3 Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Ia Lebih Berperasaan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Cara mendidik anak laki-laki yang mengutamakan 'kejantanan' tidak selalu baik. Mari ajarkan ia agar lebih berperasaan.

Cara mendidik anak laki-laki agar menjadi pribadi yang dicintai dan mampu mencintai

Mungkin Anda sudah muak mendengar berita tentang semua hal buruk yang dilakukan remaja pria pada lawan jenisnya. Apa boleh buat, itulah kenyataan. Adakah kesempatan bagi kita mengubah keadaan ini?

Tentu ada, Parents.

Joanna Schroeder, penulis dan feminis, menawarkan solusi buat mengatasi hal ini.

"Ketika saya menjadi ibu, fokus saya lebih condong pada apa yang terjadi pada anak laki-laki saat ini," jelasnya. "Maka saya memilih gaya parenting ala feminis sebagai cara mendidik anak laki-laki kami."

Wow, cara mendidik anak laki-laki ala feminis? Kedengaran terlalu idealis dan mengada-ada?

Kita menginginkan dunia yang lebih baik untuk anak dan cucu kita. Kita juga ingin mereka bahagia, bahkan saat kita telah tiada. Itu semua bisa kita wujudkan mulai saat ini, dengan memperbaiki cara mendidik anak laki-laki.

1. Anak laki-laki dan anak perempuan itu setara

Joanna menganjurkan agar orangtua tidak memberi toleransi pada kebiasaan anak laki-laki yang dianggap wajar oleh masyarakat, padahal kebiasaan itu berdampak negatif bagi orang-orang di sekitarnya.

Misalnya, wajar seorang suami/ ayah duduk-duduk membaca koran saat istri sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Dengan melatih anak laki-laki melakukan 'pekerjaan perempuan', ia akan tahu apa yang dihadapi seorang wanita setiap hari. Pekerjaan rumah tangga itu berat, tapi wanita mau melakukannya tanpa mengeluh.

Inilah yang akan menumbuhkan rasa menghargai lawan jenis dalam diri anak laki-laki. Jika ia bisa menghargai wanita, maka tak akan timbul niatnya untuk mem-bully, melecehkan apalagi melakukan kekerasan pada perempuan.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Usia Sekolah