TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Wabah hepatitis A di Pacitan menyerang 957 orang, apa penyebabnya?

Bacaan 3 menit
Wabah hepatitis A di Pacitan menyerang 957 orang, apa penyebabnya?

Wabah hepatitis di pacitan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa, karena virus hepatitis A menyebar begitu cepat. Hingga 900 orang lebih terkena penyakit ini dalam waktu singkat.

Wabah hepatitis di Pacitan menghebohkan masyarakat Indonesia, karena hanya dalam waktu singkat, ratusan orang terinfeksi penyakit berbahaya ini. Laporan terakhir menyebut bahwa wabah hepatitis di Pacitan ini sudah menjangkiti 957 orang.

Wabah hepatitis di Pacitan menular di musim lebaran

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pacitan Eko Budiono menjelaskan, virus ini disebarkan dari orang ke orang. Artinya, warga yang sudah terinfeksi akan menularkan ini pada warga lainnya.

“Saat ini masih musim berkunjung keluarga seusai lebaran. Masih syawalan sehingga banyak yang kunjung sana dan kunjung sini. Bisa jadi penyakit tersebar saat berpegangan tangan,” ungkap Eko seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, wabah ini sudah menjalar ke 9 kecamatan lain. Namun sejak 27 Juni kemarin, jumlah penderita baru sudah mulai berkurang.

Karena penyebarannya begitu cepat dan memakan jumlah banyak, pada 25 Juni Pemerintah Kabupaten Pacitan menentapkan wabah hepatitis A sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Artikel terkait: Kenali Gejala Hepatitis A pada Anak-anak

Wabah hepatitis di Pacitan

Wabah Hepatitis di Pacitan, bagaimana bisa terjadi?

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus tipe A. Jenis virus ini cenderung lebih mudah menyebar melalui makanan, minuman, atau dengan bersentuhan langsung dengan orang yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Dilansir dari BBC Indonesia, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan bahwa penyebaran virus ini juga bisa disebabkan oleh sumber air yang tercemar virus hepatitis A. Air yang sudah tercemar ini kemudian dipakai secara massal, sehingga wabah dengan mudah menyebar dalam waktu singkat.

Kekeringan, sanitasi masyarakat yang kurang terjaga, dan kurangnya sumber air bersih juga menjadi penyebab virus ini lebih mudah menyebar.

Wabah hepatitis A di Pacitan menyerang 957 orang, apa penyebabnya?

Meski demikian, sebenarnya penyakit tersebut bukan termasuk ke dalam jenis penyakit yang berbahaya. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya mengingat sistem kekebalan tubuh pada manusia memiliki kemampuan menyembuhkan virus jenis ini.

Namun, jika kondisi tubuh penderita sudah tidak sehat dari awal, penyakit ini bisa berdampak serius. Inilah alasan mengapa pasien hepatitis A tetap harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain meringankan gejala yang dialami, rawat inap juga diperlukan agar penyakit tidak menyebar. Kerabat atau teman dekat pasien hepatitis A juga dianjurkan untuk tidak mengunjungi pasien sampai kondisi si pasien membaik.

“Istilahnya, penyakit ini memang tidak membunuh, tapi tetap sangar karena mudah menyebar, ” tutur Eko Budiono, Kepala Dinas Kesehatan di Pacitan.

Artikel terkait: Hepatitis A dan Hepatitis B, mana yang lebih berbahaya?

Gejala Hepatitis A yang harus diwaspadai

Wabah hepatitis A di Pacitan menyerang 957 orang, apa penyebabnya?

Biasanya, orang yang sudah terinfeksi penyakit ini akan mengalami perubahan warna kulit menjadi tampak kuning. Gejala ini timbul beberapa minggu setelah terinfeksi. Beberapa gejala lain yang dirasakan di antaranya:

  • Merasa lemas
  • Timbulnya demam
  • Sering mual dan muntah
  • Warna urin menjadi gelap, dan warna tinja menjadi pucat
  • Warna mata berubah

Mencegah Hepatitis A terjadi

Wabah hepatitis A di Pacitan menyerang 957 orang, apa penyebabnya?

Pola hidup sehat dan bersih adalah cara utama untuk mencegah penyakit ini. Pola hidup sehat dan bersih yang dimaksud di antaranya:

  • Selalu cuci tangan sebelum makan
  • Bersihkan tangan setelah buang air keci, maupun setelah buang air besar
  • Perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi
  • Mencuci bersih tempat makanan atau minuman sebelum digunakan
  • Hindari pasien yang terinfeksi bahkan sudah menunjukkan gejala hepatitis A
  • Selalu jaga sanitasi tempat tinggal, terutama saluran air
  • Jangan meminum air rebusan yang terlalu panas. Sebelum dikonsumsi, tunggu satu sampai dua menit setelah air mendidih karena virus hepatitis A cenderung tahan panas
  • Hindari makanan mentah atau setengah matang
  • Lakukan vaksinasi hepatitis A

Melihat kejadian ini, Parents diharapkan untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan agar Anda dan si kecil tidak mudah terjangkit virus serupa.

***

Referensi: BBC Indonesia, Alodokter, Kompas

Baca juga:

Hepatitis A dan Hepatitis B, mana yang lebih berbahaya?

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Wabah hepatitis A di Pacitan menyerang 957 orang, apa penyebabnya?
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti