TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspadai Pubertas Dini

Bacaan 4 menit
Waspadai Pubertas Dini

Pubertas dini tampaknya semakin sering kita dengar. Apa saja penyebabnya? Dan bagaimana mencegahnya?

Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami pubertas dini?

Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami pubertas dini?

Pubertas dini adalah fenomena yang kian marak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Batasan apa saja yang membuat puber yang dialami anak-anak kita tergolong normal ataukah tidak?

Beberapa waktu lalu, saya terkejut ketika seorang teman menceritakan bahwa anaknya sudah mendapatkan menstruasi pertama ketika duduk bangku kelas 3 sekolah dasar. Pada saat usianya baru menginjak 9 tahun.

Kekhawatiran sang ibu dapat saya fahami sebagai kekhawatiran yang wajar, mengingat kejahatan seksual yang mengintai anak-anak semakin merajalela dan tak pandang bulu.

Tak berselang lama, saya membaca di jejaring sosial tentang fakta adanya pubertas dini yang dialami bocah laki-laki usia 5 th yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Pubertas atau puber merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Ini adalah proses tubuh yang normal manakala memang terjadi sesuai pada waktunya.

Pubertas dikatakan normal bila tanda awal pubertas pada anak perempuan pada usia 8-13 tahun dan pada anak laki-laki pada usia 9-14 tahun. Dengan demikian, menurut dr. Aditya Suryansyah Semendawai,Sp.A, ketika berbincang dengan detikHealth, “Kalau perempuan kurang dari 8 tahun sudah puber atau laki-laki kurang dari 9 tahun, itu namanya pubertas dini.”

Beliau juga menyebutkan bahwa anak perempuan dikatakan sudah puber bila mulai mengalami pembesaran payudara. Sedangkan pada laki-laki, tanda awal pubertas ditandai dengan pembesaran testis, bukan mimpi basah.

Dokter spesialis anak yang berpraktek di RSAB Harapan Kita Jakarta ini juga menyebutkan bahwa, “ Pubertas dini tergantung dari berbagai faktor seperti ras, genetik, atau penyakit tertentu, sosial ekonomi, gaya hidup, makanan dan obat-obatan.”

Anak yang terbiasa mengkonsumsi Junk Food atau memakan makanan yang banyak mengandung hormon pertumbuhan seperti yang sering dijumpai pada ayam hasil suntikan, beresiko besar mengalami pubertas dini.

Namun, faktor utama yang memicu pubertas dini anak-anak atau Sex Matang Dini, seperti yang sebebutkan Ayah Edi di www.ayahkita.com terjadi akibat seringnya seorang anak menonton adegan yang berbau pornografi seksual tanpa ada yang mendampingi dan membimbingnya.

Tontonan sinetron yang berbau pacaran, erotisme, pornografi. Ataupun film-film dewasa yang dibungkus dalam bentuk kartun, film-film anak yang dibumbui percintaan, game-game anak baik offline maupun on line seperti GTA yang mempertontonkan adegan seksual pada anak, VCD porno, komik-komik bergambar pornografi dan lain-lain, akan merangsang kematangan seksual pada anak.

Hal ini dimungkinkan, karena otak anak bagian atas terdiri dari dua bagian yang disebut belahan kiri dan belahan kanan. Belahan kiri itu untuk berpikir Sains Analisis dan bagian kanan untuk berfikir Fantasi/Imaginasi. Baca juga : 12 Perbedaan Otak Pria dan Wanita

Pada masa anak-anak umumnya yang lebih aktif dan berkembang pesat adalah bagian belahan kanan yang bersifat Fantasi. Jadi sangat wajar, apabila tontonan yang memuat konten pornografi ditonton oleh anak usia dini, maka otak fantasinya akan membantu dan mendorong hormon seksualnya tumbuh lebih cepat dan lebih dini dari yang semestinya.

Jadi, Parents, selain kita harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh anak kita, alangkah lebih bijaksananya bila kita juga memantau paparan informasi yang menerpa anak-anak kita.

Dan apabila anak kita sudah mengalami pubertas dini, salah satu langkah perbaikan yang bisa kita lakukan, menurut Ayah Edi, adalah dengan cara memberikan pendidikan seks terpadu. Yaitu dengan cara mengimbangi informasi yang diterima anak dengan mengajak anak untuk melihat dari sudut pandang saintifik

Caranya mudahnya adalah dengan menyediakan buku-buku biologi yang memuat gambar organ-organ tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Dengan demikian, otak belahan kiri anak akan mengimbangi fantasi dan imaginasi yang selama ini mendominasi perkembangan anak.

Adapun untuk mencegah terjadi pubertas dini pada anak. Selain mengawasi ketat setiap perkembangan anak, ada baiknya Bunda juga menyediakan sarana informasi dan rekreasi yang aman bagi putra-putri dengan menyediakan tontonan-tontonan yang sehat dan bergizi.

Semoga bermanfaat ya Bundaaa…..

Baca juga :

Pendidikan Seks untuk Anak

Bagaimana Menjauhkan Anak dari Seks Bebas?

 

 

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Waspadai Pubertas Dini
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti