Punya Penyakit Langka Tak Bisa Kenyang, Anak ini Sampai Makan Tisu Toilet dan Kotoran

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ketidakseimbangan kromosom 15 membuat anak ini tak bisa kenyang hingga memakan apapun yang ada di hadapannya. Bagaimana ini bisa terjadi?

Caden Benjamin adalah anak asal Standerton, Afrika Selatan yang memiliki penyakit langka tak bisa kenyang. Karena ia selalu ingin makan, pada usia 3 tahun, berat badannya mencapai angka 40 kilogram. Di usianya yang ke 10 pada tahun 2017 ini, berat badannya mencapai 90 kilogram.

Sulit bergerak, bernafas, dan melakukan apapun selain makan membuatnya tak bisa bermain dengan teman-teman seusianya. Sehingga kegiatannya sehari-hari hanyalah menonton televisi sambil makan.

Karena tidak dapat mengontrol hasrat makannya, orang dengan penyakit langka ini biasanya mengalami banyak komplikasi. Komplikasi yang ada bersumber dari obesitas yang diidapnya.

Artikel terkait: Orangtua obesitas cenderung punya anak yang obesitas.

Penyakit langka itu dinamakan sindrom Prader-Willi yang membuat pengidapnya selalu kelaparan (hyperphagia) sampai memakan apapun untuk memuaskan hasrat makannya. Biasanya, sindrom ini akan dimulai pada usia 2 tahun.

Sang ibu, Zola Benjamin bercerita pada The Sun bahwa resep diet yang diberikan oleh dokter dan ahli gizi sangat sulit diterapkan olehnya. Karena Caden selalu mencari tambahan makanan apapun yang bisa dijangkaunya sekalipun ia sudah diberi makan cukup banyak.

Bahkan, saat orangtuanya sedang lengah mengawasi Caden, ia mengorek-ngorek kotoran yang menempel di lantai. Selain itu, dia juga sampai pernah memakan tisu toilet saking laparnya.

Padahal, biasanya Caden sudah makan dua potong ayam, empat roti keju, soda, maupun camilan lainnya. Belum lagi jika ia memakan sisa makan malam seluruh keluarga.

Karena mengalami obesitas yang parah, Caden mengalami gangguan pernafasan sehingga perlu dipasang trasektomi. Karena jarang keluar rumah dan bermain dengan teman sebayanya, ia juga tumbuh menjadi anak yang memiliki kecenderungan depresi.

Meskipun mengalami kelemahan otot yang membuatnya makin sulit untuk bergerak bebas, Caden tetap berusaha untuk meraih makanan yang mungkin diambilnya. Sehingga Zola terpaksa menyembunyikan semua makanan rapat-rapat.

Sindrom Prader-Willi menurut Mayo Clinic adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh permasalahan pada kromoson 15. Entah kromosom dari gabungan ayah dan ibu yang tidak sempurna, maupun yang tidak ada.

Selain menyebabkan lapar terus, sindrom ini juga menyebabkan anak memiliki gangguan tidur. Ciri lainnya adalah kecilnya ukuran kelamin, speech delay, disabilitas mental, dan masalah kepribadian lain seperti mudah marah dan ketidakstabilan emosi lainnya.

Sampai sekarang orangtua Caden masih mencari cara untuk dapat membuat anaknya berhasil diet. Dengan terapi hormon, pengaturan nutrisi, terapi kognisi, dan lainnya. Yang jelas, anak dengan Prader-Willy syndrome membutuhkan dukungan sepenuhnya dari orang sekitar.

 

Baca juga:

Bila si Kecil Terlanjur Mengalami Obesitas

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita