TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kejam! Suami bunuh istri yang sedang hamil 8 bulan, apa alasannya?

Bacaan 5 menit
Kejam! Suami bunuh istri yang sedang hamil 8 bulan, apa alasannya?

Pertengkaran dalam rumah tangga memang wajar, namun bagaimana jadinya jika berujung hilangnya nyawa?

Pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang biasa terjadi. Namun jika pasangan suami istri tak bisa mengatasi masalah dengan baik, bisa saja berakibat fatal. Misalnya, saling menyakiti fisik yang berakibat hilangnya nyawa seseorang. Seperti kisah tragis suami bunuh istri berikut ini.

Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran untuk Parents semua.

Suami bunuh istri yang sedang hamil, apa motifnya?

Romi Sepriawan (30) tega membunuh istrinya, Erni Susanti (29) dalam kondisi hamil tua. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah di Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Seut, Kota Bengkulu pada Kamis (21/2) siang. Cekcok mulut diduga menjadi pemicunya.

“Motifnya cemburu, pelaku mencurigai istrinya selingkuh. Saat itu pelaku minta handphone korban untuk dibuka, cuma korban nggak kasih,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna melansir laman Detik.com.

Hal ini spontan memantik emosi Romi. Ia pun pergi ke rumah tetangganya meminjam parang, yang menurutnya akan digunakan untuk membuka kelapa.

Sekembalinya ke dalam rumah, Romi mendatangi istrinya yang tengah berada di kamar. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengarahkan parang ke leher istrinya. Seketika korban tersungkur di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah. Tak selesai sampai di situ, Romi lalu mengarahkan parang ke perut istrinya yang usia kandungannya sudah memasuki 8 bulan tersebut.

Pada polisi, Romi mengatakan dirinya melakukan hal itu karena ingin menyelamatkan bayinya.

“Jadi dia melukai bagian perut istrinya itu, sampai bayinya keluar,” imbuh Indramawan. Saat ditemukan, perut korban sudah dalam kondisi mengenaskan. Beruntung, bayi korban dapat diselamatkan. Tak lama setelahnya, polisi berhasil menangkap pelaku yang kini masih diperiksa di Mapolres Bengkulu Kota.

Suami bunuh istri karena cemburu, wajarkah?

suami bunuh istri karena cemburu

Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta pasangan pada kita, namun rasa cemburu yang berlebihan tak menutup kemungkinan akan menghancurkan pernikahan. Tak sedikit kasus hilangnya nyawa seperti yang terjadi di Bengkulu tersebut, gelap mata karena cemburu membuat ujung senjata berbicara sehingga suami bunuh istri pun terjadi.

“Survei nasional para konselor pernikahan menyebutkan, kecemburuan menjadi permasalahan utama dari sepertiga pasangan yang datang untuk terapi perkawinan,” demikian ungkap A.M. Pines, C.F. Bowes dalam bukunya bertajuk “Romantic Jealousy: How to Recognize Where Jealousy Comes From and How to Cope With It”.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa cemburu dalam pernikahan:

  • Ekspektasi yang tak realistis tentang kehidupan pernikahan
  • Harapan berlebihan pada pasangan dan hubungan secara keseluruhan
  • Rasa ingin memiliki pasangan yang tidak sehat
  • Pengalaman menyakitkan di masa lalu
  • Rendahnya kepercayaan diri
  • Tidak aman pada diri sendiri
  • Ketakutan ditinggalkan, kehilangan atau dikhianati
  • Posesif berlebihan
  • Keinginan kuat untuk mengontrol

Terbakar cemburu bisa picu pasangan berbuat nekat, begini tips mengatasinya

Merasa cemburu dan khawatir kehilangan pasangan adalah hal yang normal Parents, tetapi kecemburuan yang melebihi batas normal tentu akan membuat kita merasa tak nyaman. Bagaimana seharusnya Anda menghadapi pasangan yang mudah terbakar api cemburu?

#1 Diskusikan ketakutan pasangan

Rasa takut menjadi alasan yang lumrah sehingga pasangan merasa cemburu dan curiga. Jika Bunda merasa cemburu telah memengaruhi hubungan pernikahan, cobalah duduk bersama dan bicarakan apa yang menjadi ketakutan dan kekhawatiran pasangan sehingga ia merasa cemburu.

“Jangan mencoba untuk meminimalkan, meniadakan bahkan mencoba memperbaiki ketakutan yang ada. Jangan juga menekan pasangan untuk menurut di bawah ketakutannya. Tidak meremehkan dan mengejek rasa khawatir pasangan adalah poin penting,” jelas Danielle B. Grossman, terapis keluarga dan pernikahan berlisensi di California, Amerika Serikat.

Artikel terkait :  Tips pernikahan dari seorang ibu ini viral, isinya benar-benar jujur

#2 Ciptakan batasan untuk diri sendiri

Melihat refleksi diri menjadi poin penting, sebelum Anda ‘menuntut’ pasangan agar sepenuhnya percaya. Terapkanlah batasan sewajarnya terhadap hubungan dengan teman lawan jenis, sehingga tak membuka pintu perselingkuhan.

Coba bertanya pada diri Bunda, apakah ada perilaku tertentu yang mudah membakar api cemburu suami? Terlalu ramah pada teman pria, misalnya? Kendati Anda merasa itu adalah hal yang wajar, namun hal ini bisa menjadi perasaan lain di mata suami.

Hal ini sejatinya menjadi evaluasi kebiasaan berinteraksi dengan lawan jenis, dan akan mudah untuk memperbaiki di masa mendatang.

#3 Berikan perhatian dan kasih sayang

Saking cemburunya karena sayang, pasangan akan menerobos seluruh privasi kita. Memeriksa ponsel, memantau akun media sosial seolah menjadi hal wajar untuk dilakukan tanpa batas. Tak jarang hal ini membuat kita merasa risih dan jengah, seolah pasangan tidak percaya lagi.

Sebelum menyampaikan keberatan apapun dengan emosi, tenangkanlah diri Bunda. Cari cara berbicara dengan pasangan baik-baik dan kepala dingin, tetapkan apa batasan yang harus dihormati dan dilanggar. Dengan begini, pembicaraan bisa berlangsung lancar dan tak berakhir perdebatan bahkan pertengkaran.

Jangan lupa untuk meyakinkan pasangan bahwa Anda tak menyembunyikan apapun dan katakan Anda akan selalu mencintainya, tak ada niat untuk berselingkuh dengan siapa pun.

#4 Cemburu tak bisa disembuhkan, namun bisa dikurangi

Satu hal harus diingat, kecemburuan bukan hal yang bisa disembuhkan atau diselesaikan, Bun. Rasa ini akan terus ada dalam hubungan pernikahan, pandai-pandainya Bunda dan pasangan mengatur agar cemburu ini masih ada dalam taraf wajar.

Jujurlah pada pasangan jika cemburunya sudah sangat berlebihan, bahkan menghambat lingkup kehidupan Anda. Untuk memulainya, sampaikan secara terbuka apa saja aktivitas yang akan dilakukan. Melibatkan pasangan dalam lingkungan pergaulan juga dapat menjadi solusi agar kekhawatiran pasangan berkurang.

Ingatlah Parents bahwa pernikahan adalah kontrak seumur hidup yang menjadi pilihan Anda. Sejatinya pasangan harus bisa menata komunikasi dengan baik dan tak membiarkan masalah jadi berlarut, termasuk perkara cemburu.

 

Referensi : Detik.com, VerywellMind, Bustle

Baca juga : 

Bolehkah ibu hamil makan daging kambing, adakah risikonya bagi janin?

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kejam! Suami bunuh istri yang sedang hamil 8 bulan, apa alasannya?
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti