Apa ciri-ciri anak yang akan tumbuh tinggi?
Orang tua pasti sering menebak-nebak akan seperti apa bayi mereka nantinya saat besar, misalnya bagaimana kepribadian mereka atau bakat apa yang mereka miliki. Kebanyakan orang tua lebih senang memprediksi sesuatu yang bisa terukur misalnya IQ, berat badan, dan tinggi badan bayi.
Di samping karena jenis kelamin (anak laki-laki cenderung lebih tinggi daripada anak perempuan), berikut tanda-tanda yang dapat membantu Parents memperkirakan tinggi badan bayi di masa depan.
Ciri-ciri anak tumbuh tinggi di antaranya lebih tinggi dibandingkan balita lain
Apa Ciri Anak Tumbuh Tinggi?
Ciri-ciri anak tumbuh tinggi di antaranya adalah:
- Anak tumbuh tinggi ketika badannya panjang saat dilahirkan. Tinggi badan bayi saat dilahirkan bisa menjadi acuan berapa tinggi badannya di masa depan. Rata-rata tinggi badan bayi saat lahir adalah sekitar 50 cm. (Biasanya berkisar antara 44,2 cm hingga 55,6 cm). Setelah satu bulan pertama kehidupannya, panjang bayi akan bertambah lagi sekitar 4 – 5 cm.
- Lebih tinggi bila dibandingkan balita lain. Saat anak mencapai usia balita, perhatikan tinggi badannya bila dibandingkan teman sebayanya. Jika ia tampak lebih tinggi, maka kemungkinan besar anak tumbuh tinggi dibanding teman sekelasnya. Bila anak tampak lebih pendek, Parents tak usah khawatir. Lonjakan pertumbuhan (growth spurt) terjadi sepanjang masa kanak-kanak dan berlanjut hingga ia puber. Anak perempuan biasanya berhenti tumbuh pada usia 16 tahun, sementara anak laki-laki mencapai tinggi badan dewasa ketika berusia 18 tahun.
- Anak tumbuh tinggi jika Anda dan pasangan bertubuh tinggi. Seperti banyak aspek tumbuh kembang lainnya, faktor genetis memainkan peran yang sangat besar. Bila Bunda dan suami atau hanya salah satunya saja yang secara alami bertubuh tinggi, maka anak Anda kemungkinan besar mewarisi tinggi badan Anda. Namun ada beberapa kasus di mana anak yang memiliki orangtua dengan ukuran tubuh rata-rata atau bahkan bertubuh tinggi dapat berhenti tumbuh karena alasan yang tidak diketahui, atau disebut juga Idiopathic Short Stature (ISS).
- Bayi Anda mendapatkan nutrisi yang baik. Pastikan anak Anda mendapatkan makanan dan nutrisi yang dia butuhkan untuk meningkatkan potensi pertumbuhannya. Berikan ia nutrisi dan vitamin yang tepat selama tiga tahun pertama kehidupannya. Contoh makanan yang tepat agar anak tumbuh tinggi adalah makanan-makanan yang kaya kalsium, seperti susu, yogurt, bayam. Selain itu makanan yang mengandung protein seperti telur, oatmeal, dan daging tanpa lemak juga dapat mendukung pertumbuhan tinggi badan anak.
- Tak ada hal yang menghambat pertumbuhannya. Ada kondisi yang bisa menghambat pertumbuhan anak, seperti dwarfisme atau cebol. Dwarfisme merupakan kelainan genetis yang menyebabkan tinggi badan anak saat dewasa tidak lebih dari 147 cm. Kondisi lain yang dapat menghentikan pertumbuhan di masa kanak-kanak adalah kekurangan hormon pertumbuhan. Kekurangan hormon ini dapat diketahui saat anak berusia 2 atau 3 tahun, dan dapat memperlambat pertumbuhan anak secara ekstrem.
Tinggi Badan Ikut Gen Siapa?
Tinggi badan anak ikut gen kedua orang tuanya dan juga faktor-faktor eksternal lain seperti gizi, penyakit, atau kelahiran prematur. Para ahli kesehatan meyakini bahwa 80% tinggi badan seseorang ditentukan oleh faktor genetik. Ini berarti tinggi badan orang tua kandung dapat menjadi indikator tinggi badan seorang anak, meskipun hal ini tidak selalu dapat diandalkan.
Saudara kandung dengan orang tua yang sama dapat memiliki tinggi badan yang bervariasi, dan salah satu anak dalam keluarga mungkin lebih tinggi atau lebih pendek dibandingkan anggota keluarga lainnya.
Apakah Pertambahan Tinggi Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda?
Ya, pertambahan tinggi anak laki-laki dan perempuan berbeda. Anak laki-laki cenderung tumbuh lebih cepat selama masa kanak-kanak. Rata-rata, anak laki-laki juga cenderung lebih tinggi daripada anak perempuan. Itulah sebabnya dokter menggunakan grafik pertumbuhan terpisah untuk anak laki-laki dan perempuan untuk mengukur pertumbuhan dari waktu ke waktu.
Untuk anak perempuan, tinggi badan cenderung mencapai puncaknya sekitar dua tahun setelah pubertas, yang biasanya dimulai antara usia 8 dan 13 tahun. Selain itu, beberapa anak perempuan cenderung mencapai puncaknya sekitar usia 14 atau 15 tahun.
Namun, anak laki-laki dapat tumbuh hingga sekitar usia 16 tahun, tetapi mungkin menunjukkan pertumbuhan paling pesat antara usia 12 dan 15 tahun.
Persentil anak Anda tidak sepenting konsistensi pertambahan tingginya. Jika anak Anda turun dari persentil ke-40 ke persentil ke-20, misalnya, dokter mungkin akan merekomendasikan tes untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.
Bagaimana Cara Memprediksi Tinggi Tubuh Anak?
Berikut ini dua metode rumus untuk memprediksi tinggi anak Anda secara lebih akurat.
1. Metode Tinggi Badan saat Usia Balita
Bila Parents memiliki anak laki-laki, kalikan dua tinggi badannya saat usia 2 tahun. Untuk anak perempuan, kalikan dua tinggi badannya saat ia berusia 18 bulan.
Contoh: tinggi badan anak laki-laki Anda saat usia 2 tahun adalah 89 cm. Maka saat dewasa nanti tinggi badannya diperkirakan 2 x 89 = 178 cm.
2. Metode Tinggi Rata-Rata Ayah dan Bunda
Tambahkan tinggi badan Anda dengan tinggi badan pasangan Anda. Untuk anak laki-laki, tambahkan hasilnya dengan 12 cm.
Untuk anak perempuan, kurangi hasilnya dengan 12 cm. Kemudian totalnya dibagi 2.
Contoh: tinggi badan Bunda 160 cm sedangkan tinggi badan Ayah 182 cm. Mereka ingin memprediksi tinggi anak perempuan mereka di masa depan.
- 160 + 182 = 342
- 342 – 12 (untuk anak perempuan) = 330
- 330 : 2 = 165 cm
Jadi, anak perempuan ini akan memiliki tinggi kurang lebih 165 cm saat ia tumbuh dewasa nantinya.
Pertanyaan Populer Seputar Ciri-Ciri Anak yang Akan Tumbuh Tinggi
Bagaimana cara mengetahui apakah seorang anak akan tumbuh lebih tinggi?
Tidak ada cara yang pasti mengetahui apakah seorang anak akan tumbuh lebih tinggi saat dewasa. Namun, ada beberapa cara untuk memperkirakan pertumbuhan anak. Misalnya dengan menambahkan tinggi badan ibu dengan tinggi badan ayah dalam inci atau sentimeter. Tambahkan 5 inci (13 sentimeter) untuk anak laki-laki atau kurangi 5 inci (13 sentimeter) untuk anak perempuan. Lalu, bagi 2. Cara lain adalah dengan menggandakan tinggi badan anak laki-laki pada usia 2 tahun atau tinggi badan anak perempuan pada saat berusia 18 bulan.
Anak umur 12 tahun tingginya berapa?
Menurut CDC, anak umur 12 tahun tinggi rata-ratanya (50 persentil) adalah 151 cm untuk anak perempuan, dan 149 cm untuk anak laki-laki.
Kami harap artikel ini akan membantu Parents memprediksi apakah anak tumbuh tinggi saat ia besar nanti.
Baca Juga:
Penelitian: makan satu telur sehari, bantu anak tumbuh lebih tinggi
Ingin Si Kecil Cepat Tinggi, Ini 3 Cara yang Bisa Dilakukan Orangtua
10 Makanan Penambah Tinggi Badan Anak, Berikan Sekarang!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.