Cara Menyapih Anak Agar Berpisah Dengan Dot

Melepas anak dari dot bisa bikin pusing tujuh keliling. Berbagai cara menyapih anak sudah dicoba, namun gagal. Cobalah beberapa ide cara menyapih anak ini.

"Benar Kak, dot memang hanya untuk adik bayi," inilah salah satu cara menyapih anak tanpa paksaan.

“Benar Kak, dot memang hanya untuk adik bayi,” inilah salah satu cara menyapih anak tanpa paksaan.

Anda mungkin telah mencoba berbagai cara menyapih anak dari dot, tetapi gagal. Minum susu dari botol susu atau dot adalah semacam ritual yang tak boleh diganggu gugat buat Si Kecil. Apalagi jika ia sudah terbiasa minum susu dengan dot sejak masih bayi.

Dot menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupannya, sama dengan kehadiran Anda sebagai orang tuanya. Ketidakhadiran dot bisa membuat Si Kecil merasa kalut, bahkan mengamuk.

Hal inilah yang mungkin membuat beberapa orang tua merasa kewalahan ketika mencoba cara menyapih anak dari botol susu alias dot ketika anak sudah berumur di atas satu tahun. Daripada patah hati karena anak mengamuk, sebagian orang tua membiarkan anak lekat dengan botol dot sesuka hatinya.

Akibatnya, anak menjadi semakin sulit dipisahkan dari botol dot, bahkan ketika mereka sudah masuk usia sekolah. Padahal, konsistensi adalah salah satu cara menyapih anak.

Apakah Anda termasuk salah satu orang tua yang sedang galau karena anak tak mau melepaskan botol dot meski ia sudah cukup ‘dewasa’ untuk tidak ngedot lagi? Cobalah beberapa trik atau cara menyapih anak berikut ini.

Berbagai ide melakukan trik / cara menyapih anak:

1. Adik bayi

Ajak anak mengunjungi kerabat atau tetangga dengan bayi yang minum susu menggunakan dot. Perlihatkan pada mereka saat bayi kerabat atau tetangga Anda sedang ngedot untuk menimbulkan pemikiran pada anak bahwa bayi ngedot karena ia belum bisa duduk dan minum sendiri dengan gelas.

Buat mereka berpikir, “Aku masih ngedot, berarti aku sama seperti adik bayi. Padahal aku kan sudah besar.”

2. Pujian

Anak membutuhkan dorongan dan motivasi dari Anda bahwa mereka baik-baik saja meski tanpa dot. Jangan segan memberikan pujian ketika anak menunjukkan kesediannya minum susu atau minuman apapun dari gelas (meski ia masih minum susu dengan dot pada saat-saat tertentu, misalnya saat hendak tidur di malam hari).

3. Bangkitkan motivasinya

Buatlah ia termotivasi untuk meninggalkan dotnya. Misalnya katakan, “Bila adik ingin cepat besar seperti kakak, adik tidak boleh minum dari botol susu lagi.”

Atau letakkan mainan kesukaannya di tempat yang agak tinggi, sehingga ia harus digendong setiap kali ingin mengambilnya. Lalu katakan, “Bila adik ingin lekas tinggi dan bisa mengambil mainan ini tanpa digendong lagi, Adik harus minum dari gelas, bukan dari botol susu.”

4. Iming-iming hadiah

Cara menyapih anak lainnya yang terbukti efektif adalah dengan menjanjikan hadiah jika ia mau meninggalkan botol susunya. Bisa berupa mainan yang sudah lama ia inginkan atau jalan-jalan ke tempat wisata dengan aneka wahana permainan. Hanya saja jangan jadikan trik ini sebagai solusi tiap kali Anda ingin anak melakukan sesuatu.

5. Bertahap

Pada dasarnya peralihan dari minum susu dengan dot ke gelas adalah mengarahkan anak untuk melakukan kebiasaan baru. Orang dewasa yang dipaksa meninggalkan kebiasaan lama dan menggantinya dengan kebiasaan baru pun akan merasa berat melakukannya. Demikian pula halnya dengan anak Anda.

Anak tentu akan sangat terpukul ketika mendadak harus berpisah dengan botol susu mereka. Oleh karena itu, cobalah untuk melepaskan botol susu dari anak secara bertahap. Misalnya jika anak terbiasa ngedot pada siang dan malam hari sampai tertidur, mulailah memberikan botol susu sekali saja tiap hari, yaitu pada siang hari atau malam hari saja.

6. Variasi gelas dan sedotan

Cobalah buat ia tertarik dengan meminum susu dari gelas yang menarik, dan gantilah setiap kali ia sudah bosan. Begitu pula dengan warna sedotan ataupun bentuk sedotannya.

7. Tabahkan hati Anda, jaga konsistensi

Mungkin Anda seorang ibu bekerja dan ingin segera beristirahat seketika Anda sudah pulang ke rumah. Rasa lelah menyebabkan Anda malas berdebat dengan anak dan cenderung menuruti rengekannya untuk tetap ngedot meski ia sudah besar.

Pada saat seperti ini memang tampaknya ketangguhan Anda sebagai seorang ibu sedang diuji, karena dibutuhkan kesabaran, ketabahan dan ketekunan untuk benar-benar memisahkan anak dari botol susunya.

Menurut seorang pembaca kami dalam sebuah diskusi di grup Facebook, dibutuhkan waktu selama 1-2 bulan hingga anak benar-benar berpisah dari dotnya. Meski demikian jangan menyerah, Bunda, karena semua akan indah pada waktunya.

8. Lakukan ketika anak dalam kondisi sehat

Mungkin si kecil tidak bisa tidur ketika Anda memisahkannya dari botol susu, jadi pastikan ia sedang dalam kondisi sehat saat Anda menyapihnya.

Bunda, selamat mencoba.

Baca juga artikel menarik lainnuya:

10 Cara Menyapih Anak dari Payudara

Tahap Perkembangan Bahasa Balita