Geram! Kepala bayi ini retak setelah terlempar dari tangan pengasuh

lead image

Pengalaman ini bisa jadi pelajaran penting bagi Parents lainnya.

Hari ini sosial media ramai membicarakan peristiwa memilukan sekaligus membuat geram karena ulah suster bayi yang berbohong dan mencelakai anak usia 3 bulan.

Adalah Bunda Von,  pemilik akun instagram @vonvon_7 yang menceritakan kisah memilukan yang baru ia alami. Buah hatinya, yang bernama Manuel baru saja mengalami kecelakaan, terjatuh yang menyebabkan tengkorak kepalanya retak sepanjang 8 cm.

Mirisnya, peristiwa ini terjadi lantaran ulah suster bayi yang ceroboh. Demikian seperti yang diceritakan oleh Bunda Von dalam akun instagram miliknya.

Pada 4 Juli 2018, Bunda Von sedang mengajak putra sulungnya, Moses bermain di kamar. Sementara, putra keduanya, Manuel, sedang dijemur bersama sang suster.

Tidak lama kemudian, Bunda Von mendengar suara sesuatu yang terjatuh dengan keras. Persekian detik, suara tersebut disusul dengan suara Manuel yang menangis keras.

Curiga ada sesuatu yang terjadi, Bunda Von pun langsung menyusul Manuel dan suster bayi yang berada di lantai 3, tepatnya di area mencuci baju.

“Suss… Manuel kenapa menangis?” tanyanya sambil naik ke tangga.

“Nggak kenapa-kenapa. Nangis kaya biasa saja mau tidur,” jawab sang suster sambil menjauh dengan kondisi menggerai rambutnya seperti menutupi sesuatu di tubuh Manuel.

Karena curiga dan tidak ingin percaya begitu saja apa yang dikatakan suster, Bunda Von segera menghampiri, ingin melihat kondisi Manuel secara langsung.

Faktanya, Bunda Von melihat benjolan cukup besar di kepala anaknya yang masih berusia 3 bulan.

“Gimana nggak shock lihat kepala bayi 3 bulan kesayangan yang masih lembek, kecil nggak berdaya, kepalanya kayak gini,” tulisnya di IG story miliknya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/07/suster bayi 2.jpg Geram! Kepala bayi ini retak setelah terlempar dari tangan pengasuh

Dalam IG Story, Bunda Von kembali menceritakan bahwa peristiwa jatuhnya Manuel ia curigai dikarenakan sang suster bayi ingin mau main telepon genggam di ruang cucian. Sementara, saat pagi hari ruangan tersebut memang masih basah karena bekas mencuci baju dan menjemur.

“Kalau nggak ke sini kan nggak bakal kepeleset,” tulisnya lagi.

Bunda Von mengatakan, sebenarnya ia bisa toleransi dengan kondisi jatuhnya Manuel karena kecelakaan memang bisa terjadi kapan pun. Namun, sang pengasuh yang berbohong dan berusaha untuk menutupi kejadian tersebut justru membuatnya marah.

“Dia pas awal ditanya malah bohong, bilang mau tidur dan kabur biar saya nggak tahu kalau dia jatuhin Manuel.”

“Itu parah, fatal banget. Gimana coba kalau saya lagi pergi, gimana kalau seandainya ibu yang harus kerja ninggalnin anaknya di rumah. Coba kalau nggak ada tanda benjolan, 100% dia nggak bakal kasih tahu dan ngarang cerita.”

“Saya yang ada di rumah aja dia langsung bohong, bilang nggak kenapa-kenapa. Kalau seandainya saya nggak ada di rumah, itu benjol bisa jadi dipencet-pencet sama dia biar kempes dan di kompres es batu lalu didiemin.”

“Fatal banget kan! Nggak terimanya, dibohongnya ini. Bawa ke tempat cucian saja sudah salah, ini ditambah bohong jadi makin nggak bisa terima.”

Karena sudah ada bukti benjol besar, sang suster pun tidak bisa mengelak lagi. Di tambah lagi, keterangan yang ia berikan juga ternyata tidak benar.

“Dia baru bilang tadi, bahwa ia kepeleset licin nggak sengaja. Posisi kepala Manuel lagi tiduran di lengan kirinya, katanya ia langsung tahan pakai lengan kiri pas jatuh ke belakang, jadi kepalanya kena sedikit.”

Mengetahui anaknya sudah jatuh, Bunda Von pun segera melarikan Manuel ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Siapa sangka, saat perjalanan ke Rumah Sakit, Bunda Von justru kembali dikejutkan karena melihat telinga Manuel mengeluarkan darah.

Setelah ke UGD, Manuel pun dirujuk ke dokter THT untuk memeriksakan kondisi telinganya yang sudah membengkak. Lewat pemeriksaan, akhirnya diketahui bahwa darah dari telinga yang keluar karena tulang mastoid (tonjolan tulang di belakang telinga) mengalami keretakan.

Manuel pun dirujuk melakukan CT scan, dari sana kemudian diketahui bahwa tengkorak kepalanya retak 8 cm, dan ada pendaraham di kepala. Bahkan, darah tersebut telah merembes ke otak.

“Ini kabar terburuk dalam hidup yang pernah saya dengar. Langsung lemes. Nggak bisa napas, air mata sudah nggak terhitung. Doa nggak berhenti-henti. Manuel langsung nggak boleh pulang dan masuk ruangan PICU (ICU untuk anak).”

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/07/Screenshot 171.jpg Geram! Kepala bayi ini retak setelah terlempar dari tangan pengasuh

Tidak berhenti di situ, Bunda Von pun harus menerima kenyataan bahwa buah hatinya mengalami muntah darah yang membuatnya semakin stres.

Ingin mendapatkan kepastian apa yang terjadi pada puternya, Bunda Von sempat meminta sang pengasuh untuk melakukan reka ulang. Dari sana, Bunda Von akhirnya tahu bahwa sang suster bayi tidak jujur memberikan kronologi bagaimana peristiwa itu terjadi

“Jadi kepelesetnya jatuh ke depan, lalu Manuel kelempar ke depan. Akhirnya dia cerita setelah dipaksa dan ditekan banget. Dan dai masih nggak mau ngaku, dia bohong. Dia bilang, ia panik jadi rada lupa ceritanya bagaimana.”

Bunda Von, menuliskan bahwa dirinya sangat menyesali perilaku pengasuhnya. Bahkan katanya, sang pengasuh tidak memperlihatkan penyesalannya. Ketika diminta untuk meminta maaf pada anaknya, Manuel, ia hanya diam membatu.

“Even not single word or tears,” tulisnya lagi.

Kondisi inilah yang membuat Bunda Von merasa geram dan sulit memaafkannya.

“Hati sudah terlalu sakit untuk memaafkan dia. Rasanya kalau ikutin daging (emosi)), maunya balas dia dan bawa ke polisi. Tapi selama saya bisa berserah pada Tuhan minta kesembuhan Manuel, saya selalu berdoa pada Tuhan. Dan salah satu isi doanya, ‘Dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah pada kami’.”

Lewat peristiwa yang telah dialaminya, Bunda Von juga mengingatkan para orangtua agar lebih hati-hati terhadap perilaku suster bayi. Ia pun menandaskan ada 3 pelajaran berharga yang bisa ia petik.

1. Ketika suster sudah berbohong, dia akan menutipi segala kesalahannya dengan kebohongan lain

Memberikan toleransi terhadap pengasuh anak memang perlu. Namun, hal yang perlu diingat dan tidak boleh dilupakan adalah ketika ia sudah berbohong untuk sesuatu hal kecil, maka akan berisiko untuk berbohong kembali.

“So, noted ya, satu kali bohong, langsung cut! Mau sudah nyaman, sudah tahu seluk beluk anak, lebih baik dapat level yang di bawah itu tapi ia bisa jujur,” tulis Bunda Von.

2. Sebisa mungkin jangan tinggalkan anak, apalagi sampai berhari-hari

Memiliki suster, bukan berarti bisa menyerahkan anak pada suster 100%. Untuk jika, memang ada kondisi yang megharuskan meninggalkan anak, pastikan lebih dulu agar anak bisa bercerita. Atau, meminta keluarga untuk tetap mengawasi jika memang Bunda tidak bisa menemani si kecil di rumah.

3. Berserah dan minta perlindungan Tuhan

“Sering kita lupa kalau kita harus berserah pada Tuhan, minta belas kasih dan perlindungan. Our money can’t protect our family. But the prayer does. Bukan berarti kita jadi ceroboh juga tapi tetap antisipasi segalanya, jangan lupa doa. Tuhan pasti lihat jerih payah kita melindungi anak dan keluarga,” tulis Bunda Von.

Bagaimana Bunda, apa komentar Anda tentang kejadian yang dialami Bunda Von? Share dengan kami, ya.

 

Baca juga:

Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh