10 Tips Membesarkan Anak dengan Perilaku Positif

Banyak orang berpikir orang tua dengan anak yang penurut, rajin belajar, patuh pada orang tua dan sejumlah perilaku positif lain adalah orang tua yang sangat beruntung. Padahal, mempunyai anak-anak dengan perilaku menyenangkan tak ada hubungannya dengan untung atau rugi.

siapa sih yang tidak mau punya anak berperilaku manis? Siapa sih yang tidak mau punya anak berperilaku manis?

Dibutuhkan kesabaran, kerja keras dan kesungguhan tanpa batas untuk membesarkan anak-anak yang mampu menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berikut adalah tips yang dapat membantu Anda membesarkan anak-anak dengan perilaku positif.

1, Menjadi panutan. Cara terbaik untuk mengajarkan anak-anak untuk berperilaku positif adalah dengan menunjukkan bagaimana caranya. Tindakan nyata lebih ampuh dibandingkan kata-kata. Jika mereka melihat Anda sendiri mempunyai perilaku positif, maka mereka pun akan mengikuti contoh yang Anda tunjukkan.

2. Katakan peraturan dengan jelas. Anak-anak belum mengetahui manakah yang salah dan benar. Mereka perlu mendapat didikan tentang tindakan mana yang dibolehkan dan mana yang tidak. Gunakan kata-kata yang bisa membuat mereka memahami maksud Anda. Adalah kewajiban orang tua agar anak-anak memiliki kepekaan tentang peraturan dengan mengingatkan mereka secara terus menerus, sehingga perilaku yang tak diharapkan bisa dicegah sejak dini.

3. Hargai perilaku baik dengan segera. Anda dapat memberikan penghargaan berupa sikap tubuh, pujian, atau hadiah sesegera mungkin setelah mereka menunjukkan perilaku yang baik. Timing yang tepat sangat penting agar mereka dapat mengasosiasikan penghargaan dengan perilaku baik. Namun, jangan lupa untuk memantau motivasi atau alasan yang mendasari perilaku baik mereka setiap saat. Jangan-jangan mereka melakukannya hanya untuk mendapatkan imbalan.

4. Berikan dorongan sesering mungkin. Anak-anak terinspirasi untuk melakukan kebiasaan baik jika mereka tahu Anda percaya pada mereka. Mendukung mereka secara terus menerus akan membantu mereka membuat pilihan yang lebih baik.

Tips ke-5 agar anak berperilaku positif, di halaman berikut ini:

perilaku positif bisa ditumbuhkan sejak dini Perilaku positif bisa ditumbuhkan sejak dini

5. Latih mereka sejak awal. Para ahli mengatakan pondasi karakter seorang anak terbentuk sebelum ia berumur lima tahun. Sangat penting bagi Anda untuk menyiapkan segala sesuatunya agar anak yang masih duduk di bangku PAUD siap untuk dunia nyata.

6. Tegas dan konsisten. Anak Anda lebih cerdik daripada yang Anda kira. Sekali Anda memberikan sesuatu yang mereka inginkan, mereka akan berharap Anda melakukan hal itu kembali. Anak-anak cenderung menguji kesabaran Anda saat Anda sedang berada di depan banyak orang, entah itu saat Anda sedang berjalan-jalan ke mal, menghadiri acara keluarga, dsb. Jangan melunak hanya karena Anda dilihat oleh teman-teman dan kerabat. Jika mereka merajuk atau mengamuk, bawa mereka menjauh dari kerumunan dan bernegosiasilah.

7. Beri mereka ruang. Biarkan anak Anda membuat keputusan karena tidak dianjurkan untuk terus membayang-bayangi mereka dengan peraturan-peraturan Anda. Biarkan mereka membuat kesalahan sesekali agar menjadi lebih bertanggung jawab di kemudian hari.

Tips selanjutnya, di halaman berikut ini:

8. Jangan emosi. Sangat tidak bijaksana Anda menegur mereka dalam kondisi emosi tinggi, karena dikhawatirkan Anda akan melontarkan kata-kata yang kelak hanya akan membuat Anda menyesal. Tenangkan diri Anda sebelum menegur atau menasehati mereka dengan nada bicara dan kata-kata yang jauh dari kasar.

9. Suasana rumah yang positif. Berikan kesempatan pada anak untuk tumbuh sesuai kepribadian dan karakternya yang unik. Jangan bandingkan anak Anda dengan anak tetangga atau saudara karena ini hanya akan membuat mereka merasa tertekan. Jangan pernah katakan hal semacam ini agar mereka tetap dapat menghargai dirinya sendiri.

10. Cintai dengan tulus. Anda bisa memarahi anak-anak yang melakukan kesalahan, namun tetap cintailah mereka apapun perilaku mereka. Anak-anak juga harus memahami bahwa cinta kasih Anda sebagai orang tua tetap abadi apapun tindakan yang telah mereka lakukan. Hal ini membuat anak merasa tak seorang diri waktu ia menyadari kesalahan yang telah dilakukan, dan termotivasi untuk tidak melakukannya lagi.