5 Tips Menanamkan Sikap Nasionalisme Pada Anak

lead image

Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia merayakan Sumpah Pemuda. Bagaimana agar anak memiliki sikap nasionalisme dan cinta Indonesia, tanah air dan bangsanya?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/shutterstock 109257461.jpg 5 Tips Menanamkan Sikap Nasionalisme Pada Anak

Nasionalisme, masih adakah pada diri Anda?

Mempercayakan sekolah dalam hal pendidikan moral dan sejarah untuk anak agar sikap nasionalisme tumbuh tidaklah cukup. Memiliki pandangan yang positif, optimis dan cinta pada bangsa dan negara adalah suatu bentuk sikap nasionalisme yang bisa ditanamkan pada anak sejak dini. Peran orang tua sangat dibutuhkan karena dari lingkungan terdekat anak yakni keluarga inilah sikapnya dan cara pandangnya terhadap bangsanya terbentuk. Mari simak beberapa tips praktis berikut bagi orang tua agar sikap nasionalisme pada anak dapat berkembang.

1. Memperkenalkan aneka ragam budaya Indonesia

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan warisan budaya dan adat istiadatnya dari Sabang hingga Merauke. Orang tua dapat memperkenalkan budaya daerah keluarga sendiri. Banyak sekali yang bisa digali dan diperkenalkan kepada anak dari lagu, bahasa, baju khas, makanan, rumah hingga cerita rakyat yang berasal dari daerah asal orang tua. Dongeng rakyat sangat bagus dan sarat makna untuk diajarkan bagi anak daripada dongeng berasal dari luar negeri, seperti kisah Timun Mas, Tangkuban Perahu. Begitu pula dengan lagu daerah yang tak kalah bermakna dari lagu modern, contohnya Anak Kambing Saya, Ampar-Ampar Pisang, dan masih banyak lagi. Membawa anak ke Taman Mini Indonesia Indah, di mana ada rumah-rumah adat Indonesia bisa menjadi pembelajaran bagi anak akan keanekaragaman bangsa ini sekaligus meningkatkan nasionalisme anak.

 

2.  Gunakan produk karya dalam negeri

Anak dapat dilibatkan dan diperkenalkan untuk menggunakan barang atau produk hasil karya anak bangsa. Salah satu contoh adalah mengenakan baju batik. Dengan menggunakan baju batik sekeluarga, orang tua dapat mengajak anak untuk mencintai hasil karya Indonesia. Bahkan orang tua dapat mengajak anak datang ke pusat batik di mana anak bisa belajar bagaimana membuat batik dengan canting. Selain batik, kain seperti kebaya, sarung, ulos juga bisa digunakan dan diperkenalkan orang tua agar anak semakin bangga akan Indonesia.

3. Memperkenalkan sejarah Indonesia

Kisah pahlawan nasional sangat menarik untuk diperkenalkan bagi anak karena anak dapat mengetahui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan karena sikap nasionalisme mereka dan kecintaannya pada bangsa dan negara. Sehingga sekarang kita dapat hidup merdeka, tenteram dan damai tanpa perang. Namun perlu diperhatikan agar diberikan penjelasan sesuai usia pemahamannya.

Salah satu cara efektif yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah membawa anak berwisata ke museum, seperti Museum Nasional, Museum Proklamasi, Museum Sumpah Pemuda yang terletak di Jakarta. Selain melihat langsung diorama perjuangan para pahlawan, anak dapat belajar tentang perjalanan bangsa ini. Ada sebuah pepatah yang berbunyi ‘bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya’, jadi sangatlah perlu sejarah bangsa diajarkan kepada anak demi menanamkan sikap nasionalisme padanya.

4. Mendidik anak untuk menghargai perbedaan

Sejak dini, anak harus belajar untuk menghargai perbedaan terutama dalam kaitannya dengan sikap nasionalisme dan anti rasisme. Perlu ditekankan pada anak bahwa setiap manusia itu unik ciptaan Tuhan, dengan bermacam-macam warna kulit, latar belakang budaya, suku, agama dan bahasa yang berbeda. Seperti semboyan negara kita “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, anak Indonesia harus menghargai dan menghormati perbedaan bukannya menghina atau mengucilkan anak lain dengan etnis, agama atau latar belakang yang berbeda. Sikap ini harus ditanamkan pada anak dimulai dari keluarga. Ajak anak bermain dengan teman sebaya yang berbeda suku, agama dan latar belakang bisa membuatnya sadar bahwa di tengah perbedaan, setiap manusia adalah sama.

5. Memperkenalkan permainan tradisional

Anak dapat diajak bermain permainan tradisional seperti congklak, ular naga panjangnya, bekel, gasing dan sebagainya. Permainan khas Indonesia ini dapat menambah pengetahuan sekaligus dapat menjadi ajang sosialisasi dengan teman sebaya anak. Ternyata permainan Indonesia sangat seru dan bisa dimainkan bersama keluarga dan teman-temannya.

Semoga tips-tips di atas dapat berguna untuk menanamkan sikap nasionalisme juga anak lebih mencintai Indonesia, negaranya.

Simak juga artikel kami yang lain: