TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Hati-Hati! Swamedikasi atau Mengobati Sendiri Saat Sakit Bisa Berdampak Negatif

Bacaan 5 menit
Hati-Hati! Swamedikasi atau Mengobati Sendiri Saat Sakit Bisa Berdampak Negatif

Jika tidak dilakukan dengan benar, swamedikasi dapat timbulkan berbagai dampak negatif.

Parents termasuk orang tua yang mana, nih, memilih untuk melakukan swamedikasi alias mengobati anak sendiri jika si kecil jatuh sakit, atau langsung pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat?

Sistem kekebalan anak masih belum berkembang sempurna seperti orang dewasa sehingga ia mudah terserang penyakit dan jatuh sakit. Sebagai orang tua, tentu Parents akan merasa khawatir jika anak sakit. Oleh karena itu, tak jarang orang tua memutuskan untuk melakukan swamedikasi atau mengobati sendiri menggunakan obat-obatan yang ada di rumah.

Artikel Terkait: Bingung Bagaimana Cara Memberikan Obat untuk Anak? Ini Solusinya

Daftar isi

  • 70% Orang Tua di Indonesia Pilih Swamedikasi Saat Anak Sakit
  • Swamedikasi Berisiko Menimbulkan Dampak Negatif
  • Mengenali Simbol Obat-obatan yang Dijual Bebas
  • Manfaat Layanan Telemedis

70% Orang Tua di Indonesia Pilih Swamedikasi Saat Anak Sakit

anak sakit, orangtua pilih lakukan swamedikasi

Sumber: Freepik

Tahukah Parents bahwa menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2019, sebanyak 71,46% masyarakat Indonesia memilih untuk melakukan swamedikasi ketimbang berkonsultasi ke dokter? Angka ini pun terus meningkat sejak tahun 2017.

Menurut dr. Devie Kristiani, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, pada dasarnya swamedikasi atau mengobati sendiri bukanlah tindakan yang salah. Namun, tentunya dengan catatan dilakukan dengan baik dan benar.

“Pada umumnya, tingkat kecemasan orang tua ketika anak sakit itu tinggi sehingga orang tua ingin secepatnya memberikan obat kepada si kecil. Tentu kita pahami bahwa itu adalah refleksi dari kasih sayang orang tua yang sedemikian besar untuk anaknya. Namun, perlu diingat bahwa ‘anak bukan miniatur orang dewasa’ sehingga obat-obat yang aman diberikan kepada orang dewasa belum tentu aman untuk anak-anak,” ungkap dr. Devie dalam acara virtual press conference bertajuk, ‘Lifebuoy dan Halodoc Kolaborasi, Berikan Layanan Konsultasi Dokter Gratis Hingga 2023’.

Swamedikasi Berisiko Menimbulkan Dampak Negatif

Dokter yang berpraktik di RS Bethesda Lempuyangwang tersebut mengatakan swamedikasi di satu sisi jika dilakukan dengan benar akan sangat bermanfaat. Namun, jika tidak, berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh swamedikasi yang dilakukan dengan tidak tepat di antaranya adalah efek samping obat, dosis atau takaran yang tidak pas sehingga obat pun tidak bekerja secara efektif, hingga risiko munculnya resistensi obat.

Artikel Terkait: Anak Takut Sama Dokter? Ini 7 Tips Mudah Mengatasinya

Mengenali Simbol Obat-obatan yang Dijual Bebas

Hati-Hati! Swamedikasi atau Mengobati Sendiri Saat Sakit Bisa Berdampak Negatif

Sumber: Freepik

Orang tua pun diharapkan lebih awas dalam melakukan pemilihan obat, terutama membaca label obat. Obat sendiri terbagi dalam beberapa golongan,

Obat yang aman digunakan untuk swamedikasi adalah obat dengan simbol lingkaran hijau dan biru.

Adapun obat dengan simbol lingkaran hijau adalah obat yang dijual bebas tanpa membutuhkan resep dokter. Contoh obat dengan simbol lingkaran hijau ini adalah paracetamol dan suplemen makanan (vitamin dan mineral).

Sementara obat dengan simbol lingkaran biru adalah obat bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Akan tetapi, obat-obatan ini biasanya memiliki tanda peringatan khusus saat menggunakannya. Obat yang tidak boleh digunakan untuk swamedikasi adalah obat keras, yaitu obat dengan lingkaran merah dengan huruf K. Obat-obatan ini hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

“Selain itu, dosis pada anak harus dihitung sesuai usia dan berat badan anak, sehingga alangkah baiknya bila orang tua berkonsultasi terlebih dahulu (kepada dokter) sebelum memberikan obat kepada si kecil,” dr. Devie menjelaskan.

Layanan Telemedis Mudahkan Orang Tua Mengatasi Anak Sakit dengan Tepat

Hati-Hati! Swamedikasi atau Mengobati Sendiri Saat Sakit Bisa Berdampak Negatif

Sumber: Freepik

Layanan telemedis atau konsultasi dengan dokter secara daring (online) memberikan kemudahan bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter tepercaya dan mendapatkan penanganan kesehatan yang cepat, mudah, dan tepat bagi anak mereka kapanpun dan di manapun.

Selebritas sekaligus mom influencer, Nagita Slavina, mengaku sangat terbantu dengan layanan telemedis seperti yang ditawarkan oleh aplikasi Halodoc.

“Sebagai seorang ibu dari dua anak, tentu saya juga merasakan kekhawatiran atas kesehatan anak-anak saya. Itu sebabnya saya senang sekali dengan solusi layanan konsultasi dokter gratis yang diberikan oleh Lifebuoy dan Halodoc. Saya sangat berharap orang tua di Indonesia dapat memanfaatkan layanan ini dan jadi tidak ragu lagi untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan informasi yang tepat di saat anak jatuh sakit,” tuturnya.

Nah, Parents, Lifebuoy dan Halodoc berkolaborasi dalam kampanye #PerlindunganKeluargaSehat menyediakan layanan konsultasi dokter gratis lewat aplikasi Halodoc.

Artikel Terkait: Ini 7 Tips dan Pertimbangan dalam Memilih Dokter Anak yang Tepat

Untuk mengaksesnya, lakukan cara berikut ini:

  • Unduh aplikasi Halodoc di Appstore dan Playstore.
  • Atau bisa juga dengan memindai barcode yang ada di belakang kemasan sabun cair Lifebuoy Total 10.
  • Masuk ke dalam aplikasi Halodoc, klik menu ‘chat dengan dokter’ dan pilih dokter dengan pilihan spesialisasi yang tersedia..
  • Masukkan kode ‘LIFEBUOYHALODOC’ pada halaman pembayaran dan konsultasi gratis segera dapat dilakukan.

Layanan konsultasi dokter gratis ini tersedia hingga pertengahan tahun 2023.

Sebagai dokter spesialis anak, dr. Devie juga menyarankan agar orang tua memanfaatkan layanan konsultasi dokter gratis ini untuk mencegah dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh swamedikasi.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi Lifebuoy dan Halodoc yang bisa membantu orang tua agar terhindar dari praktik swamedikasi yang kurang tepat dengan memberikan kemudahan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi yang benar saat anak jatuh sakit,” kata dr. Devie.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Apakah Parents termasuk orang tua yang juga cenderung melakukan swamedikasi saat anak sakit? Jika iya, maka Parents bisa memanfaatkan kemudahan layanan telemedis gratis seperti yang ditawarkan oleh Lifebuoy dan Halodoc ini.

Baca Juga:

Kenali 4 Ciri Dokter Anak yang Baik ini Agar Parents tak Salah Pilih

Jadwal Konsultasi ke Dokter Anak untuk Bayi dan Jenis Pemeriksaannya

14 Dokter Spesialis Anak Ini Rajin Bagikan Ilmu di Instagram, Yuk Follow!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Hati-Hati! Swamedikasi atau Mengobati Sendiri Saat Sakit Bisa Berdampak Negatif
Bagikan:
  • Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

    Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

    Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti