Toxic Shock Syndrome, Infeksi Bakteri yang Menimbulkan Racun dalam Darah

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Toxic Shock Syndrome adalah penyakit langka namun mematikan yang harus diwaspadai.

Toxic shock syndrome (TSS) adalah penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri staphylococus aureus atau bakteri streptococus yang masuk ke aliran darah, berkembang biak kemudian menimbulkan racun dalam darah.

Gejala penyakit toxic shock syndrome

TSS masuk kategori penyakit langka, namun jika tidak segera ditangani dengan baik TSS bisa mengancam nyawa penderitanya. Gejala TSS terjadi secara mendadak dan langsung membuat kondisi tubuh memburuk.

  • Demam tinggi hingga 39 derajat celcius
  • Gejala mirip flu seperti sakit kepala, meriang, sakit tenggorokan, batuk
  • Otot terasa kaku
  • Diare
  • Tekanan darah rendah
  • Mual dan muntah
  • Mata, bibir dan lidah memerah
  • Kejang-kejang
  • Sulit bernapas
  • Ruam di kulit yang menyebar seperti luka bakar

Orang yang berlebihan mengonsumsi alkohol memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami TSS, penderita diabetes dan cacar air juga memiliki tingkat risiko yang lebih besar dibandingkan orang yang sehat.

Jika Anda mengalami gejala diatas, segeralah menghubungi dokter. Agar mendapatkan perawatan sedini mungkin. Karena komplikasi TSS bisa menyebabkan gagal jantung, gagal ginjal, bahkan kurang darah. Dan dampaknya bisa mematikan bagi penderita.

Penyebab

TSS bisa menimpa siapa saja, laki-laki, perempuan dan anak-anak bisa mengalami TSS. Bakteri penyebab TSS bisa masuk ke dalam aliran darah melalui luka yang dibiarkan terbuka dan tidak diobati dengan baik sehingga mengalami infeksi dan menyebabkan bakteri masuk ke dalam darah.

Penyebab lainnya:

  • Penggunaan tampon. Banyak kasus TSS terjadi disebabkan oleh tampon yang dibiarkan terlalu lama dalam tubuh tanpa diganti, terutama tampon dengan daya serap tinggi.
  • Penggunaan kondom perempuan yang dimasukkan ke dalam vagina
  • Luka terbuka di tubuh seperti luka teriris pisau, luka bakar, gigitan serangga atau luka bekas operasi yang tidak dirawat dengan baik sehingga mengalami infeksi.
  • Mengalami infeksi bakteri staphylococcal atau streptococcal seperti radang tenggorokan.

TSS bukan penyakit menular. Tapi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, Anda bisa mengalami penyakit ini berulangkali.

Cara pencegahan

Penyakit ini bisa dicegah jika Anda memperhatikan kebersihan area intim dan juga tidak menyepelekan luka pada tubuh Anda.

  • Ganti tampon setiap 4 atau 8 jam sekali. Penggunaan tampon dengan daya serap rendah lebih disarankan
  • Cuci tangan setelah mengganti tampon dan pembalut atau menggunakan sarung tangan silikon saat Anda melakukannya.
  • Ganti tampon atau pembalut dengan kain atau panty liner saat haid sedang tidak banyak
  • Saat mengalami luka bakar atau luka terbuka karena benda tajam, rawatlah dengan baik dan pastikan tidak mengalami infeksi
  • Mencuci tangan sesering mungkin untuk mengurangi bakteri di tangan Anda.
  • Bagi Anda yang pernah mengalami TSS, sebaiknya tidak menggunakan tampon dan kondom perempuan sama sekali.

Mengingat dampak TSS yang mematikan, berhati-hatilah memasukkan benda ke dalam vagina Anda. Karena bagian dalam vagina sangat sensitif, jika ada benda asing yang masuk dan membawa bakteri, vagina bisa mengalami infeksi.

Jaga dan rawat tubuh kita dengan baik ya Bunda..

 

Referensi: nhs.uk, healthline.com, mayoclinic.org

Baca juga:

Hati-hati, Terlalu Sering Menggunakan Produk Kewanitaan Bisa Memicu Jamur & Infeksi Vagina





Kesehatan