TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Suami Pukul Istri dan Anak Hingga Tewas, Diduga Karena Depresi

Bacaan 4 menit
Suami Pukul Istri dan Anak Hingga Tewas, Diduga Karena Depresi

Rendi Arista tega menghabisi nyawa anak dan istrinya akibat depresi setelah kehilangan pekerjaan.

Kasus suami pukul istri dan anak hingga tewas terjadi di Banyuasin, Sumatera Selatan. Diduga karena depresi sudah berbulan-bulan tak bekerja, pelaku menghabisi nyawa anak dan istrinya sendiri.

Awal mula peristiwa ini terjadi karena tersangka nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri. Namun tak berhasil.

Tetangga yang curiga pun lantas memeriksa rumah tersangka dan kaget menemukan istri dan anak tersangka sudah tewas dengan luka karah di bagian kepala. Diduga, kedua korban dipukul dengan tabung gas tiga kilo.

Suami pukul istri dan anak hingga tewas pakai tabung gas

suami pukul istri dan anak

Kedua korban dipukul tabung gas elpiji hingga tak bergerak sama sekali dan nafas berhenti. Sungguh tega apa yang telah dilakukan Rendi Arista (34 tahun). Sehingga istri dan anaknya yang masih balita meregang nyawa di tangannya sendiri.

Dugaan polisi, berdasarkan pemeriksaan di TKP, Rendi memukul anak dan istrinya dengan tabung gas, hingga tewas. Pemukulan ini terjadi tanpa perlawanan karena anak dan istri sedang tertidur lelap.

Suami Pukul Istri dan Anak Hingga Tewas, Diduga Karena Depresi

Hal ini membuat geger warga Desa Tajamulya, Kecamatan Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan. Kepolisian telah mengamankan tersangka.

“Iya betul, dua korban yakni ibu dan anak tewas dibunuh suami atau ayah korban. Pelaku sudah kami amankan,” kata Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar.

Warga mendapati jenazah korban di kamarnya Senin, 27 juli dini hari. Korban luka parah di bagian kepala diduga akibat pukulan keras dengan tabung gas Elpiji 3 kilogram.

Sedangkan pelaku, belum dapat dimintai keterangan. Barang bukti ditemukan tabung gas elpiji yang berada di samping jenazah kedua korban.

“Kasusnya masih kami dalami. Pelaku sudah kita tetapkan tersangka, tapi belum bisa dimintai keterangan,” jelas Ginanjar.

Artikel terkait : Berbagai kasus KDRT, mengapa selalu wanita yang dirugikan?

Kronologi suami bunuh istri dan anak yang masih balita

suami pukul istri dan anak

Malang sekali nasib ibu dan anak ini.  Yuti Kontesa (30) dan anaknya yang masih balita Rajata Baikal (3) harus meregang nyawa di tangan orang terdekat mereka sendiri. Berdasarkan keterangan kepolisian, Rendi mengalami depresi lantaran kehilangan pekerjaan.

Peristiwa naas ini terjadi dini hari pukul satu pagi. Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di kediaman pelaku di Desa Tajamulya, Philips IV, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, sekitar pukul 01.00  WIB.

Seorang saksi bernama Andra yang merupakan tetangga pelaku mendadak digedor pintu rumahnya oleh Rendi dengan kondisi mulut berdarah dan leher terikat tali.

Suami Pukul Istri dan Anak Hingga Tewas, Diduga Karena Depresi

Andra yang melihat kondisi pelaku Rendi pun langsung mengantarnya ke bidan untuk mendapatkan petolongan.

“Di perjalanan ke rumah Bidan, tersangka mengatakan bahwa sedang ada masalah keluarga dan ingin bunuh diri dan ingin berobat. Tersangka diantar kembali ke rumahnya oleh saksi, namun tidak sempat masuk ke rumah korban,” kata Danny seperti dilansir dari Kompas.

Saksi yang curiga melihat gerak-gerik dan upaya bunuh diri pelaku akhirnya datang ke rumah Rendi. Di sana ia terkejut melihat istri dan anak Rendi sudah dalam kondisi tewas dengan kepala terluka parah.

“Pelaku ini memukul anak dan istrinya dengan menggunakan tabung gas ukuran tiga kilo, setelah itu ia lari dari rumah dan meminum racun. Kondisinya saat ini sedang sekarat dan menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Kapolres.

Artikel terkait : Suami tega menyiksa istri di depan anak, apa dampaknya bagi si kecil?

Tersangka sempat mencoba gantung diri dan minum racun

suami pukul istri dan anak

Ketika diamankan, Rendi berada di dalam mobil minibus BG-1191-JF miliknya. Namun kondisinya lemas dan mulut mengeluarkan busa.

“Tersangka saat ini kondisinya kritis akibat meminum racun serangga. Untuk motifnya depresi karena tersangka di-PHK dari tempat kerja, juga akibat narkoba,” kata AKP Ginanjar dari Kasatreskrim Polres Banyuasin.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, Rendi bermaksud hendak melakukan aksi bunuh diri satu keluarga bersama anak dan istrinya akibat depresi.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Selain itu, ternyata pelaku juga seorang pecandu narkoba. Beberapa bulan belakangan ia kehilangan pekerjaan akibat situasi Covid-19. Pelaku dan istri diketahui sering cekcok karena persoalan anak ketiga mereka yang tak diakui oleh tersangka Rendi.

Suami Pukul Istri dan Anak Hingga Tewas, Diduga Karena Depresi

“Pelaku ini lebih dulu membunuh anak dan istrinya saat sedang tidur. Setelah keduanya tewas ia bermaksud hendak bunuh diri dengan gantung diri dua kali, tapi gagal karena talinya putus,” kata Ginanjar.

Merasa aksinya itu gagal, Rendi sempat meminta pertolongan dengan tetangganya untuk dibawa ke bidan setempat dengan kondisi tali masih menempel di leher. Andra yang merupakan saksi mata menolong tersangka yang ketika itu mengaku sedang ribut dengan istrinya. Kemudian, saksi mengantar pelaku lagi pulang ke rumah.

Usai membunuh anak dan istrinya, Rendi pun pergi menggunakan mobil ke arah Kecamatan Sungai Lilin. Disana ia kembali mencoba mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun. Namun gagal lagi dan keburu diringkus oleh kepolisian.

***

Demikian informasi tentang kasus suami pukul anak dan istri. Semoga kejadian seperti ini tak terjadi lagi pada keluarga mana pun.

Baca juga :

Kejam! Suami bunuh istri yang sedang hamil 8 bulan, apa alasannya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

febri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Suami Pukul Istri dan Anak Hingga Tewas, Diduga Karena Depresi
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti