Bayi mengeluarkan air liur berlebihan, bahaya tidak ya?

Bayi mengeluarkan air liur berlebihan, bahaya tidak ya?

Cek berbagai gejala dan penyebab yang membahayakan maupun yang tidak membahayakan berikut ini!

Parents tentu seringkali melihat seorang bayi ngiler atau mengeluarkan air liur  Umumnya, ngiler yang terjadi pada bayi sebenarnya bukanlah hal yang perlu  dikhawatirkan. Namun bagaimana jika air liur berlebihan pada bayi sampai terjadi? Apakah normal? Atau justru menjadi gejala penyakit tertentu?

Perlu diketahui lebih dulu, biasanya bayi mulai mengeluarkan air liur pada saat usianya menginjak sekitar 3 bulan. Hal ini bisa terjadi karena otot-otot mulutnya belum berkembang secara sempurna. Otot-otot tersebut belum mampu menahan produksi air liur yang sudah mulai banyak.

Kondisi ini merupakan bagian dari perkembangan fisiknya yang kemungkinan akan terjadi hingga usianya menginjak dua tahun. Mulai dari ia memulai aktivitas hingga tidur, ngiler merupakan satu hal yang akan sering terjadi.

Kapan kondisi ini menjadi tidak normal?

Faktanya, selama masa pertumbuhan giginya sedang berlangsung, bayi memang cenderung akan sering ngiler. Bahkan mungkin Parents bisa mengganti bajunya beberapa kali karena basah oleh air liurnya.

Meskipun demikian, tetap waspadai ya bila jumlahnya sudah terlihat abnormal. Selain itu, bila usianya sudah mencapai 4 tahun namun gejalanya masih bertahan, waspadai karena kondisi ini pun sudah terkategori tak normal.

Artikel terkait : Air liur berlebihan saat hamil, kapan harus waspada? Ini penjelasannya

Penyebab air liur berlebihan pada bayi

Bayi mengeluarkan air liur berlebihan, bahaya tidak ya?

Penyebab normal

Normal atau tidaknya air liur yang keluar dari mulut bayi bergantung pada penyebabnya, Parents. Berikut ini beberapa penyebab yang tidak membahayakan, di antaranya :

1. Mengonsumsi berbagai makanan tertentu

Beberapa makanan diketahui bisa memicu produksi air liur berlebih. Tak hanya pada orang dewasa, hal ini juga bisa terjadi pada bayi, lho.

Makanan yang bersifat asam bisa menjadi salah satu penyebabnya bila si kecil sudah memasuki usia MPASI. Misalnya saja saat ia mengonsumsi buah yang rasanya sedikit asam seperti jeruk, air liur yang dihasilkan biasanya juga akan lebih banyak dari kondisi biasa.

2. Proses pertumbuhan gigi

Ngiler menjadi salah satu bagian dari proses pertumbuhan gigi si kecil yang tak bisa dipisahkan. Memang, bayi biasanya akan tumbuh gigi di usianya yang mencapai 6-8 bulan. Namun, si kecil bisa mulai mengeluarkan air liur lebih dini.

Di usianya yang ke-3 bulan, umumnya ia sudah mulai bisa mengeluarkan air liur. Khususnya bila gigi sudah mulai akan muncul, air liur yang diproduksi juga akan jauh lebih banyak.

Bayi mengeluarkan air liur berlebihan, bahaya tidak ya?

3. Ssst ia sedang fokus

Si kecil terlihat sedang sangat serius memerhatikan suatu objek? Bila iya, biasanya ia akan mengeces dengan jumlah yang cukup banyak. Konsentrasinya pada tugas atau objek tertentu membuat ia tidak bisa menahan dan menelan air liur sehingga ia pun bisa ngeces.

4. Efek samping obat

Bila si kecil mengeces berlebihan saat mengonsumsi obat tertentu, jangan dulu panik. Terutama bila sudah diberikan resep dokter. Bisa jadi kondisinya ini memang merupakan efek samping obat-obatan jenis tertentu.

Artikel terkait : Hipersalivasi, saat air liur berlebihan, mengapa hal ini bisa terjadi?

Kondisi yang harus diwaspadai

Bayi mengeluarkan air liur berlebihan, bahaya tidak ya?

Selain beberapa penyebab yang tak membahayakan di atas, ternyata ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai dari ngiler yang berlebih pada bayi.

Hal ini karena ngiler yang berlebihan bisa menjadi salah satu tanda si kecil mengalami cedera lahir. Beberapa kemungkinannya antara lain :

Mengalami Cerebral Palsy

Ngeces yang berlebihan bisa menjadi salah satu gejala Cerebral Palsy. Kondisi ini merupaka kelainan neurologis yang disebabkan karena kerusakan otak saat melahirkan.

Mengapa ngeces menjadi salah satu gejalanya? Kondisi ini bisa memengaruhi fungsu otot, salah satunya otot mulut yang menyebabkan hipersalivasi. Hipersalivasi sendiri memang ditandai oleh banyaknya air liur karena ketidakmampuan otot mulut yang tidak maksimal untuk menahan air liur.

Selain ngeces, ada beberapa gejala lain yang sebaiknya Parents perhatikan diantaranya :

  • Sering melakukan gerakan kejang atau tidak terkontrol.
  • Otot lebih kaku.
  • Kesulitan mengisap atau mengunyah makanan.
  • Gangguan pada tumbuh kembang secara keseluruha mulai dari berkembangan motorik, bahasa, dan kognitif.
  • Kesulitan dalam bernafas

Menderita Bell’s palsy

Kemungkinan lain dari cedera lahir dan masalah neurologis yang ditanai dengan ngeces berlebihan ialah Bell’s Palsy. Kondisi ini merupakan gangguan saraf yang memengaruhi setengah bagian pada wajah.

Bila si kecil mengalaminya, tak hanya ngeces yang menjadi gejala namun biasanya juga diikuti gejala lain seperti :

  • Kelumpuhan pada otot wajah di salah satu sisi
  • Mata kering pada salah satu bagian wajah.
  • Bayi menjadi lebih peka terhadap suara.

Namun kondisi ini bisa disembuhkan dengan terapi berupa pemberian obat tertentu seusai resep dokter. Tentunya gejala ngeces berlebihan saja bukanlah hal yang patut dikhawatirkan bila tak diikuti berbagai gejala lainnya.

Nah Parents segeralah berkonsultasi ke dokter bila kondisi si kecil nampak abnormal.

Sumber : parenting.firstcry, birthinjuryguide

Baca Juga :

Penelitian: Bayi senang mendengarkan bayi lain berbicara. Mengapa?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner