Mal Jakarta Dibuka 15 Juni 2020, Tempat Bermain Anak Belum Diizinkan Beroperasi

Mal Jakarta Dibuka 15 Juni 2020, Tempat Bermain Anak Belum Diizinkan Beroperasi

Begini alasan dan kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait tempat bermain anak di mal yang belum bisa beroperasi.

Pada 15 Juni 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika mal atau pusat perbelanjaan akan kembali beroperasi. Meski demikian, ada beberapa tempat umum yang belum boleh dibuka, seperti tempat bermain anak di mal, maupun beberapa tempat lainnya.

Menurut Anies, penularan Virus Corona akan lebih riskan terjadi di tempat-tempat tersebut.

Artikel Terkait : Jadwal mudik lebaran 2020 akan diganti, ini kebijakan pemerintah untuk masyarakat

Tempat Bermain Anak di Mal Belum Dibuka di Masa New Normal

Tempat bermain anak di mal belum dibuka

“Beberapa tempat di dalam mal akan dikecualikan untuk dibuka, karena potensi penyebaran yang lebih tinggi serta untuk melindungi kelompok rentan COVID-19,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/06), dilansir dari Tempo.

Pengecualian ini termasuk taman bermain anak, baik tempat bermain temporer maupun tempat bermain yang sudah paten. Hal itu karena dianggap berisiko menyebabkan penularan virus kepada si kecil.

Lalu, beberapa tempat lain yang belum akan dibuka yaitu gym atau pusat kebugaran, bioskop, pameran pagelaran, dan function hall resepsi. Terkait dengan ini, Anies mengimbau sebaiknya pemilik usaha tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Artikel Terkait : Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Harus Menjalankan Protokol Kesehatan

 

View this post on Instagram

 

Memenuhi undangan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta untuk menyaksikan simulasi pengelolaan pengunjung pada saat pusat perbelanjaan dibuka nanti.

Pemprov DKI Jakarta sudah menetapkan bahwa pada masa #PSBBTransisi, mulai 15 Juni pusat perbelanjaan akan bisa mulai beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan dan jumlah pengunjung harus dibawah 50% kapasitas.⁣ ⁣

Pengelola harus memastikan pengujung dan pekerja yang ada di pusat perbelanjaan aman dari penyebaran COVID-19, sehingga baik pekerja maupun pengunjung pusat perbelanjaan nantinya harus disiplin mematuhi segala jenis protokol dari pihak pusat perbelanjaan.⁣ ⁣

Hari ini kita menyaksikan simulasi protokol kesehatan di Emporium Pluit Mall. Mulai dari kamera deteksi suhu tubuh untuk masuk mall, pembatasan jumlah pengunjung 50% melalui QR Scan, serta pemberian tanda jarak aman antar pengunjung saat di lift dan eskalator. ⁣ ⁣

Pengelola pusat perbelanjaan harus disiplin agar pekerja dan pengunjung merasa aman dan tenang. Jadi semua merasakan aman, sehat dan produktif.⁣ ⁣ Kami berharap pusat-pusat perbelanjaan lainnya dalam APPBI DKI Jakarta juga mematuhi standar protokol kesehatan yang sama.

Tentu setiap pusat perbelanjaan punya desain dan alur keluar masuk yang berbeda-beda, bisa disesuaikan, saya berharap asosiasi memastikan mengikuti patokan yang kita lihat hari ini.⁣

⁣Satu lagi, semua pusat perbelanjaan dalam Pergub 51/2020 diharuskan menyiapkan tempat parkir sepeda. Bahkan di mall yang tadi diinspeksi, mereka menyiapkan “shower room” untuk pengendara sepeda. ⁣ ⁣ Bila ada yang melanggar ketentuan yang ada maka tidak Pemprov DKI tidak akan segan-segan utk menutup operasi mall tersebut. Keselamatan warga adalah prioritas nomor satu.⁣ ⁣ #PSBBTransisi⁣ #AmanSehatProduktif

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Saat meninjau simulasi pembukaan mal di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara, Anies mengungkapkan imbauannya. Dirinya meminta agar 80 mal yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus.

Di sisi lain, pengelola sebaiknya memastikan pengunjung maupun pekerja tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Mal Jakarta Dibuka 15 Juni 2020, Tempat Bermain Anak Belum Diizinkan Beroperasi

“Kami menyadari bahwa 3 bulan kegiatan berhenti karena alasan wabah penyakit, maka pada saat mulai beroperasi, dia (pengelola) harus beroperasi untuk tetap membuat pengunjung dan yang bekerja di tempat ini merasa aman (dari wabah penyakit),” tuturnya.

Selain itu, rumah makan yang lokasinya tidak ada di dalam mal bisa mulai beroperasi pada 8 Juni 2020. Pengelola rumah makan hendaknya membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari bangku yang tersedia.

“Rumah makan bisa dimulai hari Senin, tanggal 8 Juni, juga 50 persen. Ini rumah makan mandiri, artinya terpisah, bukan bagian dari pusat pertokoan,” kata Anies.

Artikel Terkait : Tidak menerapkan lockdown, ini 7 kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Corona di Indonesia

Jakarta Masih di Masa Transisi

Hoaks PSBB Jakarta Diperpanjang 18 Juni 2020

Anies Baswedan sebelumnya menetapkan pusat perbelanjaan atau mal dapat dibuka di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Kemudian, kini ia mengumumkan dan mengizinkan mal dibuka lantaran Jakarta sudah memasuki masa PSBB transisi hingga akhir Juni 2020.

Meskipun sudah banyak daerah yang berstatus zona hijau dan kuning, tapi masih ada beberapa kawasan yang termasuk zona merah, sehingga kewaspadaan harus senantiasa dijaga. 

Demikian informasi tempat bermain anak di mal yang belum dibuka, meski mal atau pusat perbelanjaan akan dibuka pada 15 Juni. Jangan lupa selalu jaga kondisi kesehatan Parents dan si kecil, ya.

Baca Juga :

PSBB Akan Berakhir, 60 Mal di Jakarta Kembali Buka pada 5 Juni!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner