Memahami Cara Anak Usia Sekolah Memecahkan Masalah

Memahami Cara Anak Usia Sekolah Memecahkan Masalah

Anak usia sekolah memiliki berbagai tahapan perkembangan dalam memecahkan masalah yang mereka temukan sehari-hari.

Anak usia sekolah mempunyai banyak sekali keinginan, termasuk menginginkan  benda-benda yang dimiliki oleh teman-teman bermainnya. Begitu pula dengan anak saya, Rofa dan Bani (usia 10 dan 7 tahun). Mereka ingin memiliki tablet agar bisa bermain game.

Menyadari kedua orangtuanya tidak berencana membelikan barang impian mereka,  apa yang selanjutnya dilakukan oleh Rofa dan Bani? Oh, ternyata, mereka berencana mengumpulkan uang dengan cara berjualan mainan dan rutin menabung.

Mereka melakukannya hingga berbulan-bulan lamanya, sampai akhirnya jumlah uang mereka mencukupi untuk membeli tablet yang mereka inginkan.

Parents, berbeda dengan balita, kemampuan anak usia sekolah sudah lebih luas dan lebih objektif. Seorang psikolog asal Jerman, Meumann,mengungkapkannya dalam sebuah penelitian mengenai tahap perkembangan anak.

Tahap perkembangan anak, menurut Meumann:

1.Fase sintesa fantasi

Anak berusia 7-8 tahun berada pada fase ini. Di mana anak mulai mengamati segala sesuatu secara total (objektif menyeluruh). Meski pun masih bercampur dengan fantasi.

2. Fase analisa

Anak usia 8-9 tahun berada dalam tahap analisa. Pada rentang usia ini, kemampuan rasional anak berkembang pesat, sehingga ia berusaha memandang secara objektif seluruh pengamatannya.

3.Fase sintesa logis

Dia akhir usia sekolah anak berada dalam tahap sintesa logis, yaitu ketika pengamatannya terhadap sesuatu didukung oleh logika yang semakin baik.

Parents, tindakan yang dilakukan oleh Rofa dan Bani, mewakili anak usia sekolah yang telah memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah.

Bagaimana cara anak usia sekolah memecahkan masalah?

Menurut Santrock, anak usia sekolah bisa memecahkan masalah dengan cara :

a. Mendefinisikan masalah dengan jelas

Misal : Ingin membeli tablet

b. Menghimpun informasi

Misal: Mencari informasi tentang spesifikasi tablet, harga, tempat membeli

c. Memisahkan fakta dan opini yang relevan

Misal : Harga iPad mahal, tapi benda lain seperti ponsel bukanlah hal yang mereka inginkan.

Opininya: tetap membeli tablet

d. Mencari jalan keluar yang paling praktis atau yang bisa dilakukan

Seperti yang dilakukan oleh Rofa dan Bani, yaitu menabung dan menjual sebagian mainan mereka.

e. Mengevaluasi efektivitas jalan keluar

Parents, apabila pemecahan masalah berhasil, maka cara ini akan terus diulang hingga mereka remaja. Ketika kemampuan berpikir mereka semakin berkembang, maka kemampuan anak usia sekolah ini akan diulang dengan cara lebih teliti dan penuh perhitungan.

Nah, Parents, semoga informasi di atas bermanfaat untuk mendampingi tumbuh kembang putra-putri Anda.

Referensi :

Nyebur Ke Dunia Anak, Liza Permasih & Endah Kurniadarmi, Penerbit Kaba Media Internusa, Bandung, 2015.

Nyebur Ke Dunia Anak, buku parenting untuk memahami anak usia sekolah.

Nyebur Ke Dunia Anak, buku parenting untuk memahami anak usia sekolah.

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner