Pertimbangkan hal ini sebelum memberikan si kecil vitamin jelly

Pertimbangkan hal ini sebelum memberikan si kecil vitamin jelly

Sebelum berikan si kecil vitamin jelly, yuk pertimbangkan 4 hal ini dulu!

Dari rasanya yang manis, bentuknya yang menarik dan berwarna-warni, vitamin jelly pasti disukai oleh si kecil. Jangankan anak-anak, orang dewasa juga menyukai jenis vitamin ini, lho. Tapi sebaiknya, pikir dua kali dulu sebelum Parents memberikan vitamin kenyal ini untuknya.

Apa itu vitamin jelly?

vitamin jelly

Vitamin jelly adalah vitamin kunyah yang memiliki tekstur kenyal dan rasa dan penampilannya seperti permen. Jenis vitamin ini paling menarik anak-anak karena mereka berpikir sedang mengunyah permen, bukan vitamin.

Umumnya, vitamin ini dibuat dari gelatin, tepung jagung, air, gula, dan pewarna tambahan. Rasa yang paling populer adalah lemon, raspberry, ceri, dan jeruk.

Biasanya, vitamin ini mengandung lebih dari satu vitamin dan mineral, misalnya terdiri dari vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan asam lemak omega-3.

Parents mungkin berpikir kalau vitamin jelly menjadi cara paling efektif untuk memenuhi asupan tersebut, dibandingkan si kecil harus mengonsumsi vitamin cair.

Meski begitu, seorang dokter bernama Kristin Campbell, MD, dari St. Lois Children Hospital menjelaskan bahwa setiap orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal, termasuk kandungan gula di dalam vitamin ini.

Artikel terkait: Perlukah Anak Anda Mengonsumsi Tambahan Suplemen Vitamin?

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan anak vitamin jelly

1. Pastikan si kecil benar-benar membutuhkan vitamin

Pertimbangkan hal ini sebelum memberikan si kecil vitamin jelly

Banyak perdebatan mengenai kebutuhan vitamin tambahan untuk anak. Sebab, pemenuhan vitmin dan mineral sebaiknya bersumber dari makanan sehat. Buah, sayuran segar, kacang-kacangan, dan produk daging mengandung vitamin dan mineral yang cukup banyak.

Bila asupan tersebut sudah dipenuhi dari makanan sehari-hari, memberikan multivitamin sebenarnya tidak diperlukan. Suplemen biasanya diperlukan untuk membantu mengisi kekurangan nutrisi yang mungkin belum dipenuhi dari asupan makanan.

Biasanya, suplemen ini diberikan untuk anak yang pilih-pilih makanan, tidak nafsu makan, ataupun bila anak memiliki kondisi medis tertentu.

Jadi, sebaiknya pikirkan dua kali, apakah si kecil benar-benar membutuhkan suplemen tambahan atau tidak. Sebaiknya, mintalah saran pada dokter untuk jenis suplemen atau vitamin yang aman.

2. Mengandung gula tambahan dan pewarna makanan

vitamin jelly untuk anak

Vitamin jelly bisa merusak gigi karena kandungan gulanya.

Dokter anak bernama Natalie Muth, M.D., RDN, yang juga penulis buka ‘The Picky Eater Project’, mengatakan kalau ia tidak merekomendasikan vitamin jelly kepada para pasiennya.

Sebab menurut Muth, vitamin jelly mengandung tambahan gula yang lebih tinggi daripada asupan vitamin itu sendiri. Ia mengatakan kalau satu porsi (dua vitamin jelly) mengandung hampir satu sendok teh gula tambahan. Sedangkan batas yang dibutuhkan anak hanya sekitar 2,5 – 8 sendok teh gula dalam sehari (tergantung usia mereka). Tentu saja belum termasuk gula dari makanan dan camilan lain.

Selain itu, Muth mengatakan vitamin jelly yang kenyal juga bisa menempel di gigi sehingga meningkatkan gigi berlubang. Jadi sebaiknya, 30 menit atau satu jam setelah mengonsumsi vitamin ini, mintalah anak untuk menyikat giginya supaya sisa gula tidak menempel di gigi.

Walaupun gula tambahan mungkin sedikit, tetap saja bisa memengaruhi asupan gula harian anak. Bahkan, meski  di dalam label tercantum bebas gula, mungkin masih ada kandungan alkohol gula di dalamnya.

Konsumsi alkohol gula yang berlebihan bisa menyebabkan diare, mual, kembung dan gejala gangguan pencernaan lainnya.

Terakhir, vitamin jelly mungkin mengandung pewarna makanan buatan, yang bila dikonsumsi berlebihan juga dapat berisiko terhadap kesehatan.

3. Biasanya tidak dikonsumsi sesuai dosis

vitamin jelly untuk anak

Karena rasanya yang manis, biasanya anak-anak ingin mengonsumsinya lebih banyak dari yang dianjurkan. Padahal, multivitamin ini termasuk ke dalam jenis obat yang harus dikonsumsi sesuai dosis.

Bila si kecil terus mengonsumsinya, bukan tidak mungkin akan mengganggu kerja ginjal dan organ tubuh lainnya saat mencerna vitamin jelly tersebut.

4. Mengandung sedikit kalsium, zat besi dan serat

Meski disebut sebagai multivitamin, beberapa produk tidak mengandung nutrisi yang lengkap. Kalau memeriksa tabel gizi, kandungan zat besi, kalsium dan serat biasanya tidak banyak bahkan tidak ada. Padahal, mineral ini juga sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak.

Bila dibandingkan dengan tablet kunyah, kandungannya masih lebih lengkap dibandingkan dengan vitamin jelly.

Jadi, pertimbangkan dulu bila ingin memberi si kecil vitamin jelly ya, Parents. Jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter sebelum memberinya vitamin ini.

Semoga informasi ini bermanfaat!

***

Referensi: healthline, Parents

Baca juga: 

Perlukah Anak Anda Mengonsumsi Tambahan Suplemen Vitamin?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner