ASI dan susu formula.

Hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit di tubuh anak, dan membuat level sodium di darahnya menurun. Bahkan, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika bayi diberikan air putih sebelum usia enam bulan, ia bisa mengalami pembengkakan di otak hingga menyebabkan kematian.

Artikel terkait: Diberi air putih, bayi 1 bulan ini terkena infeksi usus, peringatan untuk Parents

Gejala bayi keracunan air putih

  • Muntah-muntah
  • Bayi terlihat lesu, mengantuk dan cepat lelah
  • Keringat berlebihan
  • Suhu tubuh bayi rendah (di bawah 36 derajat celcius)
  • Terlalu sering pipis/mengompol
  • Kejang-kejang

Bila bayi mengalami gejala di atas, segeralah bawa buah hati Anda ke dokter.

 

 
Disadur dari artikel Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura

Baca juga: 

Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.