10 Cara Agar Bayi Cerdas Sejak Dalam Kandungan

Bunda, sudah tahu belum bahwasanya kesehatan mental dan kecerdasan bayi bisa dibentuk sejak sebelum ia lahir? Penelitian menunjukkan semakin baik Bunda merawat diri selama hamil, semakin baik pula perkembangan otak janin.

Agar bayi cerdas ada beberapa hal yang dapat Bunda jaga dan waspadai selama hamil. Ayo simak tipsnya!

Agar bayi cerdas, Bunda harus cermat

Kesehatan mental dan kecerdasan bayi bisa dibentuk sejak sebelum ia lahir. Penelitian menunjukkan semakin baik Bunda merawat diri selama hamil, semakin baik pula perkembangan otak janin.

Faktanya, dari seluruh organ janin, bagian otaknya lah yang paling terkena pengaruh dari polah hidup Bunda, terutama dari apa yang Bunda konsumsi.

Tujuh puluh persen dari total sel saraf manusia selama hidupnya dibentuk justru ketika belum lahir. Otak janin berkembang sebanyak 250.000 sel saraf tiap menitnya. Tiap sel otak  ini membentuk ribuan cabang-cabang kecil lagi untuk dapat menghubungkan antar sel saraf.

Jadi singkatnya, agar bayi cerdas sejak dalam kandungan artinya membantu otak janin membentuk sel-sel saraf yang terhubung dengan baik. Bagaimana caranya?

1. Hindari lingkungan yang berbahaya

Jika Bunda bekerja, perhatikan lingkungan kerja Bunda. Hindari diri dari paparan zat-zat kimia, radiasi, hingga peluang terkena penyakit infektif.

Jika memungkinkan, hindari juga lalulintas macet yang penuh polusi. Sudah banyak riset yang membuktikan bahwa zat-zat kimia berbahaya dapat mencemari plasenta.

2. Olahraga dan makan sehat

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan, seperti renang dan jalan kaki, memberi manfaat pada perkembangan otak janin. Jadi agar bayi cerdas, rajin-rajinlah berolah raga.

Dibarengi dengan diet seimbang, juga akan membantu Bunda mencapai berat badan optimal selama hamil. Ini salahsatu faktor penting bagi perkembangan otak janin.

3. Jangan mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu

Efek dari kebanyakan obat di pasaran pada bayi yang belum lahir, masih banyak yang belum diketahui.

Beberapa obat umum seperti parasetamol dan ibuprofen cukup aman dikonsumsi. Akan tetapi lebih baik hindarilah obat-obatan selama hamil, kecuali Bunda benar-benar membutuhkannya.

4. Jangan minum alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi bisa mengakibatkan kerusakan serius pada otak janin, yang disebut ‘foetal alcohol syndrom’, atau sindrom alkohol pada janin.

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan resiko konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit (satu-dua kali dalam seminggu), sebaiknya Bunda tetap menghindari alkohol sama sekali selama hamil. Alkohol terbukti dapat menembus plasenta, yang kemudian ikut dikonsumsi oleh janin.

5. Jangan merokok atau terpapar asap rokok

Tentunya Bunda sudah tahu, tapi sekedar mengingatkan, merokok berbahaya bagi janin. Merokok dapat benar-benar membatasi aliran darah ke otak janin yang sedang berkembang. Jadi agar bayi cerdas cemerlang, minta juga suami jangan merokok bila sedang bersama Bunda.

6. Perhatikan tekanan darah Bunda

Jika tekanan darah Bunda terlalu tinggi, aliran darah kepada bayi melalui plasenta menjadi kurang efisien.

Untuk menghindarinya, tambahkan jus ubi bit dan teh hibiscus dalam menu diet Bunda selama hamil, keduanya terbukti dapat mengatur tekanan darah.

7. Konsumsi asam folat

Kekurangan asam folat atau vitamin B9 sangat terhubung dengan berbagai macam penyakit bawaan serius, juga hiperaktif dan masalah pertumbuhan lainnya pada anak.

Untuk memastikan Bunda mendapat cukup asam folat, idealnya adalah dengan mengonsumsi suplemen folat sejak tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.

Konsumsi juga makanan yang mengandung folat, seperti sayuran hijau, gandum dan jus jeruk.

8. Konsumsi suplemen minyak ikan

Seperti kalsium bagi tulang, omega-3 DHA/EPA sangat penting bagi otak, sedangkan pola konsumsi modern sering kali mengabaikan asupan lemak sehat satu ini.

Untuk itu Bunda sebaiknya mengonsumsi suplemen minyak ikan salmon yang tinggi kandungan omega-3 DHA/EPA nya. Lakukanlah terutama pada trimester akhir kehamilan, di mana otak janin berkembang paling pesat dan paling membutuhkan banyak omega-3.

9. Berjemur di pagi hari

Cacat mental pada bayi sering dikaitkan dengan kurangnya asupan vitamin D Bunda pada saat hamil. Sebagai contoh, di negara empat musim, bayi yang lahir pada musim dingin lebih mungkin menderita skizofrenia.

Beruntung bagi kita yang tinggal di negara dengan sinar matahari sepanjang tahun. Bunda tidak perlu menambahkan suplemen vitamin D, tapi cukup berjalan-jalan atau duduk santai di bawah sinar matahari pagi.

10. Rileks

Ibu yang stres berkepanjangan dapat melemahkan sistem imun bayi. Selain itu tingginya level hormon stres Bunda dapat masuk dalam jaringan otak bayi di dalam rahim dan tentunya mengganggu perkembangan otak bayi.

Kurangi pekerjaan berat selama hamil yang bisa memicu stres. Lakukan hal-hal yang bisa membuat Bunda rileks; mendengarkan musik, mencium aroma terapi atau minta dipijat suami.

Intinya, agar bayi cerdas, relax and be happy!

 

Sumber: Brain Training For Babies